28 Oktober 2011

Energi Listrik dari Kulit Durian


Ruka'iya, siswa kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-GulukDalam mengupayakan pencegahan rusaknya lingkungan hidup dan pemanfaatan bahan bakar nonfosil untuk berbagai keperluan seperti untuk pembangkit listrik, siswa kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah mengadakan eksperimen bertema "pembangkit listrik ramah lingkungan".

Setelah melalui musyawarah, akhirnya muncul ide pembangkit listrik ramah lingkungan dari tenaga air dan dengan memanfaatkan kulit durian. Ide program ini atas usulan guru Fisika SMA 3 Annuqayah, Syaiful Bahri.

Rencana untuk mengadakan eksperimen ini sebenarnya ditarget sejak minggu kedua pada bulan Oktober dengan memulai persiapan alat dan bahan. Namun karena ada berbagai kendala, program ini baru terlaksana pada hari Ahad, 23 Oktober kemarin, setelah semua peralatan yang dibutuhkan lengkap.

Pada hari Ahad kemarin, siswa hanya melakukan percobaan yang menggunakan manfaat kulit durian. Bahan yang diperlukan terdiri dari baterai bekas, obeng, gunting, pisau, kabel,  multimeter, lampu, ulekan, wadah, dan kertas karton.

Langkah kerja yang pertama, tutup baterai dibuka dengan menggunakan obeng, kemudian cairan karbon yang terdapat di dalamnya dikeluarkan. Langkah kedua, kulit bagian dalam durian diambil, kemudian ditumbuk sampai halus. Ketiga, baterai yang telah kosong tersebut diisi dengan tumbukan kulit durian yang sudah halus. Keempat, baterai yang telah terisi ditutup dengan rapat. Akan tetapi sebelum baterai itu ditutup dengan rapat, harus dilapisi terlebih dahulu dengan kertas karton. Agar ion positif tidak menyentuh ke ion negatif. Karena jika ion positif dan ion negatif saling bersentuhan maka akan menyebabkan baterai tersebut tidak berfungsi.

Hal-hal yang harus diperhatikan, baterai yang telah terisi tidak boleh bocor, harus dalam keadaan rapat dengan menggunakan isolasi. Apabila bocor, partikel yang terdapat di dalamnya akan bergerak bebas. Hal itu menyebabkan kerja baterai tidak maksimal. Sehingga tidak menghasilkan energi pada baterai tersebut.

Kini saatnya siswa menguji baterai tersebut dengan membuat rangkaian listrik. Rangkaian listrik tersebut terdiri atas sumber arus, kawat penghantar, lampu, dan saklar. Uji coba selanjutnya menggunakan multimeter.

Mulitimeter merupakan  gabungan dari amperemeter, voltmeter, dan ohmmeter. Multimeter juga disebut AVO meter (Amper, Volt, dan Ohmmeter). Kegunaannya untuk mengukur besaran-besaran yang berbeda. Uji coba ini hanya mengukur kuat arus dan beda potensial (tegangan listrik).

Namun ketika percobaan dimulai, baterai tidak dapat berfungsi sama sekali, baik saat membuat rangkaian listrik maupun multimeter. Hal ini membuat siswa dan pembimbing tidak percaya.

Selanjutnya kami langsung bertindak dan mencari kesalahan yang menjadi penyebab tidak berfungsinya baterai tersebut. Ternyata setelah diteliti, penyebab utama dari kesalahan tersebut adalah kurang padatnya isi tumbukan kulit bagian dalam durian yang dimasukkan ke dalam baterai dan kurang rapatnya posisi baterai pada saat ditutup, serta kurang halusnya tumbukan kulit bagian dalam durian.

Namun kegagalan ini tidak menjadi penghalang melainkan dapat dijadikan pelajaran supaya lebih teliti dan tetap berusaha tanpa menyesalinya.

Dengan semangat yang besar, siswa mencobanya kembali dan menghasilkan dua baterai sebagai percobaan selanjutnya. Dari kegagalan itu, kita bisa mengetahui kesalahan yang tanpa sadari kita lakukan.

"Alhamdulillah pada percobaan selanjutnya berhasil, sehingga membuat siswa menjadi semakin antusias dan semangat untuk melakukan percobaan selanjutnya," tutur Ernawati, koordinator tim durian.

Baterai yang telah dibuat memiliki daya tahan selama lima hari. Untuk penggunaan selanjutnya bisa dicas terlebih dahulu, dengan cara menyusun baterai, dengan catatan penempatan arah arus listriknya harus sama. Misalnya positif ketemu positif, begitu sebaliknya. Kemudian dibungkus menggunakan kertas atau koran bekas dan bungkus dengan rapat menggunakan isolasi. Setelah itu, gunakan kabel/kawat sebagai penghantar arus listrik. Sehingga batrei tersebut mempunyai energi listrik kembali.

Kegiatan ini berlangsung pada jam 13.00-15.45 WIB di ruangan laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah.

1 komentar:

katakina mengatakan...

semangaaatt......