21 Januari 2012

Penyerahan Rapor Siswa SMA 3 Annuqayah

Masluhatun, siswi kelas XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Pada hari Ahad (15/01) yang lalu, SMA 3 Annuqayah mengadakan acara Temu Wali Murid dan Penyerahan Rapor Semester Ganjil. Acara dilaksanakan di Aula Madaris 3 Annuqayah. Sedangkan penyerahan rapor mengunakan ruang aula, ruang kelas MTs 3 Annuqayah, dan Perpustakaan Madaris 3 Annuqayah.

Sejak pukul 07.50 WIB, wali murid mulai berdatangan. Tapi ada juga yang datang di tengah acara atau saat acara hampir selesai. Sebelum memasuki ruang aula (bagi wali murid laki-laki) atau menempati tempat duduk di bawah terop (bagi wali murid perempuan) yang sudah disiapkan panitia, para undangan harus melewati pameran kegiatan siswa yang ditempatkan di depan aula. Pameran tersebut menampilkan hasil karya anggota PSG (Pemulung Sampah Gaul), Klub Astronomi, dan juga foto-foto dari kegiatan yang dilakukan siswa dan sekolah selama satu semester. Demikian pula ada berita-berita kegiatan yang ditulis oleh siswa.

Direktur Madaris 3 Annuqayah, K. M. Faizi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemajuan sekolah bukan hanya dilihat dari siswa yang semakin bertambah, gedung yang mentereng, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan fisik. Yang penting dari proses pendidikan anak didik adalah peningkatan mutu akhlak.

Kepala SMA 3 Annuqayah, K. M. Mushthafa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya acara ini adalah untuk bersilaturahim dan juga sekaligus penyerahan rapor.

Setelah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H. Nurul Huda, acara beralih pada sosialisasi program sekolah yang disampaikan oleh kepala sekolah. Hal-hal yang di bahas meliputi fasilitas yang dimiliki sekolah saat ini, arus keuangan sekolah (pemasukan dan pengeluaran), pembangunan, kegiatan-kegiatan sekolah, dan pembahasan tata tertib sekolah. Sebelumnya setiap undangan telah diberi lembaran yang berisi tata tertib sekolah.

Sosialisasi yang dijelaskan kepala sekolah selama 1 jam ini mendapat tanggapan yang baik dari wali murid. Ada yang memberi pertanyaan, kritik, saran dan masukan. Salah satu masukan yang mendapat tepuk tangan meriah adalah saat salah satu wali murid menawarkan saran agar setiap wali murid memberi sumbangan berupa 1 sak semen ke sekolah.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada penyerahan rapor semester ganjil kali ini ranking kelas di semua jenjang diumumkan dan diberi hadiah.

Dari seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi, penyerahan raporlah yang paling ditunggu-tunggu. Wali kelas menyerahkan rapor kepada wali murid di ruangan yang sudah ditentukan, sedangkan siswa menunggu di luar ruangan. Penyerahan rapor selesai sekitar jam 12.00 WIB.

Tidak ada kendala apapun yang menghambat kelangsungan acara ini sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.

12 Januari 2012

Observasi Kelas XI SMA 3 Annuqayah ke Wali Lima



Masluhatun, siswi kelas XI IPS-1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Guru mata pelajaran Sejarah kelas XI SMA 3 Annuqayah, Mabrurah, S.Ag., membawa murid-muridnya bersama beberapa guru pendamping observasi ke wali lima di Tuban, Gresik, Lamongan, dan Surabaya. Kegiatan ini sudah disepakati dengan para siswa beberapa minggu sebelum ujian semester ganjil dilaksanakan dan sudah mendapat persetujuan dari kepala SMA 3 Annuqayah.

Dari 62 orang siswa kelas XI (IPA dan IPS), ada 45 siswa yang mendaftarkan diri dalam kegiatan ini beserta 4 guru laki-laki dan 6 guru perempuan sebagai pendamping.

Observasi ini dilaksanakan setelah pelaksanaan ujian semester ganjil di SMA 3 Annuqayah selesai dan saat pelajaran masih belum aktif atau dalam masa remedi (perbaikan nilai).

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu untuk berziarah dan untuk menambah pengetahuan siswa tentang kelima sunan di Jawa Timur dengan datang langsung dan bertanya langsung kepada juru kunci di setiap makam sunan tersebut.



Ada lima kelompok yang masing-masing terdiri dari sembilan anggota. Masing-masing diberi tugas tertentu. Setiap kelompok didampingi oleh dua guru pendamping. Kelompok 1 khusus bertugas merangkum kegiatan observasi di Sunan Ampel dengan guru pendamping Syaiful Bahri, S.Ag. dan Mabrurah, S.Ag.; Kelompok 2 di Sunan Giri dengan guru pendamping Mahmudi, S.Sos. dan Bekti Utami, S.T.; kelompok 3 di Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dengan guru pendamping K.H. Ach Hazim, S.Sos., S.Pd. dan Hafiyatul Fajariyah, S.S.; kelompok 4 di Sunan Drajat dengan guru pendamping Rina Husada, S.Pd dan Sumbulatun, S.Pd.I.; dan kelompok 5 di Sunan Bonang dengan guru pendamping K. Marzuki dan Mus’idah Amin, S.Pd.I.

Rombongan observasi berangkat pada Selasa malam (27/12) setelah shalat isya’ tepatnya jam 19.45 WIB. Pada malam keberangkatan ini rombongan singgah di dua tempat, yaitu di makam K.H. Kholil, Bangkalan dan makam K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), untuk membaca doa dan tahlil.

Sedangkan observasi wali lima baru dimulai pada Rabu pagi (28/12), dimulai dari Sunan Bonang (Tuban), Sunan Drajat (Lamongan), Sunan Gresik (Gresik), Sunan Giri (Gresik), dan Sunan Ampel (Surabaya).

Peserta observasi juga mengunjungi museum yang bersebelahan dengan kompleks pemakaman Sunan Drajat. Museum tersebut mengoleksi beberapa benda bersejarah, seperti umpat batu/bencet, batu bulat, batu lumping, mata uang Cina, guci, batu berelief, keramik asing, padupa, kain batik motif drajat, jadhug, alat music, kitab Ambjah, naskah lontar, bayang gambang, dan bedhug yang dibuat oleh Pangeran Wonotirto keturunan Sunan Drajat ke-3 kira-kira abad XVII.

Selain berziarah dan belajar, baik siswa ataupun guru pendamping membeli buah tangan di tempat-tempat perbelanjaan yang bersebelahan dengan kompleks pemakaman sunan-sunan tersebut. Ada juga yang memandang kegiatan ini sebagai refreshing setelah sebelas hari mengikuti ujian semester.



Kunjungan terakhir adalah di Sunan Ampel, Surabaya. Setelah observasi di Masjid Agung Ampel selesai, rombongan banyak yang meminum dan mengambil air di gentong-gentong besar di tempat itu sebagaimana para peziarah lainnya. Air ini berasal dari sebuah sumur yang digali oleh Sunan Ampel dan santrinya. Air sumur ini dipercaya memiliki kelebihan seperti air zamzam di Mekah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa air sumur ini bersumber dari air zamzam di Mekah.

Setelah semua peserta lengkap di dalam mobil masing-masing, rombongan observasi dan ziarah SMA 3 Annuqayah pulang ke Guluk-Guluk, meninggalkan Surabaya dan menyeberang di atas Selat Madura dengan melewati jembatan terpanjang se-Asia Tenggara, Suramadu. Rombongan tiba di SMA 3 Annuqayah pada jam 23.05 WIB dengan selamat.

28 Desember 2011

Kelas XII Belajar Adobe Photoshop dan CorelDraw

Ruka'iya, siswa kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Untuk pertama kalinya guru pengajar Seni Budaya yang kini sedang mengajar siswi kelas XII baik IPA maupun IPS  di SMA 3 Annuqayah mengadakan suatu proses pembelajaran yang begitu menyenangkan. Dalam metode pembelajarannya kali ini, beliau mengundang seseorang yang cukup berpengalaman dalam bidang seni, khususnya dalam bidang mengolah gambar dengan menggunakan komputer.

Kali ini guru pengajar seni budaya yang bernama M. Mushthafa, S.Fil., M.A membuat sensasi baru dalam metode pembelajaran yang digunakan terhadap murid-muridnya. Seperti yang telah kita ketahui, mayoritas para guru apabila sedang mengajar pasti terpaku pada buku yang akan dipelajari. Namun beliau tidak. Karena selain terpaku pada buku juga berisi wawasan-wawasan umum yang tidak membuat anak-anak itu gaptek.

Kegiatan belajar mengolah gambar dengan komputer (yakni dengan program  Adobe Photoshop dan CorelDraw) ini berlangsung selama dua kali tatap muka dengan penyaji yang berbeda, yakni pada hari Sabtu dan Ahad, 24-25 Desember. Penyaji yang diundang sebagai pemberi materi pada pertemuan pertama yakni, K. Muhammad Affan, S.Ap. Beliau memaparkan tentang Adobe Photoshop. Tempatnya di Laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah.

Dalam pemaparannya beliau menjelaskan terlebih dahulu tentang apa itu Photoshop  agar siswa bisa punya gambaran awal. Pada saat dimulai  beliau langsung menjelaskan di hadapan para siswa dengan menggunakan LCD proyektor sehingga dapat memudahkan penjelasannya.

Photoshop adalah program visual (gambar) dan dapat mengasah otak kanan (imajinasi, emosional).  Pada kesempatan kali ini siswa belajar dan praktik langsung dengan tiga pembahasan yaitu memasang efek pada gambar dan teks, menggambar sederhana, dan memoles gambar (edit gambar).

Setelah pembahasan selesai, para siswa dapat menikmati langsung bagaimana caranya menggunakan Photoshop seperti yang telah dipaparkan penyaji. Media pembelajaran yang digunakan untuk praktik ialah komputer. Ada dua komputer dan dua laptop. Sehingga siswa dibagi menjadi empat kelompok. Siswa yang hadir bukan hanya siswa kelas XII saja melainkan dari kelas X dan XI juga ikut hadir sebagai undangan yang memang diminta sendiri oleh guru pengajar Seni Budaya.

“Para siswa begitu senang dengan dilaksanakannya acara ini karena merasa menemukan sesuatu yang baru dan tidak mudah bosan dengan suasana pendidikan yang menggunakan cara seperti itu-itu saja. Seperti halnya duduk di bangku sekolah dan harus mendengarkan penjelasan guru tanpa adanya media lain yang dapat menarik minat siswa agar supaya senang dengan materi yang diterangkan. Tentunya juga bermanfaat bagi siswa,” tutur Wiwin Wahyuni, siswi kelas XII IPA.

Selain itu, dari asyiknya praktik, siswa lupa waktu jam pulang. Kebetulan ketika acara ini berlangsung, hari-hari sekolah tak seperti biasanya dan pelajaran belum aktif dikarenakan SMA 3 Annuqayah baru selesai mengadakan ujian semester ganjil dan saat itu masih diadakan remedi untuk siswa yang nilainya di bawah rata-rata.

Pada hari berikutnya, yakni hari Ahad, materinya tentang CorelDraw yang dipaparkan oleh Badrus Shaleh. Beliau sangat berpengalaman dalam hal itu. Ia banyak berkarya dengan CorelDraw.

Ketika memaparkan beliau mengatakan bahwa hidupnya dibiayai dari CorelDraw. Dia juga termasuk perintis CorelDraw di Annuqayah. Spontan siswa tercengang dan mengucapakan “wow…” serempak. Hal itu tambah membuat siswa bergairah untuk terus menyimak penjelasannya dan tak mau ketinggalan.

Pembahasan sesi CorelDraw membutuhkan waktu yang lebih banyak dibandingkan materi hari pertama. Pelajaran CorelDraw di hari itu ada lima pembahasan  tapi karena waktunya tidak cukup sehingga berkurang satu menjadi empat yakni, membuat sampul majalah , membuat logo, membuat poster, dan membuat file JPG/BMP.

Dari hari pertama dan hari kedua, pada saat siswa sedang praktik, para penyaji masih membimbing dan mendampingi termasuk juga guru pengajar Seni Budaya, M. Mushthafa. Hal ini bertujuan agar siswa dapat lebih memahami secara langsung materi yang sudah diberikan.

Seusai acara, pengajar Seni Budaya mengharapkan agar ada tindak lanjut dari diadakannya acara ini, yakni dengan membentuk kelompok yang mendalami Photoshop dan CorelDraw, karena di Annuqayah putri belum ada kelompok yang secara mendalam dapat menggunakan Adobe Photoshop dan CorelDraw.

27 Desember 2011

Geliat Dakwah Islam di Norwegia

Masluhatun, siswi kelas XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Sehari setelah ujian semester gasal di SMA 3 Annuqayah usai, kegiatan seri diskusi video conference lintas-benua, kembali hadir di SMA 3 Annuqayah bertempat di laboratorium IPA. Acaranya tepatnya dilaksanakan pada hari Sabtu (24/12) siang.

Seri diskusi yang kelima kali ini mengangkat tema “Geliat Dakwah Islam di Eropa” bersama Abdillah Suyuthi, seorang mahasiswa S3 jurusan Teknologi Kelautan di NTNU, Trondheim, Norwegia.

Pria yang sudah lebih lima tahun belajar di kota Trondheim, Norwegia, ini menyampaikan materinya dengan berbagi pengalamannya selama berapa di Eropa. Suyuthi menyampaikan beberapa hal tentang masyarakat Norwegia maupun masyarakat Eropa pada umumnya.

Berhubungan dengan tema dakwah Islam di Eropa, Suyuthi mengatakan bahwa dia menjadi imam shalat di masjid di Trondheim. Dia juga bercerita bahwa saat ini masjid di kota itu bertambah satu lagi.

“Tidak mudah menemukan tempat untuk digunakan sebagai masjid. Tempat yang baru ini adalah bekas diskotik,” tuturnya.

Suyuthi juga bercerita bahwa ia pernah menikahkan seorang pasangan yang mempelai prianya beragama non-Islam. Sebelum akad nikah, mempelai pria terlebih dahulu masuk Islam (membaca syahadat), baru setelah itu keduanya dinikahkan.

Acara diskusi ini berlangsung selama sekitar 2 jam. Pesertanya murid SMA 3 Annuqayah, utusan dari beberapa sekolah di Annuqayah, termasuk juga mahasiswa. Ada dua peserta putra dari pengurus pesantren.

Masalah yang muncul pada diskusi kali ini berupa turunnya hujan sebelum acara yang mestinya dimulai jam 13.30 WIB. Sehingga diskusi dimulai pada jam 14.10 WIB, setengah jam lebih lambat dari jam yang sudah ditentukan. Masalah lain adalah koneksi internet yang sedikit bermasalah sehingga menyebabkan suara Abdillah Suyuthi kadang terputus-putus. Namun poin-poin penting dari apa yang dikemukakan Suyuthi dapat dipahami dengan cukup baik oleh peserta. Ini terbukti dari banyaknya pertanyaan peserta saat sesi tanya-jawab.

Akhirnya, sebelum acara ini ditutup, peserta member aplaus untuk Abdillah Suyuthi yang telah menjadi penyaji di seri diskusi video conference lintas benua ini.

16 Desember 2011

Shalat Gerhana di SMA 3 Annuqayah

Masluhatun, siswi kelas XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—OSIS SMA 3 Annuqayah Sabtu malam (10/12) yang lalu mengadakan shalat gerhana bersama. Menurut perhitungan Lajnah Falakiyah Annuqayah sebagaimana tercantum di kalender Annuqayah 2011, pada malam itu memang akan terjadi gerhana bulan total yang dapat dilihat dari Asia (termasuk Indonesia), Australia, dan Afrika (kecuali bagian barat). Karena itu, OSIS SMA 3 Annuqayah telah menyiapkan acara ini satu bulan sebelumnya. Shalat gerhana dilakukan bersama di mushalla putri Al-Furqaan.

Pada acara ini, panitia turut mengundang beberapa sekolah mitra, seperti MA Annajah I (Karduluk), SMA Al-Muqri (Prenduan), MA Raudlah Najiyah (Ganding), SMA Baitur Rahmah (Ganding),  pimpinan lembaga pendidikan di Annuqayah, pengurus daerah Annuqayah, ketua PCNU, MWCNU Guluk-Guluk, PKK, PAC Muslimat NU, kepala desa Guluk-Guluk, camat Guluk-Guluk, Sekcam Guluk-Guluk, guru Madaris 3 Annuqayah, BEM Instika, DPM Instika, LPM Instika, Racana Siti Khadijah, pengasuh di daerah Madaris 3 Annuqayah, dan masyarakat di sekitar Sabajarin.

Dalam sambutan kepala sekolah, beliau menyampaikan latar belakang kegiatan ini yang memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Beliau menegaskan bahwa gerhana bulan dalam acara ini akan dikaitkan dengan agama, ilmu pengetahuan (sains), dan seni.

Sebelum shalat gerhana (khusuf) dilaksanakan, K.H. Bushiri Ali Mufi selaku imam terlebih dahulu menjelaskan bahwa rukuk pada shalat khusuf harus lebih lama dari biasanya. Juga bahwa dalam satu rakaat ada dua ruku’. Sebelumnya, para undangan telah diberi lembaran informasi yang dibagikan oleh panitia yang memuat keterangan tentang shalat khusuf.

Shalat khusuf ini saja berlangsung selama 20 menit dengan sedikit masalah yang tidak berarti. Setelah salam dan dzikir, K.H. Bushiri Ali Mufi menyampaikan khotbah.

Saat sebagian besar yang hadir malam itu melaksanakan shalat khusuf berjamaah, baik putra atau putri, sebagian kecil siswi Madaris 3 Annuqayah dan undangan putri yang berhalangan shalat mengisi waktu dengan meneropong bulan ditemani beberapa panitia yang juga berhalangan. Sayangnya bulan saat itu tidak terlihat jelas karena terhalang  mendung. Setelah jamaah yang shalat selesai, mereka kembali ke tempat acara.

Mendekati jam sebelas malam, film Cosmic Voyage diputar setelah sebelumnya dibacakan beberapa puisi dari buku kumpulan puisi Permaisuri Malamku, karya M. Faizi yang dibawakan oleh tiga siswi SMA 3 Annuqayah.

Setelah film selesai diputar, undangan dan siswi masih berkesempatan melihat gerhana bulan yang tinggal separuh, menggunakan teropong bulan.

Di saat semuanya menyaksikan gerhana bulan yang hampir berakhir, ada dua siswi lagi yang membacakan puisi yang sama dengan sebelumnya.

Acara berakhir menjelang tengah malam.

“Saya sangat terkesan sekali dengan pelaksanaan acara gerhana ini. Saya juga bersyukur sekali karena dapat melaksanakan shalat gerhana berjamaah. Sejak dulu saya tak pernah melaksanakan shalat gerhana. Baru kali ini saya melaksanakannya,” kata Siti Ruqayyah, salah seorang masyarakat Sabajarin saat diwawancarai di kediamannya.

12 Desember 2011

PSG Mengisi Pelatihan Lingkungan di Al-Falah Lenteng

Masluhatun, siswi kelas XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Tim sampah plastik Pemulung Sampah Gaul (PSG) SMA 3 Annuayah kembali mendapat undangan untuk memberi pelatihan di sebuah pondok pesantren, yaitu di Pondok Pesantren Al-Falah, Lenteng Barat, pada hari Jum’at (02/12) pekan lalu.

Awalnya, Wardi, salah satu alumni PP Al-Falah yang berteman dengan salah satu anggota PSG, yaitu Yuliatin, meminta kepada Yuliatin dan tim sampah plastik PSG untuk memberi pelatihan di PP Al- Falah. Setelah dirundingkan dan disetujui oleh anggota tim dan pembina, akhirnya berangkatlah tim sampah plastik yang beranggotakan Indah Susanti, Qurratul Aini, Yuliatin, Ummamah, dan didampingi guru SMA 3 Annuqayah, Mus’idah Amin, S.Pd.

Peserta yang hadir adalah siswa dari kelas IV Madrasah Ibtidaiyah sampai XI Madrasah Aliyah (putra-putri). Materi yang disampaikan tidak banyak karena peserta lebih berantusias untuk langsung praktik membuat kerajinan dari sampah plastik.

Saat penyampaian materi hanya ada satu orang yang bertanya, yaitu ketua OSIS MA. Sementara peserta yang lain lebih tertarik pada praktiknya. Selama praktik, tim PSG mengambil kesempatan untuk memberikan materi secara tidak langsung, dengan berdiskusi ataupun tanya-jawab.

“Saya prihatin melihat wawasan mereka tentang lingkungan yang sangat minim. Dan di sana tidak ada satu pun tempat sampah yang terihat,” kata Indah Susanti, siswa kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah.

Acara yang berlangsung selama setengah hari itu mendapat penerimaan yang baik dari pihak PP Al-Falah sehingga acara berjalan lancar.