10 Juli 2012

SMA 3 Annuqayah Menuju Sekolah Adiwiyata

Rohmatin, XII IPA SMA 3 Annuqayah

Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) daerah Jawa Timur bekerja sama dengan Yayasan Kaliandra Sejati mengadakan Kemah Hijau yang bertempat di Pantai Lombang, Batang-Batang, Sumenep.

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 1-4 Juli 2012. Beberapa sekolah yang merupakan Sekolah Adiwiyata di Jawa Timur ikut berpartisipasi dalam kemah ini. SMA 3 Annuqayah, walaupun bukan termasuk sekolah Adiwiyata, juga diundang untuk mengikuti acara ini.

Pantai Lombang tempatnya sangat indah dan dihiasi dengan cemara udang yang sangat indah dan langka. Demikian penjelasan salah seorang panitia kemah yang berasal dari Kaliandra tentang alasan pemilihan pantai Lombang sebagai tempat Kemah Hijau pada tahun ini.

“Ekonomi Hijau: ubah perilaku tingkatkan kualitas lingkungan. Demikian tema Kemah Hijau 2012.

SMA 3 Annuqayah mengirim lima orang delegasi. Empat delegasi dari siswa dan satu guru. Empat siswa itu adalah saya sendiri, Anisah, Istianah Alifia, dan Sakiyah. Kami berangkat pada Senin (1/7) sekitar pukul 12.45 WIB. Kepala SMA 3 Annuqayah, K. M. Mushthafa, S.Fil., M.A., mengantarkan kami ke tempat tujuan yang ditemani oleh beberapa alumni SMA 3 Annuqayah, termasuk Koordinator Pemulung Sampah Gaul (PSG), Indah Susanti.

Dalam perjalanan kami merasa deg-degan. Karena ini adalah kali pertama kami mengikuti acara se-Jawa Timur. Dalam perjalanan, kami diberi semangat oleh Indah Susanti. Kami juga diajari yel-yel untuk menyemarakkan acara Kemah Hijau tersebut.

Pertama kami mampir di kantor BLH Sumenep untuk menyerahkan surat tugas dan kami rencananya akan berangkat bersama dari kantor BLH . Namun, sesampainya di sana rombongan kami sempat kecewa karena ternyata orang BLH tidak ada. Akhirnya kami berangkat sendiri ke pantai Lombang.

Sesampainya di pantai lombang, sudah ada beberapa peserta yang datang dan mayoritas dari luar Madura. Guru pendamping kami, Mus’idah Amin, S.Pd.I., segera mengambil nomor antrean. Kami mendapat nomor delapan belas. Sebelum dipanggil untuk mengambil formulir pendaftaran, kami sempat berpose di baliho Kemah Hijau.

Nomor undi delapan belas!

Setelah nomor antre dipanggil, kami pun memenuhi panggilan. Kami diberi lima lembar kertas. Kertas pertama berisi formulir dan kertas yang lainnya berisi tata tertib dan jadwal kemah. Setelah pengisian formulir selesai, kami menyerahkannya di ke panitia di kantor UPT Wisata Lombang. Di sana sudah ada sekitar lima panitia dari Kaliandra yang bertugas. Kami diberi atribut kemah setelah kami menukarkan formulir kami.

Awalnya kami mengira bahwa kami akan setenda. Namun hal itu jauh sekali dari kenyataan. Kami berada di tenda yang berbeda. Begitupun dengan guru pendamping kami.

Sempat terjadi kegaduhan sebelum rombongan pengantar kami pulang yang disebabkan hilangnya sandal salah seorang pengantar rombongan kami. Walaupun sudah dicari ke mana-mana saja, hasilnya tetap nihil. Sandal itu tetap tidak detemukan tanda-tanda keberadaannya. Padahal sandal itu baru pertama kali dipakai oleh sang pemilik. Akhirnya sang pemilik pulang tanpa menggunakan alas kaki.

Malam harinya, sekitar jam 19.30 WIB, acara tasyakuran pembukaan dibuka oleh kepala Badan Lingkungan Hidup Jawa timur yang dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng. Beliau juga memberikan sambutan sebelum acara kemah ini dibuka. Selain itu, kepala UPT Wisata Lombang juga hadir dan ikut memberikan sambutan. Masyarakat sekitar pantai lombang juga dilibatkan.

Senin (02/07)

Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, kami bangun untuk mandi. Sebenarnya udara sangat dingin sekali. Namun, kami terpaksa harus mandi walaupun waktu menunjukkan dini hari.

Sekitar pukul 09.00 WIB, kami dipanggil ke tenda pembelajaran. Segala macam atribut sudah kami pakai.

“Pin diharap untuk tidak dipakai sebelum acara penyematan pin selesai,” ucap sang presenter di depan tenda pembelajaran.

Setelah penyematan pin tanda peserta oleh Bupati Sumenep, K.H. A. Busyro Karim, selesai, acara berlanjut pada materi oleh UPT Lombang Kabupaten Sumenep dengan tema Upaya Konservasi Hutan Cemara Udang Pantai Lombang Kab. Sumenep. Materi memakan waktu yang sangat singkat karena tidak banyak yang dipaparkan oleh pemateri.

Sekitar pukul 11.30 WIB hingga 13.00 WIB, acara pembagian kelompok dimulai. Semua peserta (kurang lebih empat ratus orang) dijadikan sepuluh kelompok yang terdiri dari sekitar tiga puluh siswa dari sekolah yang berbeda. Masing-masing kelompok melakukan perkenalan setelah pembagian kelompok selesai. Selain itu, setiap kelompok juga harus membuat yel-yel yang akan ditampilkan di acara selanjutnya. Setelah serangkaian kegiatan kelompok selesai, semua peserta dipersilakan untuk istirahat.

Pada pukul 14.00 WIB, semua peserta yang sudah makan siang dipanggil ke tenda pembelajaran. Sebelum aktivitas selanjutnya dimulai, semua peserta direfresh terlebih dahulu dengan beberapa game yang dipimpin oleh Mas Tije dari Kaliandra.

Kemudian masing-masing kelompok mengambil tempat yang teduh di bawah rindangnya pohon cemara udang. Setiap pendamping memberikan game yang berbeda-beda namun memiliki makna yang hampir sama. Game ini selesai sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah itu, semua perserta kembali ke tenda masing-masing.

Setelah makan malam, semua peserta kembali dikumpulkan di tenda pembelajaran untuk mengikuti materi. Begitupun dengan guru pendamping. Namun, tempat dan materi antara guru pandamping dan peserta berbeda. Materi ini selesai sampai pukul 21.00 WIB.

Selasa (03/07)

Aktivitas pagi masih sama dengan sebelumnya. Namun, untuk materi dimulai pukul 08.00 WIB. Tema materi yang pertama “Pengelolaan Lingkungan Bersama Mobil Hijau”. Setelah materi selesai, panitia meminta satu delegasi dari setiap kelompok untuk mengikuti satu panitia. Tidak ada yang tahu mengapa panitia meminta delegasi tersebut. Namun, setiap kelompok hanya menurut saja.

Untuk materi selanjutnya, sepuluh kelompok kemah ini dibagi menjadi tiga kelompok besar. Dari ketiga kelompok besar ini mempunyai tugas yang berbeda. Kelompok pertama mendapat tugas untuk mengkampanyekan kegiatan peduli lingkungan untuk daerah pegunungan. Sedangkan kelompok dua mendapat tugas berkampanye di daerah perkotaan. Dan kelompok tiga mendapat tugas berkampanye di daerah laut atau perairan. Setelah ketiga kelompok ini menyelesaikan tugas masing-masing, dilanjutkan dengan tugas kampanye. Namun, karena waktu tidak cukup, kampanye dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB.

Setelah dirasa cukup untuk istirahat, semua peserta kembali ke tenda pembelajaran. Seluruh peserta berkumpul dengan kelompok masing-masing. Setelah persiapan kampanye selesai, masing-masing mulai beraksi untuk berkampanye. Tempat yang dipilih untuk pelaksanaan kampanye yaitu di bawah pohon cemara udang. Kampanye dimulai dari kelompok satu yang mendapat tugas mengkampanyekan keadaan daerah pegunungun. Setelah kelompok satu selesai, disusul oleh kelompok dua. Dan yang terahkhir kelompok tiga. Kampanye selesai sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebelum dibubarkan, seluruh peserta dikumpulkan untuk diberi informasi tentang persiapan pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup dan acara pentas seni dari masing-masing kelompok yang akan digelar pada malam sebelum pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup.

Panitia mengimbau bahwa acara peringatan Hari Lingkungan Hidup yang akan dilaksanakan pada Rabu (4/7) harus meriah. Alasanya karena acara ini akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Pak De Karwo. Semua peserta kemah hijau juga dilibatkan. Dan acara ini juga dimeriahkan oleh pameran dari berbagai lembaga/sekolah yang mengikuti kegiatan kemah.

Untuk penyambutan kedatangan sang Gubernur, peserta kemah diajari satu lagu yang dipimpin oleh sepuluh orang yang dipanggil sebagai perwakilan tadi. Semua peserta sangat bersemangat menyanyikannya.

Untuk pentas seni, setiap kelompok harus menampilkan satu penampilan untuk ikut memeriahkan acara pentas seni tersebut. Semua kelompok menyetujui keinginan panitia. Setelah pengumuman selesai, masing-masing kelompok mulai mendiskusikannya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, semua peserta sudah mulai merapat ke tenda pembelajaran. Tanpa dikomando panitia, seluruh peserta sudah berkumpul dengan kelompok masing-masing. Sebelum acara pentas seni dimulai, ada satu materi yang belum terselesaikan. Materi ini dinarasumberi oleh Mas Heri dari Kaliandra. Setelah materi selesai, semua peserta dikumpulkan di samping tenda pembelajaran untuk menyaksikan satu penampilan unik. Penampilan ini bersangkut paut dengan materi yang disampaikan oleh Mas Heri. Penampilannya yaitu berjalan di atas bara api. Mas Heri menawari seluruh peserta yang berminat untuk mencoba. Tidak sedikit peserta yang mencoba untuk melakukan aksi ini.

Selanjutnya, disusul dengan acara pentas seni. Masing-masing kelompok mulai beraksi di panggung kesenian dengan berbagai macam ekspresi.

Rabu (04/07)

Sekitar pukul 08.00 WIB, seluruh peserta sudah mulai berkumpul untuk mempersiapkan serangkaian acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Semua peserta sudah siap dengan segala macam atribut. Acara ini serasa sangat meriah sekali. Dari berbagai kalangan datang menghadiri acara ini.

Kedatangan Gubernur sekitar pukul 09.00 WIB, disambut dengan berbagai macam lagu. Baik dari kader lingkungan ataupun dari peserta kemah, bergantian menyanyikan lagu yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Selain itu, musik uldaul sumenep juga ikut memeriahkan penyambutan untuk Gubernur.

Acara dimulai sekitar jam 09.45 WIB. Pembawa acara mulai membacakan serangkaian acara yang akan berlangsung. Tarian daerah asal Sumenep, ‘muwang sangkal’, diletakkan di awal acara sebagai acara pembuka.

Bupati Sumenep, K.H. A. Busyro Karim, memberikan sambutan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Gubernur Jawa Timur. Selain memberikan sambutan, beliau juga memberi bantuan benih kepada beberapa kelompok petani dan PKK baik di Madura maupun di luar Madura secara simbolis. Tidak hanya bantuan saja, beliau juga memberikan penghargaan kalpataru, Adipura dan Sekolah Adiwiyata. Acara berlangsung dengan sangat khidmat.

Setelah pembawa acara menutup acara, dilanjutkan dengan penebaran tokek penyu dan burung di lokasi pantai Lombang sebagai wujud pelestarian lingkungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Sekitar pukul 12.30 WIB, acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sudah usai. Namun, masih ada satu acara yaitu, penutupan Kemah Hijau. Acara ini merupakan acara yang terakhir. Dalam acara ini, tim Kaliandra memberikan penghargaan kepada peserta terbaik. Tidak hanya itu, seluruh peserta Kemah Hijau 2012 mendapat sertifikat. Setelah itu, setiap kelompok mengadakan foto bareng sebagai dokumentasi.

Walaupun di awal acara kami sempat merasa tidak kerasan, namun di akhir acara, Kemah Hijau memberi kesan yang sangat mendalam. Kami merasa berat untuk meninggalkan pantai Lombang dan berpisah dengan seluruh peserta kemah walaupun kami tidak begitu mengenal satu persatu.

Acara penutupan berakhir.  Kami pulang sekitar pukul 14.30 WIB dengan membawa seribu kenangan terindah bersama kawan-kawan yang tidak tahu kapan kami akan bersua kembali.

Walaupun sekolah kami bukan Sekolah Adiwiyata, tapi sekolah kami adalah calon Sekolah Adiwiyata. BLH Sumenep akan menggandeng kami menuju Sekolah Adiwiyata.

Kemah Hijau 2012, Go!
           
Salam Bumi! Pasti Lestari!
Salam Adiwiyata! Bisa!
Adiwiyata Mandiri!
Satu kata, satu hati, melangkah pasti, meraih adiwiyata mandiri!
Jawa Timur! Jaya, Jaya, Luar Biasa!

2 komentar:

M. Faizi mengatakan...

Selamat dan sukses menuju Sekolah Adiwiyata

Siti Nujaimatur mengatakan...

Good!

Salut! :)