14 Juni 2012

Perpisahan Kelas Akhir SMA 3 Annuqayah


Ruka'iya, XII IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Pada tanggal 8 Juni 2012, siswi kelas akhir SMA 3 Annuqayah mengadakan perpisahan yang berjudul "Lepas Kenang " bertempat di Laboratorium IPA dengan dekorasi sederhana namun berjalan dengan baik dan sukses.

Lepas kenang ini bertujuan untuk mengenang semua kebersamaan yang telah tiba di persimpangan jalan hingga tiba waktunya semua siswi kelas akhir menentukan pilihan hidupnya masing-masing. Entah itu melanjutkan ke lembaga perguruan tinggi atau kerja maupun menikah.

Acara juga sebagai bentuk silaturrahim dengan dewan guru dan teman-teman kelas akhir.

Paduan Suara Madaris III Annuqayah (Paramarta) juga ikut tampil menyemarakkan acara ini dengan menyanyikan beberapa lagu, di antaranya berjudul Terima Kasih Madaris III, Hymne Guru, Perpisahan dan tak lupa pula Shalawat Nabi.

Ketika lagu perpisahan dinyanyikan sebagian besar siswi merasa hatinya bergetar dan tersentuh mendengarkan sajak-sajak perpisahan. Bahkan, ada siswi yang meneteskan air matanya.

“Hari ini adalah pertemuan terakhir setelah proses belajar selesai dan ujian telah kita lalui. Namun saya tak akan pernah melupakan SMA 3 Annuqayah yang telah mendidik dan membimbing dengan ikhlas,” tutur Qurratul Aini, siswi XII IPS.

Pada saat Kepala SMA 3 sambutan, beliau memperingatkan kepada seluruh siswa kelas akhir bahwa perjalanan masih panjang dan belum berhenti sampai di sini. Yang penting adalah mempertahankan hal berharga yang sudah dimiliki terutama berkaitan dengan identitas santri yang terkenal dengan akhlakul karimahnya.

Panitia juga menghadirkan penceramah yang memberikan tausiyah, yakni K.H. Muhammad Husnan A. Nafi', S.Ag., M.Pd. Di awal, beliau menyinggung kriteria  seorang penceramah, di antaranya harus bergelar “kiai haji”, harus lucu, penampilan meyakinkan dengan banyak mengeluarkan ayat al-Qur'an, dan sebagainya.

Banyak  hal yang dipaparkan beliau, di antaranya tentang orang yang akan selamat pada zaman akhir, tanda-Tanda zaman akhir, barakah dan keikhlasan. Beliau juga memaparkan tentang cara menentukan lembaga perguruan tinggi yang baik. Selain itu, karena audiennya kelas XII, rata-rata umurnya sudah matang dan cukup dewasa, beliau memaparkan Kriteria cowok idaman. Menurut beliau kriteria cowok idaman di antaranya paling tampan, paling kaya, dari keturunan yang paling berpengaruh. Namun dari ketiga hal itu ada yang paling penting dan utama yakni agama dan akhlaknya yang baik, seperti alumni annuqayah.

“Dari awal hingga usai terkesan lucu deh, membuat perut saya geli dan ketawa lepas. Saya suka dengan pemaparan beliau,” tutur Indah Susanti, siswi XII IPA.

"Saya sebagai salah satu siswi kelas akhir mengucapkan terima kasih atas jasa baik Bapak dan Ibu Guru, beserta semua yang telah berjasa membantu kami selama kami menuntut ilmu dan tak lupa ucapan maaf kepada semua guru atas kesalahan-kesalahan yang telah kami lakukan selama menjadi siswi,” demikian kesan dan pesan dari perwakilan kelas akhir yang disampaikan Ernawati, siswi XII IPA.

Acara terakhir ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh K.H. Muhammad Husnan A.Nafi'. Setelah itu acara sowan kepada guru perempuan. Agar tertib dan rapi,maka siswi dipandu untuk membentuk barisan sedang para guru berjejer di depan. Sedangkan guru laki-laki langsung keluar meninggalkan acara tersebut. Dan Kepala Sekolah menyempatkan untuk memutar lagu "Perpisahan" karangan K. Muhammad Affan, S.Ap. dan yang membawakan adalah R.Restu Wulandari , alumnus SMA 3 Annuqayah.

Kemudian deraian air mata siswi mengalir.

“Sebagian besar siswi menangis penuh penyesalan, menyesali sikapnya terhadap guru, terkadang bergurau dan tidak mendengarkan pejelasan guru. Begitu juga kala bertengkar dengan teman dan waktu yang begitu cepat berputar, hingga tiba saatnya memisahkan kita,” tutur Novia Verawati, siswi XII IPA.

“Sungguh begitu berat meninggalkan SMA 3 Annuqayah dan kebersamaan ini,” sambung Af-idatun Hasanah, siswi XII IPS.

Seusai acara, siswi kelas akhir tidak langsung pulang. Mereka masih ingin menikmati kebersamaan. Lalu pembacaan puisi pun dimulai dan setelah itu mereka semua bergilir untuk saling maaf-maafan. Kemudian konsumsi yang diberikan panitia berupa nasi, dimakan bersama

“Selamat tinggal putih abu-abu,” tutur Liana Wahidah, siswi XII IPA.

Tidak ada komentar: