05 Desember 2011

Komputer Juga Bisa Terkena Disleksia


Masluhatun, siswi kelas XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari  Jum’at (02/12) kemarin, seri diskusi video conference lintas-benua kembali hadir di SMA 3 Annuqayah. Kali ini bersama narasumber Harwintha Yuhria Anjarningsih, yang saat ini sedang menempuh S3 di University of Groningen, Belanda. Acara ini bertempat di laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah dan dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Tema yang diangkat adalah “Disleksia pada Anak-Anak”. Disleksia sendiri terdapat dua macam, yaitu developmental dyslexia (bawaan sejak lahir dan keturunan) dan acquired dyslekxia (karena faktor lain).

Pengertian disleksia menurut Harwintha adalah ketika seorang anak kesulitan dalam membaca dan tentunya akan sulit dalam menulis. Disleksia bukan karena seorang anak memiliki IQ rendah. Tapi karena ada latar belakang psikologis yang kurang baik.

Disleksia memiliki ciri-ciri, yaitu membaca terbata-bata, membaca pelan sekali , dan tertinggal dari anak sebayanya. Anak yang punya masalah disleksia kadang memiliki kelebihan, seperti Albert Einsten.

Acara ini semula dimoderatori oleh M. Mushthafa, guru SMA 3 Annuqayah, tapi di  pertengahan acara beliau harus digantikan oleh guru yang lain karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggal.

Secara teknis, pelaksanaan seri diskusi lintas-benua yang keempat ini memiliki kekurangan. Di antaranya, peserta tidak segera datang dan suara narasumber yang terdengar tercekat-cekat kurang jelas. Yang terakhir ini mungkin karena jaringan internet di sekolah yang sedang bermasalah. Berbagai usaha sudah dicoba tapi tetap saja suara yang terdengar kadang terputus-putus. Terpaksa peserta mendengar suara Harwintha dengan kurang jelas. Tetapi peserta tetap berusaha untuk memahami apa yang disampaikan oleh Harwintha.

Antusiasme yang ditunjukkan peserta cukup baik. Beberapa pertanyaan muncul disela-sela presentasi Harwintha dan di akhir prestasi yang dijawab dengan baik. Walaupun dengan suara yang terputus-putus.

Tentang hal ini, ada siswa yang berkomentar lucu. “Ternyata komputer juga bisa terkena disleksia,” katanya. Peserta yang lain berkomentar bahwa tema ini sangat cocok untuk guru-guru di tingkat sekolah dasar. “Alangkah baiknya jika acara ini diadakan kembali khusus untuk guru-guru Madrasah Ibtidaiyah di sekitar sini,” kata Mus’idah Amin, guru di SMA 3 Annuqayah yang memoderatori diskusi ini.

Diskusi yang diikuti oleh sekitar 25 orang ini berlangsung tidak lebih dari dua jam. Kemudian ditutup oleh Mus’idah Amin dengan singkat menjelang pukul 16.00 WIB.

1 komentar:

Lalu Abdul Aziz Mhd mengatakan...

dileksika pada komputer disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya memori, kapasitas prosesor, kerusakan registry, kerusakan system. Dari sisi onlinenya, bandwith, provider dan adanya spyware