11 Oktober 2010

Aktivitas Ekstra-Kurikuler MI 3 Annuqayah Sudah Dimulai


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Sore itu, 1 Oktober 2010, beberapa anak MI 3 Annuqayah tampak sedang menyimak materi sains dari seorang tutor. Mereka membentuk lingkaran sembari menyimak pengantar. “Sore ini kita akan praktik materi sains tentang perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup,” kata Mega Eka Suciyanti, tutor pada sore hari itu.

Tak lama kemudian, anak-anak bergegas mengambil beberapa gelas air kemasan bekas. Mula-mula, mereka meletakkan kapas di dalamnya, kemudian membasahinya dengan beberapa tetes air. Lalu masing-masing gelas diisi 6-7 biji kacang hijau.

Bimsus sains merupakan kegiatan ekstra-kurikuler di MI 3 Annuqayah yang bertujuan memfasilitasi anak-anak untuk melakukan praktik secara langsung materi sains yang mereka dapatkan di ruang kelas formal pagi hari. Kegiatan tersebut menjadi semacam laboratorium sains untuk pembelajaran penelitian dan eksperimental.

Lima hari kemudian, tepatnya pada tanggal 5 Oktober 2010, untuk pertama kalinya MI 3 Annuqayah mengaktifkan kembali kegiatan Sanggar Pelangi. Kegaiatan ini merupakan kali pertama pasca libur panjang bulan Ramadhan. Dalam upayanya meningkatkan mutu dan kualitas proses belajar, tahun ini pula MI 3 Annuqayah mendatangkan K. M. Luqman El Hakim, kepala sekolah MI Nurul Islam, Bataal Barat, Ganding, sebagai pembimbing kegiatan tersebut. “Rencana ini sudah kami sampaikan dan komunikasikan pada pertengahan tahun pelajaran lalu. Alhamdulillah, tahun pelajaran ini beliau dapat berbagi di sini,” kata salah satu pengurus MI 3 Annuqayah.

Kegiatan Sanggar Pelangi merupakan salah satu ektra kurikuler di MI 3 Annuqayah yang lebih menekankan kepada pengembangan skill dan motivasi siswi. Di Sanggar Pelangi, proses belajar didesain serba bermain . Dengan demikian, anak-anak betah belajar dan tidak mudah jenuh.“Tahun ini saya akan belajar bersama adik-adik MI 3 Annuqayah. Minggu depan kita belajar keterampilan baru, ya,” kata Luqman di sela perkenalannya.

Selain bimsus dan Sanggar Pelangi, MI 3 Annuqayah juga memiliki kegiatan ekstra-kurikuler baru: menyulam. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore. Kegiatan menyulam baru berlangsung dua kali pertemuan dan langsung diminati oleh anak-anak.

Seperti kegiatan yang lain, kegiatan ini tidak diwajibkan bagi siswi MI 3 Annuqayah.. “Anak-anak memang tidak diwajibkan ikut kegiatan ekstra. Namun meskipun demikian, anak-anak sangat dianjurkan untuk mengikuti semua kegiatan di sini selama memungkinkan,” kata Mega, tutor menyulam pada sore itu.

Sementara untuk kegiatan pramuka tahun ini pelaksanaannya ditetapkan setiap hari Rabu sore. Pada pertemuan pertama, Kak Mumdarin berhalangan, tidak dapat hadir. Sore itu kegiatan pramuka MI 3 Annuqayah tampak dipandu oleh tiga kakak pembina pramuka dari Gudep Annnuqayah. Meski ini merupakan pertemuan pertama, anak-anak tampak bersemangat dan riang gembira mengikuti kegiatan pramuka. “Saya sangat senang dan eman kalau sampai ndak hadir kegiatan ekstra di sini” kata Icha, siswi kelas akhir MI 3 Annuqayah, yang tahun ini ditunjuk sebagai koordinator kegiatan.

01 Oktober 2010

Menyulam, Ekstra Kurikuler Baru di MI 3 Annuqayah

Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah terus melakukan evaluasi dalam rangka mengembangkan mutu sekolah—khususnya dalam hal kegiatan ekstra kurikuler. Pada tahun ajaran ini, menyulam, dipilih sebagai kegiatan ekstra baru di Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah.

“Kegiatan ini sudah direncanakan pada tahun lalu. Alhamdulillah, dengan dukungan berbagai pihak sekolah, tahun ini menyulam bisa direaliasikan menjadi program,” kata Mega Eka Suciyanti, tutor menyulam dan membatik MI 3 Annuqayah. Kegiatan ini dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya di MI 3 Annuqayah dilaksanakan setiap sore secara bergiliran. “ Saya ingin belajar menyulam juga,” kata Roziqoh, salah satu guru MI 3 Annuqayah yang tampak hadir sore itu.

Selain menyulam, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah tahun ini juga menghadirkan K. Lukman El Hakim, Kepala MI Nurul Islam, Bataal Barat, Ganding, sebagai fasilitator Sanggar Pelangi. Selama ini dia dikenal sebagai figur yang cukup lama mendalami dan berbaur dengan dunia anak-anak.

Tahun ini, kegiatan ekstra kurikuler menyulam, membatik, kursus matematika, sains, dan bahasa Indonesia, dipercayakan kepada Mega ESY. Sedangkan untuk kegiatan Sanggar Pelangi akan difasilitasi oleh K. M. Lukman El Hakim dan kegiatan pramuka akan dibimbing langsung oleh Mumdarin, S.Ag, yang saat ini menjabat sebagai pembina pramuka Annuqayah.

“ Ini semua dilakukan tidak lain untuk meningkatkan mutu kegiatan ekstra sekaligus komitmen sekolah untuk menfasilitasi anak-anak dalam mengembangkan bakatnya,” kata Mahfud Manaf, kata guru yang baru saja mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala MI 3 Annuqayah.

03 Agustus 2010

Workshop Kepenulisan, Awali Semangat Menulis Siswa


Ruka’iyah, siswa XI IPA SMA 3 Annuqayah

GULUK-GULUK—Kamis (29/07) kemarin, Perpustakaan Madaris 3 Annuqayah bekerja sama dengan MA 1 Annuqayah Putri dan IAA (Ikatan Alumni Annuqayah) Surabaya mengadakan Workshop Kepenulisan. Fasilitator kegiatan ini adalah Lan Fang, seorang penulis nasional yang telah menerbitkan banyak karya. Di antara karyanya yang cukup populer saat ini berjudul Ciuman di Bawah Hujan.

Acara yang bertempat di Perpustakaan Madaris 3 Annuqayah tersebut dihadiri oleh 15 siswa SMA 3 Annuqayah,10 undangan siswa dari MA 1 Annuqayah Putri dan satu orang guru MA 1 Putri Annuqayah yaitu Nyai Fadilah Hunaini.

Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.45 WIB. Workshop Kepenulisan ini dibuka oleh K.M. Faizi, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Sabajarin.

Acara tersebut berlangsung sangat aktif dan komunikatif. Acara ini berlangsung dengan tidak terlalu formal, dekorasi yang penuh seni dan unik, serta peserta yang dipilih dari tingkat SLTA sederajat. “Peserta sederajat ini memang sengaja dipilih karena saya memang meminta pada Ra Faizi. Takutnya kalau ndak sederajat, bisa-bisa ndak nyambung. Trus saya bakal kerepotan,” ungkap Lan Fang di sela-sela acara.

Adapun siswa yang mengikuti acara tersebut memang telah dipilih sebelumnya. Semua peserta harus menyetorkan karya fiksinya minimal 3 halaman. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah menilai tulisan dari masing-masing peserta. Peserta bertukar karya dan saling ‘membantai’––memberi kritik pada karya teman mereka yang dibaca selama sepuluh menit.

Dalam mengapresiasi cerita tersebut, para siswa, termasuk juga Nyai Fadilah Hunaini, begitu antusias, sehingga membuat suasana menjadi lebih hidup dan penuh dengan gelak tawa.

Setelah acara penyajian materi tersebut usai, acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan oleh PSG (Pemulung Sampah Gaul) SMA 3 Annuqayah kepada Lan Fang. Tas yang diolah dari sampah plastik sebagai kenang-kenangan itu diserahkan oleh Nyai Fadilah Hunaini. Sebagai penutup, semua peserta yang menghadiri acara workshop berpose bersama Lan Fang.

Kemudian terdengar bisik-bisik kecil dari salah seorang peserta acara tersebut. “Bertemu lansung dengan Lan Fang bagaikan sebuah mimpi,” kata Ernawati, salah satu siswa kelas XI IPA SMA 3 Annuqayah.

22 Juli 2010

PSG Sosialisasi Peduli Lingkungan di Batu Putih


Yuliatin, XII IPS SMA 3 Annuqayah

Hari Minggu (18/07) kemarin, komunitas Pemulung Sampah Gaul (PSG) SMA 3 Annuqayah diundang mahasiswa STIK Annuqayah yang sedang melaksanakan KKN di desa Batu Putih Keni’, Batu Putih, Sumenep. PSG diundang untuk berbagi ilmu dan pengalaman tentang lingkungan dengan masyarakat sekitar desa tersebut.

Anggota PSG yang berjumlah 9 orang tersebut didampingi satu orang guru yaitu Mus’idah Amin. Tepat pukul 07.30 WIB rombongan PSG beserta pendamping berangkat menuju desa Batu Putih Keni’dengan diantar menggunakan mobil milik STIK Annuqayah.

Rombongan tersebut tiba di tempat tujuan pada pukul 08.55 WIB. Namun acara tak kunjung dimulai, sebab masyarakat masih menghadiri acara pengajian. Sesampainya di sana, para anggota PSG disambut baik oleh mahasiswa KKN. Berbagai makanan disuguhkan, seperti pisang, krupuk, teh, dan yang lainnya.

Pada pukul 09.35 WIB acara baru dimulai. Semua peserta berbondong-bondong memasuki ruangan kelas Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum. Presentasi dari PSG menjadi mata acara keempat setelah acara pembukaan, pembacaan ayat suci al-Qur’an, dan sambutan dari ketua kelompok KKN dan pengasuh lembaga tersebut.

Selama presentasi berlangsung, masyarakat menyimak dengan penuh semangat apa yang disampaikan oleh tim PSG. Pada akhir acara diisi dengan praktik pembuatan tas dari sampah plastik. Masyarakat pun yang melihat langsung demo dari anggota PSG berdesak-desakan demi melihat praktik tersebut.

Dengan kedatangan PSG ke desa batu putih, warga sangat antusias untuk mengikuti jejak PSG. Selain pembuatan tas plastik, pupuk organik juga amat diminati oleh para masyarakat. Bahkan pada saat rombongan PSG hendak pulang, masyarakat meminta untuk meninggalkan satu atau dua annggota PSG untuk melakukan praktik pembuatan pupuk organik. Namun berhubung para anggota PSG adalah siswa yang wajib masuk sekolah formal di SMA 3 Annuqayah, maka keinginan masyarakat tersebut belum bisa terpenuhi.

13 Juli 2010

SMA 3 Annuqayah Presentasi di Konferensi Caretakers of the Environment International ke-24 di Lawang, Malang (4-10 Juli 2010)

Guru dan murid SMA 3 Annuqayah yang hadir dalam Konferensi CEI ke-24 (dari kiri ke kanan): M. Mushthafa, Mahmudi, Bekti Utami, Ummul Karimah, Cholilah, Istifadhatul Qomariyah, Mus'idah.

Sedang mengikuti sesi diskusi umum di aula utama.


Tiga murid SMA 3 Annuqayah sedang mempresentasikan proyek lingkungan mereka di sesi paralel Konferensi CEI.


Sedang berbicara dengan seorang guru dari Yunani di sela-sela konferensi.


Dua murid dan satu guru SMA 3 Annuqayah di sesi presentasi paralel.


Guru dan murid SMA 3 Annuqayah sedang praktik membuat obat-obatan dari tanaman herbal di salah satu sesi konferensi CEI.


Tiga murid SMA 3 Annuqayah sedang tampil dalam cultural evening performance konferensi CEI di Universitas Brawijaya, Malang.



Berbincang dengan peserta konferensi dari Denmark. Guru dan murid SMA 3 Annuqayah diperkenalkan dengan lingkungan internasional melalui konferensi CEI ini.



Ummul Karimah, murid SMA 3 Annuqayah, bersama peserta konferensi yang lain sedang tampil untuk sebuah performence.



Guru dan murid SMA 3 Annuqayah mampir ke Yayasan Kaliandra Sejati Pasuruan untuk sekilas melihat model pertanian organik.

11 Juli 2010

Madaris 3 Annuqayah Hadir di Stan HIMA 2010


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Dalam rangka menyemarakkan Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah (HIMA) tahun ini, Madaris 3 Annuqayah, untuk ketiga kalinya, menggelar pameran karya di stan HIMA putri. Seperti pameran-pameran sebelumnya, stan pameran Madaris 3 Annuqayah selalu diserbu pengunjung. Selain dari letak stan yang menurut beberapa panitia dianggap strategis, kali ini Madaris 3 Annuqayah juga menampilkan semua karya siswi dari ketiga lembaga yang bernaung di bawahnya, yakni MI 3, MTs 3, dan SMA 3 Annuqayah.

Stan Madaris 3 Annuqayah berada di sebelah utara kampus STIKA putri, tepatnya di depan laboratorium bahasa. Para pengunjung yang kebanyakan datang dari arah utara secara langsung akan melewati jalan ini untuk menuju ke panggung utama. Meskipun tidak menyempatkan untuk singgah, setidaknya mereka akan berkesempatan melihat karya anak-anak dari luar yang dipajang memenuhi tenda berukuran 5x7 m itu.

Pameran yang dimulai pada tanggal 26 Juni 2010 itu pada malam harinya dibuka dengan ‘melihat bulan’ persembahan Klub Astronomi Madaris 3 Annuqayah. Para pengunjung dapat melihat keindahan bulan dengan teropong bintang. Jumlah pengunjung yang datang untuk melihat bulan pada malam hari itu mencapai 242 orang. Sedangkan malam kedua mencapai 160 pengunjung. Selain teropong bulan, Klub Astronomi Madaris 3 Annuqayah juga menampilkan roket air. Sementara di stan pameran jumlah pengunjung dari sore menjelang malam mencapai 200 orang. Acara pada malam pertama itu berlangsung sangat meriah.

Pada malam berikutnya, giliran anak anak MI 3 unjuk kebolehan, yakni dengan kegiatan membatik. Tampak Arika dan Maria Ulfa, keduanya siswi kelas akhir MI 3 Annuqayah, membatik secara live. Sesekali mereka melayani pertanyaan pengunjung yang mengerumun. Anak-anak juga memajang karya batik mereka. Arika dan Maria Ulfa adalah pebatik andalan di MI 3 Annuqayah tahun ini.

“Ini adalah tahun pertama MI 3 Annuqayah memiliki program membatik dan berkesempatan menampilkan mereka malam ini secara langsung. Mungkin juga ini satu-satunya di Annuqayah atau bahkan di Sumenep,” kata Mega Eka Suciyanti, tutor membatik dan kursus matematika di MI 3 Annuqayah.

Tidak kalah meriah dari malam sebelumnya, acara nonton film astronomi dan presentasi astronomi dasar oleh M. Mushthafa, salah satu guru SMA 3 Annuqayah dan pendamping komunitas Pemulung Sampah Gaul Madaris 3, juga diserbu pengunjung. Hadir di stan Madaris 3 malam itu tidak kurang dari 40 pengunjung yang datang untuk menyimak presentasi tentang astronomi. Selain siswi Madaris 3, tampak juga hadir mahasiswa STIKA dan beberapa siswi MA 1 Annuqayah Putri. Acara presentasi yang berlasung sekitar dua jam lebih itu juga banyak diisi dengan dialog.

Sedangkan jumlah keseluruhan pengunjung stan Madaris 3 Annuqayah berjumlah 731 orang. “Kami mencatat semua pengunjung yang datang ke stan kami di buku daftar pengunjung ini,” kata salah satu penjaga stan.

Sementara untuk tim Tim Pupuk Organik dan Tim Sampah Plastik, mereka hanya memajang bahan baku, bahan setengah jadi, dan produk jadi mereka. “Pupuk dan sampah plastik bukan hal yang baru lagi. Jadi kami di sini hanya menampilkan bahan-bahannya saja, ditambah dengan foto kegiatan,” kata salah satu perwakilan dari Tim Sampah Plastik. Sedangkan Tim Pangan Lokal mendapat giliran presentasi terakhir, yakni malam Kamis, 1 Juli. Mereka menjajakan hasil kue organik, tattabun, buatan mereka. Dalam hitungan jam, 50 tattabun ludes diserbu pengunjung.

“Ini semacam rangkaian, melengkapi pameran kami dua tahun yang lalu,” kata salah satu panitia seraya menjelaskan ke beberapa kerumunan pengunjung. “Tahun depan kami akan hadir lebih semarak lagi,” lanjutnya tersenyum.