26 Mei 2008

Sekali Mendayung, 3 Piala Diraih



Oleh: Ummul Corn

Bumi Sabajarin Guluk-Guluk, gempa tepuk tangan. Ahad (25/Mei/2008) senyum bangga dan tepuk tangan para guru menghiasi lingkungan sekolah Madaris III Annuqayah ketika 3 piala itu diangkat setinggi kepala.
Paramarta—sapaan akrab Paduan Suara (PS) SMA 3 Annuqayah—meraih juara pertama dalam lomba memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Matlabul Ulum Jambu Lenteng Sumenep.
Para anggota Paramarta telah berhasil mengalahkan beberapa kelompok paduan suara lainnya yang tentunya lebih siap dan lebih mantap. Namun, anggota Paramarta tak pernah kekeringan semangat untuk maju walau lomba ini merupakan lomba yang pertama mereka ikuti.
"Dengan menjadi juara pertama, menurut saya ini adalah awal yang baik untuk terus memupuk semangat kita," tutur salah satu anggota Paramarta sambil memegang erat piala yang mereka raih.
Hingga berita ini ditulis, para anggota Paramarta selalu mengatakan: "Kami sempat hampir kehilangan percaya diri ketika baru tiba di lokasi lomba, karena kostum yang dikenakan kelompok paduan suara lainnya bagus-bagus dan menarik. Sedangkan kami hanya menggunakan kostum putih polos dengan syal merah polos di leher," tambahnya.
Sebagian guru sempat heran bercampur kagum karena anggota Paramarta adalah anggota baru semua: baru berlatih, dan baru pertama ikut lomba. Ternyata mereka berhasil meraih juara pertama. Tapi, apalah arti penafsiran manusia jika Tuhan sudah berkehendak lain.
Tak hanya dalam lomba paduan suara saja prestasi yang siswi SMA 3 Annuqayah raih. Namun, di waktu dan tempat yang sama pula, salah satu siswi SMA 3 Annuqayah meraih juara pertama lomba baca puisi. Namanya Ummul Karimah, siswi X B SMA 3 Annuqayah. Ia berhasil menyisihkan sejumlah siswa dari sekolah lain untuk tidak menempati juara di posisi pertama.
Ia mengaku bahwa lomba puisi kali ini cukup merepotkan. "Isi pengumumannya, panitia sudah menyiapkan naskah. Setelah ditanya, ternyata tidak ada. Saya masih disuruh menyalin teks puisi di majalah dinding 3 menit sebelum lomba dimulai. Dan saya adalah peserta kedua. Sempat dag-dig-dug sih…" tuturnya.
Namun demikian, keberhasilan masih menyertai mereka.
Lain dulu, lain sekarang. Jika tahun lalu siswa MTs 3 Annuqayah gagal mendapat prestasi lomba qiraat dan saritilawah yang diselenggarakan oleh SMPN Tarate Sumenep, maka sekarang tidak lagi. Dalam lomba ini pula, siswi MTs 3 Annuqayah sukses meraih juara pertama lomba qiraat dan saritilawah. "Bagaimana tidak kami tersenyum, hanya dengan bermodal semangat dan rajin berlatih, ternyata kita bisa," tambahnya saat ditemui tim MaRak (Mading Raksasa) Madaris III Annuqayah.
Sejak keberhasilan ini, banyak yang percaya bahwa dengan semangat kita pasti bisa.
"Madaris III Annuqayah, ayo bangun dan jangan tidur lagi!"

Tidak ada komentar: