Tampilkan postingan dengan label MI 3 Annuqayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MI 3 Annuqayah. Tampilkan semua postingan

24 Mei 2011

Rangkaian Aktivitas Ekstra MI 3 Annuqayah Diakhiri


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Menjelang akhir tahun ajaran 2010-2011, semua kegiatan ekstra MI 3 Annuqayah diakhiri. Pada hari Selasa sore, 17 Mei 2011, kegiatan Sanggar Pelangi, merupakan aktivitas ekstra pertama yang diakhiri.

Pada kesempatan itu hadir K. Lukman El Hakiem dan Mega Eka Suciyanti selaku tutor pada kegiatan tersebut. Di tengah anak anak, Lukman menyampaikan beberapa ‘pesan perpisahan’ singkat. Beliau juga menyempatkan menyanyikan lagu perpisahan yang ditulisnya beberapa waktu sebelumnya. Saat memberi pesan, tampak beberapa anak sesenggukan dan mengusap air matanya. Terakhir, beliau membaca doa singkat dan anak-anak berpamitan pulang ke rumah masing-masing.

Pada hari Rabu, sehari setelah seremoni penutupan kegiatan Sanggar Pelangi, Kak Edy dan Kak Mulkan, pembina pramuka MI 3Annuqayah, juga menutup kegiatan ekstra Pramuka. Dalam penutupan itu, tutor lebih banyak memberi motivasi kepada anak-anak. Penutupan acara pada sore itu berlangsung di depan Laboratorium IPA Madaris III Annuqayah.


MI 3 Annuqayah mencatat beberapa nama tutor pembina pramuka sejak kegiatan itu menjadi bagian kegiatan ekstra di lembaga tersebut. Setelah Kak Mumdarin, S.Pd.I., dan Kak Bakrie, selanjutnya pada tahun ajaran 2010-2011, Kak Mamat dan Kak Edy masuk mengganti posisi mereka. Kak Mumdarin sempat aktif setahun di kegiatan pramuka MI 3 Annuqayah dan mulai tidak aktif menjelang akhir tahun ajar 2009 karena selain sebagai pembina di Gudep Pramuka Annuqayah, beliau juga harus mengemban banyak tugas di MI Annuqayah (putra). Sedangkan Kak Bakrie pada waktu itu harus berangkat ke Bandung selama enam bulan untuk mengikuti beberapa pelatihan. Posisi mereka lalu diganti Kak Mamat dan Kak Edy. Menjelang semester dua, Kak Mamat diganti oleh Kak Mulkan. Kak Mamat harus undur diri dari pembina pramuka MI 3 Annuqayah karena harus melaksanakan beberapa tugas penting di Gudep Annuqayah.


Selanjutnya, pada hari Kamis, Mega Eka Suciyanti menutup acara kegiatan ekstra menyulam dan kursus matematika. Tak jauh beda dari seremoni penutupan kegiatan ekstra sebelumnya, pada kesempatan tersebut, Mega banyak memberi pesan dan nasihat kepada anak anak MI 3 Annuqayah, terutama kepada kelas 6 yang sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Acara ditutup dengan pembacaan doa.

Acara penutupan rangkaian kegiatan ekstra MI 3 Annuqayah tahun ini sengaja dilaksanakan secara terpisah. Hal ini dimaksudkan agar masing masing tutor lebih leluasa menyampaikan pesan terakhir dan memberikan motivasi kepada anak anak.

13 Mei 2011

Anak adalah Amanah Tuhan


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Setelah bulan Maret lalu melaksanakan temu wali dengan mendatangkan dr. Dominicus Husada, pakar kesehatan anak dari Sumenep, pada hari Selasa tanggal 3 Mei 2011, MI 3 Annuqayah kembali menggelar acara temu wali dengan menghadirkan K. Luqman El Hakiem, S.Ag, pakar pendidikan anak sekaligus pembina Lembaga Nurul Islam dari Bata’al Barat, Ganding.

“Pada pagi hari ini sengaja kami menghadirkan Kiai Luqman El Hakiem untuk berbagi pengalaman berharga kepada kita semua tentang seputar dunia anak, bagaimana cara kita selaku para orang tua memberikan pendidikan terbaik terhadap mereka,” kata Ny. Sunhiyah Misya, kepala MI 3 Annuqayah, dalam sambutannya. Selain itu, kepala sekolah juga menegaskan, acara temu wali pada kesempatan kali ini merupakan bentuk komitmen MI untuk terus menjalin silaturrahmi dengan wali murid.

Pada sesi presentasi, nasa sumber mengupas tuntas dunia anak. “Pertama kita harus melihat bahwa anak adalah amanah dari Tuhan. Dari cara pandang begini, kita selaku orang tua, dengan semangat tanggung jawab akan memberikan pendidikan terbaik kepadanya,” kata Kiai Luqman dalam pembukaan presentasinya. Selain itu, Kiai Luqman juga memaparkan pentingnya peran tua dalam menumbuhkembangkan potensi dasar dan multi kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Oleh karenanya, peran orang tua dalam hal ini sangat strategis dan menentukan perkembangan anak pada masa-masa selanjutnya.


Seusai presentasi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dimoderatori langsung oleh kepala sekolah MI 3 Annuqayah. Pada sesi tersebut, para wali tampak begitu antusias menyampaikan pertanyaan, khususnya masalah seputar cara mendidik dan menemani anak belajar.

Acara yang diwarnai dengan dialog dinamis itu berlangsung kurang lebih 2 jam. Acara diakhiri pada pukul 11.00 WIB dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ny. Hj. Thoyyibah Mahfoudz, salah satu Dewan Komisaris Madaris III Annuqayah, sekaligus guru sepuh MI 3 Annuqayah.

20 Januari 2011

MI 3 Annuqayah Adakan Temu Wali Murid


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari Selasa 11 Januari yang lalu Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah menggelar acara temu wali murid. Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB, bertempat di Aula Madaris III Annuqayah, dihadiri oleh seluruh wali murid, dewan guru, dan guru wali masing-masing kelas.

Dalam pemaparannya, Ny. Achoe Sunhiyah Misya, Kepala MI 3 Annuqayah yang baru menjabat dua bulan, menyampaikan beberapa program sekolah ke depan.

Terhitung sejak semester kedua tahun pelajaran 2010/2011, MI 3 Annuqayah menyediakan “Buku Komunikasi”. Buku tersebut memiliki fungsi sebagai media komunikasi antara wali murid dan pihak sekolah. Para wali murid nantinya dapat menyampaikan keluhan atau usulan kepada pihak sekolah terkait dengan putrinya. Begitu juga sebaliknya.

Kepala MI 3 berharap wali murid dapat mengoptimalkan fasilitas yang disediakan sekolah secara gratis ini agar dijadikan media saling bertukar informasi, baik menyangkut prestasi dan kendala yang dihadapi oleh anak didik. “Dengan demikian, buku komunikasi ini akan menjadi jembatan efektif antara pihak sekolah dan wali murid,” katanya.

Sementara dalam rangka mengembangkan kapasitas wali murid, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah akan melaksanakan pertemuan rutin dua bulanan. Dalam pertemuan nanti, sekolah telah mengagendakan beberapa kegiatan, di antaranya: pengajian, seminar tentang kesehatan anak, kesehatan reproduksi, dan beberapa tema lainnya yang berkait dengan dunia ibu dan anak.

Untuk kegiatan ekstra-kurikuler, kepala madrasah mengajak kerja sama para wali murid untuk berpartisipasi aktif mendorong anak-anak supaya aktif mengikuti kegiatan ekstra sekolah yang dilaksanakan setiap sore. Kegiatan ekstra-kurikuler MI 3 Annuqayah tahun ajaran ini yakni: kursus matematika dan sain, pramuka, membatik, menyulam, dan sanggar pelangi. Di kegiatan sanggar, anak anak belajar tentang banyak hal keterampilan, mulai dari keterampilan berpidato, membaca puisi, membuat bunga dan keterampilan-keterampilan yang lain. Selain keterampilan ekstra, setiap minggu MI 3 Annuqayah juga melaksanakan praktik materi-materi pelajaran sekolah.

Acara temu wali tersebut diakhiri pada pukul 11.00WIB dengan pembagian rapor dan Buku Komunikasi kepada semua siswi MI 3 Annuqayah.

06 Januari 2011

Belajar Desain dari Koran Bekas


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

GULUK-GULUK—Pada hari Selasa, 4 Januari 2011, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah melaksanakan kegiatan rutin mingguan, Sanggar Pelangi. Sore itu mereka belajar desain pakaian.

Sebelum kegiatan dimulai, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok. Tampak beberapa tumpukan koran bekas, bahan untuk membuat desain baju. Mereka lalu berdiskusi untuk menentukan bentuk dan model pakaian yang akan dibaut. “Bahannya pake koran bekas, gunting, dan lem,” kata tutor kegiatan tersebut.

Setelah 30 menit berlalu, desain pakaian berbahan koran bekas sudah jadi. Kemudian masing-masing dari mereka tampil untuk mengenakan sembari diapresiasi oleh temannya yang lain.

“Saya senang sekali dengan kegiatan sore ini,” kata Colik, siswi kelas 3 yang hadir sore itu. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri sembilan anak dan berakhir jam 17.00 WIB.

05 November 2010

MI 3 Annuqayah Praktik Materi Sains Perubahan Suatu Benda


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Pada hari Sabtu, 23 Oktober lalu, tiga hari sebelum dilaksanakannya praktik korespondensi, siswi MI 3 Annuqayah melakukan praktik materi sains. Materi praktik pada hari itu tentang perubahan suatu benda.

Praktik dilakukan dengan tujuan agar siswi tahu dan melihat langsung bagaimana proses perubahan suatu benda terjadi. “Perubahan suatu benda disebabkan oleh beberapa faktor: suhu, air, mikroorganisme, dan waktu,” kata Mega, mengawali materi.

Sore itu siswi MI 3 Annuqayah melakukan praktik perubahan benda yang disebabkan oleh suhu. Pertama, mereka menyediakan dua buah kompor. Setelah kompor menyala, anak-anak meletakkan panci di atasnya yang sebelumnya sudah diisi air.

“Nah, coba kalian perhatikan sekarang, air yang dipanaskan hingga mendidih dapat mengubah wujudnya menjadi uap. Ini yang disebut dengan perubahan suatu benda,” katanya, menjelaskan.

Kegiatan hari itu diikuti oleh dua belas siswi, dan dilangsungkan di Star, Sabajarin. Sedangkan materi dimulai pukul 15.30 WIB dan berakhir pada pukul 16.45 WIB.

27 Oktober 2010

Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah Belajar Korespondensi


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Selasa sore (26/10) kemarin, beberapa siswi yang tergabung dalam komunitas sanggar pelangi Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah berkumpul di Star, laboratorium belajar yang biasa digunakan untuk melangsungkan kegiatan ekstrakurikuler oleh siswi-siswi MI 3 Annuqayah.

Sore itu mereka belajar dan praktik materi surat-menyurat (korespondensi). Korespondensi adalah aktivitas mengirim surat kepada kerabat dan sanak saudara. Biasanya, korespondensi ditulis tangan dan dikirm melalui layanan pos. Seiring dengan laju perkembangan dunia teknologi dan kebutuhan informasi yang serba cepat, tradisi korespondensi mulai tergerus dan digantikan dengan layanan pesan singkat (short message service).

Kegiatan pada sore itu merupakan upaya kecil Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah untuk merawat dan menumbuhkembangkan kembali tradisi tulis-menulis. ”Dengan korespondensi, anak-anak jadi tahu bahwa dulu, sebelum berkembang teknologi telepon selular, kakak-kakak mereka menggunakan media korespondensi untuk mengirim kabar kepada kerabat dan sanak saudara,” kata Mega ESY, tutor Sanggar Pelangi sore itu.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB itu diikuti sembilan belas siswi dari berbagai kelas. Biasanya, mereka datang awal setelah adzan Ashar berkumandang. Seringkali terlebih dahulu mereka berkumpul sambil berbagi cerita sebelum kegiatan dilangsungkan. Di akhir pertemuan, surat-surat dibaca satu persatu oleh tutor kegiatan. Setiap surat tuntas dibaca, anak-anak menghujaninya dengan tepuk tangan. Mereka lalu pulang ke rumah masing-masing pukul 17.00 WIB.

22 Oktober 2010

Siswi MI 3 Annuqayah Praktik Materi Sains


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Pada hari Sabtu 16 Oktober yang lalu, beberapa siswi MI 3 Annuqayah mengikuti bimsus sains. Kali ini mereka belajar dan praktik tentang materi konduktor dan isolator.

Sebelumnya, seperti biasa, tutor menyampaikan materi tersebut terlebih dahulu. Pertama, anak-anak diminta untuk menyalakan tiga batang lilin. Kemudian mereka secara bergiliran meletakkan paku, kawat, kayu dan media yang lain di atas lilin.

Sembari memanaskan benda di atas lilin, di buku catatan, anak-anak membuat dua kolom untuk mengindentifikasi sifat benda tersebut. Satu kolom untuk daftar nama-nama benda yang masuk dalam kategori konduktor, kolom satunya untuk benda yang masuk dalam kategori isolator. Untuk keperluan praktik, mereka membawa sendiri bahan-bahannya.

Meski dengan peralatan yang sederhana, praktik sore itu cukup efektif. Selain itu, bahannya murah meriah. ”Dengan praktik langsung seperti ini, anak-anak dapat lebih mudah paham,” kata Mega. “Ini juga bagian dari proyek MI 3 Annuqayah untuk membiasakan anak-anak akrab dengan dunia penelitian,” lanjutnya, menutup kegiatan sore itu.

11 Oktober 2010

Aktivitas Ekstra-Kurikuler MI 3 Annuqayah Sudah Dimulai


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Sore itu, 1 Oktober 2010, beberapa anak MI 3 Annuqayah tampak sedang menyimak materi sains dari seorang tutor. Mereka membentuk lingkaran sembari menyimak pengantar. “Sore ini kita akan praktik materi sains tentang perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup,” kata Mega Eka Suciyanti, tutor pada sore hari itu.

Tak lama kemudian, anak-anak bergegas mengambil beberapa gelas air kemasan bekas. Mula-mula, mereka meletakkan kapas di dalamnya, kemudian membasahinya dengan beberapa tetes air. Lalu masing-masing gelas diisi 6-7 biji kacang hijau.

Bimsus sains merupakan kegiatan ekstra-kurikuler di MI 3 Annuqayah yang bertujuan memfasilitasi anak-anak untuk melakukan praktik secara langsung materi sains yang mereka dapatkan di ruang kelas formal pagi hari. Kegiatan tersebut menjadi semacam laboratorium sains untuk pembelajaran penelitian dan eksperimental.

Lima hari kemudian, tepatnya pada tanggal 5 Oktober 2010, untuk pertama kalinya MI 3 Annuqayah mengaktifkan kembali kegiatan Sanggar Pelangi. Kegaiatan ini merupakan kali pertama pasca libur panjang bulan Ramadhan. Dalam upayanya meningkatkan mutu dan kualitas proses belajar, tahun ini pula MI 3 Annuqayah mendatangkan K. M. Luqman El Hakim, kepala sekolah MI Nurul Islam, Bataal Barat, Ganding, sebagai pembimbing kegiatan tersebut. “Rencana ini sudah kami sampaikan dan komunikasikan pada pertengahan tahun pelajaran lalu. Alhamdulillah, tahun pelajaran ini beliau dapat berbagi di sini,” kata salah satu pengurus MI 3 Annuqayah.

Kegiatan Sanggar Pelangi merupakan salah satu ektra kurikuler di MI 3 Annuqayah yang lebih menekankan kepada pengembangan skill dan motivasi siswi. Di Sanggar Pelangi, proses belajar didesain serba bermain . Dengan demikian, anak-anak betah belajar dan tidak mudah jenuh.“Tahun ini saya akan belajar bersama adik-adik MI 3 Annuqayah. Minggu depan kita belajar keterampilan baru, ya,” kata Luqman di sela perkenalannya.

Selain bimsus dan Sanggar Pelangi, MI 3 Annuqayah juga memiliki kegiatan ekstra-kurikuler baru: menyulam. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore. Kegiatan menyulam baru berlangsung dua kali pertemuan dan langsung diminati oleh anak-anak.

Seperti kegiatan yang lain, kegiatan ini tidak diwajibkan bagi siswi MI 3 Annuqayah.. “Anak-anak memang tidak diwajibkan ikut kegiatan ekstra. Namun meskipun demikian, anak-anak sangat dianjurkan untuk mengikuti semua kegiatan di sini selama memungkinkan,” kata Mega, tutor menyulam pada sore itu.

Sementara untuk kegiatan pramuka tahun ini pelaksanaannya ditetapkan setiap hari Rabu sore. Pada pertemuan pertama, Kak Mumdarin berhalangan, tidak dapat hadir. Sore itu kegiatan pramuka MI 3 Annuqayah tampak dipandu oleh tiga kakak pembina pramuka dari Gudep Annnuqayah. Meski ini merupakan pertemuan pertama, anak-anak tampak bersemangat dan riang gembira mengikuti kegiatan pramuka. “Saya sangat senang dan eman kalau sampai ndak hadir kegiatan ekstra di sini” kata Icha, siswi kelas akhir MI 3 Annuqayah, yang tahun ini ditunjuk sebagai koordinator kegiatan.

01 Oktober 2010

Menyulam, Ekstra Kurikuler Baru di MI 3 Annuqayah

Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah terus melakukan evaluasi dalam rangka mengembangkan mutu sekolah—khususnya dalam hal kegiatan ekstra kurikuler. Pada tahun ajaran ini, menyulam, dipilih sebagai kegiatan ekstra baru di Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah.

“Kegiatan ini sudah direncanakan pada tahun lalu. Alhamdulillah, dengan dukungan berbagai pihak sekolah, tahun ini menyulam bisa direaliasikan menjadi program,” kata Mega Eka Suciyanti, tutor menyulam dan membatik MI 3 Annuqayah. Kegiatan ini dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya di MI 3 Annuqayah dilaksanakan setiap sore secara bergiliran. “ Saya ingin belajar menyulam juga,” kata Roziqoh, salah satu guru MI 3 Annuqayah yang tampak hadir sore itu.

Selain menyulam, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah tahun ini juga menghadirkan K. Lukman El Hakim, Kepala MI Nurul Islam, Bataal Barat, Ganding, sebagai fasilitator Sanggar Pelangi. Selama ini dia dikenal sebagai figur yang cukup lama mendalami dan berbaur dengan dunia anak-anak.

Tahun ini, kegiatan ekstra kurikuler menyulam, membatik, kursus matematika, sains, dan bahasa Indonesia, dipercayakan kepada Mega ESY. Sedangkan untuk kegiatan Sanggar Pelangi akan difasilitasi oleh K. M. Lukman El Hakim dan kegiatan pramuka akan dibimbing langsung oleh Mumdarin, S.Ag, yang saat ini menjabat sebagai pembina pramuka Annuqayah.

“ Ini semua dilakukan tidak lain untuk meningkatkan mutu kegiatan ekstra sekaligus komitmen sekolah untuk menfasilitasi anak-anak dalam mengembangkan bakatnya,” kata Mahfud Manaf, kata guru yang baru saja mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala MI 3 Annuqayah.

18 Juni 2010

Tasyakuran MI 3 Annuqayah Berlangsung Meriah


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Menutup kalender tahun ajaran 2009-2010, Selasa, 15 Juni, kemarin, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah menggelar Tasyakuran Kelas Akhir Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah. Dalam sambutannya, Kepala MI 3 Annuqayah, H. M. Mahfud Manaf, A.Ma, menegaskan bahwa acara ini bukan acara lepas pisah, tapi tasyakkuran.

“Karena kamu sekalian, khususnya yang kelas akhir, akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni MTs 3 Annuqayah. Jadi, kita masih tetap bersama-sama di Madaris 3 tercinta ini,” katanya. Hadir dalam acara ini Ny. Fadilah Hunaini, M. Fil sebagai pembicara.

Mahfud Manaf juga menyampaikan terima kasih kepada Kak Mumdarin, S.Pd.I, dan Kak Mamat selaku pembina Pramuka MI 3 Annuqayah yang juga hadir dalam acara tersebut. “Saya selaku Kepala MI 3 Annuqayah menyampaikan terima kasih kepada Kak Mumdarin dan Kak Mamat. Dengan kegiatan pramuka, anak-anak lebih aktif di kelas. Dampaknya sangat terasa,” katanya. “Juga kepada para tutor MI 3 Annuqayah: Mega Eka Suciyanti, Fatimatuzzahrah, dan Siti Mailah, terima kasih atas pengabdiannya selama dua tahun ini,” lanjutnya, menutup sesi sambutan pada acara tersebut.

Direktur Madaris 3 Annuqayah, Muhammad Faizi, M.Hum, dalam sambutannya lebih menekankan akan pentingnya akhlak, terutama akhlak kepada orang tua.“Kalian boleh lulus dari MI 3, tapi jauh lebih penting lulus di rumah,” katanya. Melihat anak-anak bingung, Faizi melanjutkan, “Bagaimana yang dimaksud dengan lulus di rumah? Kalau kalian disuruh oleh orang tua, jangan menolak, apalagi menggerutu. Di rumah harus rajin bantu ibu. Ini namanya lulus!” katanya.

Pada sesi berbagi cerita, seakan menyambung sambutan Direktur Madaris 3 Annuqayah, Ny Fadilah Hunaini lebih banyak bercerita tentang kehidupan yang menyentuh hati. Beliau mengangkat banyak cerita tentang perjuangan orang-orang miskin yang kemudian menjadi sukses karena kegigihannya dalam belajar. Dengan ekspresinya yang empatetik, anak-anak terlihat begitu antusias menyimak cerita demi cerita hingga tuntas. Sesekali salah satu pengasuh PPA Nirmala Putri itu memberi kuis dan hadiah. Seketika itu juga, seperti disulap, ruangan aula Madaris 3 mendadak meriah, dan beliau menlanjutkan ceritanya lagi. Suasana menjadi hening kembali.

Acara yang dimulai jam 09.00 WIB itu juga menampilakan 12 pementasan seni oleh siswi-siswi Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah. Namun sebelumnya, panitia terlebih dahulu membacakan pemenang kegiatan ekstra kursus matematika. “Ada dua kategori, yakni pemenang dengan nilai tertinggi dan kategori peserta kursus paling rajin,” kata Mega, selaku tutor kursus matematika dan membatik di Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah itu.

Peringkat satu diraih oleh Shofa’ Infiroj, kemudian disusul Ibat, dan Arika. Sedangkan peserta kursus paling aktif diraih oleh Maria Ulfa. Semuanya adalah kelas akhir MI 3 Annuqayah. Setelah pemberian hadiah, mereka langsung dihujani tepuk tangan oleh teman-temannya.

Pada sesi pementasan, acara dibuka dengan penampilan Paduan Suara Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah (PSMI3A). Mereka membawakan empat lagu secara berturut-turut; Hymne Guru, Terima kasihku, Gugus Pramuka dan Terima kasih Madaris 3. Selain itu, Sanggar Pelangi juga menampilkan pentas drama, komedi, saman, dan musikalisasi puisi. Seusai acara, anak-anak foto bersama, makan-makan, dan mengevaluasi kegiatan.

“Acara ini menyenangkan sekali, sekaligus mengharukan,” kata Shofa Infiroj, salah satu siswi kelas akhir pemenang pertama kursus matematika ekstra di MI 3 Annuqayah. “Pokoknya, MI 3 is the best!” kata Arika mantap, menutup kebersamaan di ruang aula Madaris 3 siang itu.

09 Mei 2010

Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah Praktik Membuat Telur Asin


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Sabtu sore, 1 Mei 2010, Sanggar Pelangi Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah mengadakan kegiatan praktik membuat telur asin. Kegiatan yang dimulai pada pukul 16.00 WIB ini sebenarnya sudah dijadwal beberapa minggu sebelumnya, tapi harus antri terlebih dahulu karena ada beberapa film pendidikan yang belum selesai tayang dan telah dijadwal sebelumnya di Sanggar Pelangi.

Proses pembuatan telur asin sangat sederhana dan gampang. Pertama, abu dicampur air secukupnya. Kemudian masing-masing anak mengambil beberapa genggam abu yang telah dibasahi itu dan dicampur dengan garam secukupnya. Setelah itu, telur kemudian dibungkus plastik dan disimpan selama seminggu.

Mega Eka Suciyanti, tutor kegiatan ini, menyarankan anak-anak membubuhi sendiri takaran garamnya. “Saya sengaja sarankan mereka untuk membubuhi sendiri garamnya. Nanti setelah telur direbus mereka akan tahu kadar asinnya. Di sinilah pembelajarannya buat mereka,” katanya, menjelaskan.

Pada hari Sabtu 8 Mei 2010, anak-anak berkumpul kembali untuk memasak telur asin yang seminggu sebelumnya mereka simpan. Dalam proses akhir ini tampak hadir dua orang fasilitator MI 3 Annuqayah lainnya, Siti Mailah dan Fatimatuzzahrah. Mereka membantu mempersiapkan peralatan untuk memasak.

“Peralatan yang dibutuhkan sederhana, yakni tungku, panci untuk memasak, dan wadah untuk tempat telur,” kata Mailah. “Dan prosesnya sangat sederhana. Tapi jika tidak pernah mencoba langsung mereka tidak akan bisa,” sambung Fatim.

Kegiatan ini dimulai pukul 15.30 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB, diikuti 13 anak-anak MI dari berbagai kelas. “Setelah ini Sanggar Pelangi berencana akan mencoba lagi membuat telur asin tapi tidak menggunakan debu, melainkan dengan air dan garam saja,” kata Mega menutup kegiatan sore itu.

23 Maret 2010

Libur UN, MI 3 Annuqayah Adakan Kursus

Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Menjelang libur UN, Kepala MI 3 Annuqayah, H.M. Mahfud Manaf, A.Ma, mengadakan rapat mendadak dengan beberapa pengurus sekolah. Rapat yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Maret, atau dua hari sebelum pelaksanaan UN tersebut di antaranya membicarakan kegiatan untuk mengisi waktu libur sekolah selama pelaksanaan UN.

“Selama pelaksanaan UN, saya menginginkan kegiatan ekstra MI 3 Annuqayah tetap berjalan seperti biasa,” kata beliau dalam pembukaan rapat tersebut. “Selain itu, saya juga berharap ada kegiatan baru yang bisa dilaksanakan selama liburan ini,” lanjutnya.

Rapat yang berlangsung sekitar setengah jam itu akhirnya menyepakati untuk melaksanakan kursus ekstra baca tulis khusus kelas satu dan dua MI 3 Annuqayah. Seperti kata TU MI 3 Annuqayah, Homaidah, S.Pd.I, melihat beberapa anak yang masih mengalami kesulitan dalam baca tulis khusus untuk kelas satu dan dua maka pelaksanaan kursus menjadi efektif.

Akan tetapi menurut Homaidah, kegiatan kursus baca tulis yang berlangsung sejak Senin (22/3) kemarin dan rencananya hingga 3 April tersebut ternyata tidak hanya diikuti oleh kelas satu dan dua. Tampak hadir juga murid kelas tiga dan empat. “Mungkin mereka ingin bermain dan belajar bersama, meskipun sebenarnya mereka sudah bisa baca tulis,” katanya.

Kursus ini difasilitasi oleh Mega Eka Suciyanti, salah satu fasilitator MI 3 Annuqayah. Sedangkan dua fasilitator MI 3 lainnya, Fatimatuzzahroh dan Siti Mailah, menjadi peserta UN.

12 Maret 2010

MI 3 Annuqayah Rayakan Maulid, Penonton Membludak


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Jumat 12 Maret 2010, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini adalah kali kedua MI 3 Annuqayah merakayakan maulid dengan penceramah yang sama: Kiai Luqman, pengasuh MI Nurul Islam Sumber Pinang.

Dalam sambutannya, kepala MI 3 Annuqayah, H.M.Mahfud Manaf, A.Ma, menyampaikan dengan tegas bahwa pelaksanaan Maulid MI 3 Annuqayah sengaja tidak digabung dengan MTs dan SMA dikarenakan beberapa alasan mendasar.

“Jika perayaan maulid MI diisi materi ceramah semisal MTs dan SMA justru menjadi tidak efektif untuk anak-anak. Karena dunia mereka beda, tingkat pencerapannya beda juga,” katanya. “Untuk acara ini, saya pesan secara khusus agar materinya lebih ditekankan kepada motivasi belajar dan akhlak luhur bagi anak-anak,” katanya.

Kepala sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan sambutan dan hidangan. “ Saya mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan. Acara ini sepenuhnya diprakarsai oleh anak-anak, termasuk kepanitiannya. Sekolah hanya menfasilitasi dan memberi dukungan semampunya,” katanya. “Jadi, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan,” lanjut Mahfud Manaf merendah.

Acara yang dimulai pukul 08.15 WIB tersebut berlangsung sangat meriah. Pada sesi ‘Cerita Bersama”, Kiai Luqman bercerita tentang keluhuran akhlak Nabi, kemudian memotivasi anak-anak agar meneladani Nabi. Beberapa kali ia tampak mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Anak-anak pun semangat.

“Ayo siapa bisa menyanyikan lagu yang tadi Kakak nyanyikan sambil menggerakkan tubuh? Ada hadiahnya lho…” katanya, disambut riuh dan acungan jari anak-anak. Zilvia maju pertama kali kemudian disusul Nely, siswi satu MI. Keduanya langsung dihujani sorak-sorai anak-anak.

Pada sesi penampilan, anak–anak mementaskan tari samman, shalawat, drama, dan musikalisasi puisi. Tampak di luar gedung aula puluhan siswi MTs dan SMA antusias menonton acara. “Peringatan maulid kali ini sangat istimewa. Saya sangat senang,” kata Ibad dan Arika, siswi kelas enam. Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama dipimpin oleh Ny. Maryam Mahfudz.

Selesai acara, fasilitator MI 3 Annuqayah, Mega ESY, Siti Mailah, dan Fatimatuzzahrah, melakukan rapat evaluasi dengan panitia yang kesemuanya terdiri dari anak-anak kelas satu sampai kelas enam.

01 Maret 2010

Libur Maulid, MI 3 Annuqayah Adakan Super Camp


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah tidak ingin melewatkan moment libur Maulid Nabi sia-sia. Jauh hari setelah mendapat kabar tentang libur Maulid, tim fasilitator MI 3, Fatimatuzzahroh, Siti Mailah, Mega Eka Suciyanti, segera mengadakan rapat koordinasi untuk merancang kegiatan. Akhirnya disepakati untuk mengisi waktu libur, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah akan melaksanakan kegiatan Super Camp 2010.

Setelah rencana tersebut disampaikan kepada pihak sekolah, seperti biasa, kepala MI 3 Annuqayah, H.M.Mahfud Manaf, menyampaikan dukungannya. Bahkan saking semangat, di tengah kesibukannya beliau berjanji akan mengupayakan untuk hadir pada pembukaan dan penutupan acara.

“Saya senang dengan rencana ini. Ini rencana bagus. Segera dianggar semua kebutuhannya. Sekolah akan menanggung biaya selama kegiatan berlangsung. Dan saya usahakan hadir pada pembukaan dan penutupan Super Camp nanti,” katanya, antusias.

Super Camp adalah kegiatan yang muatan materinya mengarah pada pengembangan mental, motivasi, dan belajar yang kesemuanya dikemas dalam bentuk ‘bermain’. Karena desain kegiatannya yang ‘game’, maka proses belajar menjadi tidak melelahkan.

“Mbak, kata teman-teman, gimana kalau Super Camp ditambah jadi lima hari. Terus, peserta nginap di sini,” ungkap Ibad, salah satu peserta Super Camp MI 3 2010. Pada awalnya, kegiatan ini dikhususkan untuk kelas empat, lima, dan kelas enam saja.

“Target utamanya adalah kelas enam. Tapi setelah kami diskusikan lagi dengan tim fasilitator, akhirnya diputuskan untuk melibatkan kelas empat dan lima juga,” kata Iffah Albatul, mantan ketua Perpustakaan Madaris 3 dan Pembina Edelweiss English Club Madaris 3 Annuqayah yang juga terlibat sebagai pemateri pada kegiatan tersebut.

Kegiatan Super Camp MI 3 Annuqayah 2010 dilaksanakan pada tanggal 25-27 Februari, diikuti oleh 20 anak terdiri dari kelas empat, lima, dan enam bertempat di Aula Stareva Sabajarin. Beberapa peserta tidak ikut karena mereka memilih berlibur di rumah. “Kami bisa memaklumi kondisi ini. Mereka mungkin ingin merayakan Maulid di rumah masing-masing. Dan pihak sekolah memang tidak mewajibkan, sekalipun memang sangat menganjurkan,” kata Siti Mailah.

Adapun materi Super Camp antara lain: cerdas cermat, diskusi, mendongeng, acak kata, menggambar, tebak lagu dan drama. “Bedanya, di sini semua kami desain game. Meski jadwalnya agak padat, mereka tetap semangat,” kata Mega Eka Syuciyanti, salah satu fasilitator MI 3 Annuqayah

Kegiatan yang dimulai hari Kamis tersebut ditutup hari Sabtu sore. Pada acara penutupan, Arika dan Icha membacakan puisi ‘Perpisahan’. Suasana menjadi begitu haru dan menyentuh. Semua menangis, tak terkecuali fasilitator. Sebelum pulang, fasilitator mengajak anak-anak untuk berbagi kesan dan pesan. Menjelang senja anak anak pulang dengan senyum penuh kebahagiaan.

Namun setelah acara penutupan selesai, tim fasilitator mengajak anak-anak bergame tebak kata. Anak-anak kembali bersorak sorai senang. anak anak pulang dengan penuh ceria dan senyum harapan mengembang.

Maju terus MI 3 Annuqayah.

24 Januari 2010

MI 3 Annuqayah Membatik


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Tepatnya mulai hari Kamis tanggal 31 Desember 2009 lalu, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah menambah satu lagi kegiatan ekstra-kurikuler: membatik. Ide membatik muncul dalam obrolan santai ketika anak-anak hadir pada kegiatan Sanggar Pelangi yang dilaksanakan setiap hari Kamis sore. Kemudian ide itu oleh salah satu fasilitator disampaikan kepada Kepala MI 3 Annuqayah, H.M. Mahfud Manaf, A.Md.

Seperti biasa, dengan penuh semangat beliau merespons. “Itu usulan bagus. Silakan dianggar semua kebutuhannya, nanti dananya bisa diambil ke bendahara,” katanya.

Selain itu, beliau juga sering menegaskan tentang pentingnya modal keterampilan teknis bagi anak-anak. “Saya sangat mendukung kegiatan semacam ini. Selain bimsus, MI 3 memang perlu mengembangkan kegiatan yang lebih mengarah ke keterampilan dan kecakapan teknis,” lanjutnya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan membatik di antaranya: kain putih, kompor, wajan, canteng (alat tulis kain).

Pada pertemuan pertama, anak-anak dibagi menjadi 4 kelompok. Mereka diberi sepotong kain dan alat tulis/pensil. Selanjutnya, mereka mulai menggambar atau melukis bunga-bunga di atas kain tersebut. Kain yang sudah digambar kemudian diberi malan. Malan adalah salah satu bahan berbentuk padat dan meleleh jika dipanaskan. Cairan malan dioleskan pada kain putih yang sebelumnya sudah digambar oleh anak-anak.

“Di sini anak-anak hanya menggambar dan membubuhi malan di atasnya. Untuk proses pewarnaan kain ini nanti kita bawa ke pengrajin batik. Selain karena kita belum punya bahannya, prosesnya sangat berat jika dilakukan oleh anak-anak. Yang paling penting, mereka tahu cara dan prosesnya,” kata tutor, menjelaskan.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Selasa sore diikuti oleh sebagian besar siswi-siswi MI 3 Annuqayah.

27 Desember 2009

Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah Reboisasi di Bukit Lancaran


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Untuk pertama kali, Komunitas Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah melakukan reboisasi (reforestation) di Bukit Lancaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis 24 Desember 2009, bertempat di sebelah timur Kampus STIK Annuqayah.

Acara yang diikuti oleh 43 siswi, 2 orang guru, dan 2 orang fasilitator ini dimulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi pengantar bertema ‘Mengapa Kita Melakukan Penghijauan’, dipandu oleh Mega Eka Suciyanti, fasilitator Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah. Meski hanya berlangsung sekitar 15 menit, diskusi berjalan cukup aktif.

Beberapa diantara mereka langsung mengemukakan pendapat dan alasannya. Acara seremonial ditutup dengan pembacaan ‘Doa Ekologi’, doa untuk keselamatan alam, dipimpin oleh Ibu Roziqoh, salah satu guru MI 3 Annuqayah yang turut hadir bersama Ibu Homaidah, S.Pd.I.

Selanjutnya, Roziqoh menentukan lokasi tempat penanaman bibit. “Bibit-bibit ini kita tanam di lahan-lahan yang kosong,” katanya, memberi pengantar. Dalam hitungan menit, 25 bibit sudah tertanam. Proses penanaman cukup singkat karena anak-anak sudah menyiapkan peralatan (arit dan pisau besar) untuk menggali lubang.

Jumlah bibit paling banyak dari jenis bibit asam. Sisanya, bibit mangga dan salak. Siti Mailah, salah satu Fasilitator Sanggar Pelangi yang juga hadir pada acara tersebut menjelaskan, “Pada proses pembibitan di awal kami memang tidak menentukan jenis bibitnya. Biarkan anak-anak sendiri yang memilih dan membenih. Ternyata mereka banyak memilih biji asam. Selain bijinya mudah didapat, tanaman ini juga cukup efektif untuk menjaga keseimbangan alam,” katanya, menjelaskan.

Beberapa saat kemudian, gerimis turun. Hal ini tentu menguntungkan, utamanya untuk bibit yang baru saja mereka tanam. Sebelum pulang, anak-anak berteduh di serambi kampus STIK Annuqayah. Sembari menikmati snack yang mereka bawa dari rumah masing-masing, mereka menyanyi dan bercerita. Menjelang pukul 17.00 WIB anak-anak pulang ke rumah masing-masing.

26 Desember 2009

Pramuka, Ekstra Kurikuler Baru di MI 3 Annuqayah


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Tahun ini kegiatan ekstra kurikuler MI 3 Annuqayah bertambah satu lagi: Pramuka. Tidak tanggung-tanggung, Kepala Sekolah MI 3 Annuqayah, H.M.Mahfud Manaf, A.Md, meminta khusus kepada Kak Mundarin, S.Pdi, Ketua Gudep Pramuka Annuqayah, untuk membimbing langsung siswi-siswi MI 3 Annuqayah secara intens.

“Saya berharap dengan bimbingan Kakak senior Pramuka Annuqayah, Pramuka MI 3 Annuqayah bisa menjadi yang terbaik,” ucapnya, mantap. Dalam kegiatan ini Kak Mundarin mengajak Kak Mamat, salah satu kader fasilitator Pramuka Annuqayah. Meski tergolong baru berjalan dan merupakan kegiatan ekstra yang tidak diwajibkan, peserta Pramuka MI 3 Annuqayah terus bertambah. Kalaupun ada diantara mereka yang tidak ikut, kendalanya karena tempat tinggal yang jauh atau karena berbenturan dengan sekolah sore (diniyah) dan kegiatan pondok. “Saya ingin ikut pramuka tapi rumah saya jauh, takut kalau pulang sendirian,” kata salah satu siswi kalong kelas 3 MI.

Untuk mendukung kegiatan yang pertama kali dilaksanakan pada 11 Oktober 2009 yang lalu tersebut, pihak sekolah menganggarkan dana secara khusus pembelian seragam pramuka dan dibagikan secara gratis kepada seluruh siswi MI 3.

Selain kapabilitas fasilitator yang sudah tidak diragukan lagi, kegiatan ini juga didukung oleh lokasi Madaris III yang memiliki halaman sangat luas, sehingga anak-anak betah berlama-lama mengikuti materi. Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, sesi materi dilaksanakan di ruangan kelas kemudian dilanjutkan sesi belajar sambil bermain (game) di halaman Laboratorium Madaris III Annuqayah.

“Saya senang, siswi MI 3 sangat semangat dalam kegiatan ini,” kata Kak Mundarin ketika diminta pendapatnya tentang keaktifan anak-anak dalam kegiatan tersebut.

Hingga saat ini kegiatan Pramuka sudah berlangsung 9 kali tatap muka. Adapun materi yang dipelajari meliputi; Arah Angin dan LKBB, Arti Pramuka, Dasa Dharma Pramuka, dan Tri Satya Pramuka. Pada pertemuan terakhir, 20 Desember 2009 kemarin, Kak Mamat membagi anak-anak menjadi 3 regu. “Nah.. sekarang sudah ada tiga regu; Regu Mawar, Melati, dan Bougenville. Regu ini sebagai regu resmi kalian dan tidak perlu pindah-pindah lagi. Pada pertemuan mendatang kita akan lebih banyak belajar sambil bermain. Masing-masing regu harus berlomba menjadi yang terbaik,” ujarnya, disambut sorak sorai peserta. Pertemuan tersebut dihadiri sebanyak 43 siswi dan kemungkinan akan terus bertambah.

Go Scouts MI3A.

17 Oktober 2009

Anak-Anak Sanggar Pelangi Membibit

Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Jum'at kemarin, 16 Oktober 2009, siswi-siswi Madrasah Ibtidaiyah III Annuqayah (MI3) yang tergabung dalam Sanggar Pelangi (SP) melakukan kegiatan pembibitan. Kegiatan pembibitan dimulai pukul 15.30-17.00 WIB bertempat sebelah barat Laboratorium IPA Madaris III Annuqayah, di lahan Kebun Jati Madaris III. Sebelum membibit, salah satu fasilitator MI 3 memberikan sedikit pengantar tentang kegiatan tersebut. “Kita makhluk organik, makhluk yang berasal dari alam dan selalu butuh kepada alam. Allah mengutus kita ke dunia juga untuk melestarikan alam. Oleh Karena itu kita harus membalas jasa baik budi alam dengan cara merawatnya dan melakukan penanaman pohon di lahan-lahan kosong,” kata salah satu fasilitator MI 3 membuka pengantar.

Pada kegiatan tersebut, masing-masing anak membawa plastik air kemasan bekas. Setiap anak juga diminta membawa biji atau bibit pohon minimal satu bibit atau satu biji. Hadir juga pada kegiatan tersebut beberapa siswi kelas 3 MI 3 Annuqayah. Meski tidak terlibat dalam kegiatan membibit, mereka tampak antusias mengikuti selama aktivitas berlangsung.

Selain kegiatan Sanggar Pelangi, terhitung sejak tanggal 11 Oktober lalu, MI 3 juga melaksanakan kegiatan Pramuka. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Mumdarin, S,Pdi, Kakak Pembina Pramuka Gudep Annuqayah. Kegiatan Pramuka dijadwalkan berlangsung seminggu sekali setiap ahad sore pukul 15.00-17.00 WIB. Meski tanpa seragam lengkap, anak-anak tetap semangat. Selain siswi kelas 6, siswi-siswi kelas 4 dan 5 MI 3 Annuqayah juga mengikuti kegiatan Pramuka tersebut.
"Saya ingin ikut, tapi di pondok ada kegiatan kalau sore," ungkap salah satu siswi MI 3 kelas 3 yang hadir menyaksikan kegiatan perdana Pramuka MI 3 Annuqayah.

Di samping Sanggar Pelangi dan Pramuka, tahun ini MI 3 Annuqayah juga melaksanakan kursus Matematika. Kursus Matematika dilaksanakan setiap hari Sabtu sore. Dalam hal ini, kepala Sekolah MI 3 Annuqayah, H.M. Mahfud Manaf, secara langsung mewajibkan kepada seluruh siswi MI 3 kelas 6 untuk mengikuti kursus Matematika.

"Pada tengah semester nanti, kalian semua juga wajib mengikuti bimsus sains dan Bahasa Indonesia yang akan dibimbing langsung oleh mbak-mbak fasilitator," ucapnya tegas. "Ini khusus kelas 6. Bagi yang lain disarankan juga untuk ikut," lanjutnya.

28 Juni 2009

MI 3 Annuqayah Menggelar Lepas Pisah


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah, Guru SMA 3 Annuqayah

Pada hari sabtu, 27 Juni 2009, MI 3 Annuqayah menggelar lepas pisah. Acara ini dilaksanakan di Aula Madaris III dan dihadiri oleh para guru MI, undangan perwakilan masing-masing lembaga satuan pendidikan di lingkungan Madaris III Annuqayah, serta seluruh siswi MI 3 Annuqayah.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah MI 3 Annuqayah, Bapak H. Mahfud Manaf, A.Ma, menyayangkan beberapa siswi yang kurang aktif terutama dalam kegiatan ekstra di MI 3 Annuqayah. “Tahun ini MI 3 Annuqayah memiliki banyak kegiatan ekstra, seperti Sanggar Pelangi, Kursus Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, dan lain-lain. Tapi kenapa koq masih ada yang tidak ikut ya…” katanya, dengan nada bertanya. “Padahal, semua kegiatan ini dilaksanakan secara gratis, tanpa uang pendaftaran, khusus untuk anak-anakku MI 3 Annuqayah. Tapi saya memaklumi. Mungkin mereka terbentur dengan kegiatan pondok. Tahun depan MI 3 Annuqayah akan mengatur jadwal, sehingga siswi-siswi MI 3 Annuqayah, khususnya yang kelas VI, bisa mengikuti kegiatan ekstra dengan maksimal,” lanjutnya.
Zahratun Ni’am, atau yang biasa dipanggil Zaza, sekaligus yang dipercaya untuk menjadi ketua panitia lepas pisah saat ini, merasa sangat menikmati dengan acara Lepas Pisah MI tahun ini. “Acara lepas pisah tahun ini asyik. Kami dan teman-teman didampingi mbak-mbak panitia bekerja sendiri untuk menyiapkan acara ini. Mulai dari pengetikan surat, konsumsi, persiapan ruangan, sampai menghubungi narasumber,” katanya.
Acara lepas pisah ditutup dengan rangkaian penampilan siswi-siswi MI 3 Annuqayah.

08 Maret 2009

Sanggar Pelangi MI 3 Adakan Tadabur Alam


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah, Guru SMA 3 Annuqayah

GULUK-GULUK—Jum'at tanggal 6 Maret 2009 kemarin Sanggar Pelangi Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah mengadakan kegiatan tadabur alam di Bukit Lancaran. Kegiatan ini diikuti oleh 13 siswi MI 3 Annuqayah dan didampingi empat orang fasilitator dari Sanggar Pelangi dan unit kegiatan lain di MI 3 Annuqayah. Materi kegiatannya meliputi, menggambar panorama alam, berbagi cerita dan diskusi tentang alam, menulis dan membaca puisi dengan topik seputar alam juga.
Selama kegiatan, anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka belajar sambil bersenda gurau dengan riang. Sesekali mereka memandangi panorama bebukitan yang menghampar indah di utara dengan menggunakan binocular sambil menikmati makanan ringan. Pada sesi menulis puisi, fasilitator meminta anak-anak untuk memperhatikan panorama sekitar kemudian menuliskannya dalam bentuk puisi dan dibacakan secara bergiliran.
Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah memiliki beberapa kegiatan, di antaranya, menggambar, menulis dan membaca puisi, drama, debat, dan shalawat. Tadabur alam merupakan kegiatan kali kedua yang sudah dilaksanakan oleh komunitas Sanggar Pelangi. Aktivitas belajar sambil bermain yang dilaksanakan di alam terbuka diyakini para fasilitator sebagai media terbaik untuk mendekatkan siswi-siswi MI 3 Annuqayah dengan alam.
Selain Sanggar Pelangi, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah juga memiliki program kursus bahasa Arab yang dilaksanakan setiap Kamis sore, kursus Matematika dan bahasa Inggris setiap Jum'at pagi.