Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

09 September 2012

Pra-Mosba Penuh Warna

Aniyatul Jannah (MTs 3 Annuqayah) dan Masluhatun (SMA 3 Annuqayah)

Guluk-Guluk—Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap siswa baru MTs 3 Annuqayah dan SMA 3 Annuqayah harus mengikuti Masa Orientasi Siswa Baru (Mosba). Mosba tahun ini berlangsung sejak tanggal 06-10 September. Dua hari pra-Mosba dan tiga hari Mosba. Seluruh kegiatan ini berpusat di Laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah.

Sama seperti tahun sebelumnya, siswa kelas VIII dan IX (MTs), dan siswa kelas XI dan XII (SMA) yang tidak mengikuti Mosba pada tahun sebelumnya juga harus ikut Mosba tahun ini.

Pada saat pendaftaran, banyak calon peserta Mosba yang menangis saat berhadapan dengan panitia di posko-posko pendaftaran, terutama siswa yang baru masuk MTs. Ini terjadi karena kurangnya kesiapan mental yang dimiliki siswa. Hal itu juga dipengaruhi oleh adanya “tekanan” dari kakak-kakak kelasnya sehingga siswa merasa takut/ragu atau merasa tidak percaya diri untuk mengikuti Mosba. Bahkan ada siswa yang sampai marah kepada panitia karena menganggap panitia terlalu keras kepada siswa tersebut. Padahal panitia telah bertanya secara baik-baik.

Pada hari Kamis (6/9) pukul 10.00 WIB pendaftaran Mosba dihentikan karena petugas dari PMI Pamekasan telah sampai di Madaris III Annuqayah untuk sesi tes golongan darah. Banyak ekspersi lucu para siswa saat jari tangan akan ditusuk dengan jarum steril oleh petugas PMI. Ada yang berteriak bahkan sampai menangis.

Ada pula beberapa siswa, selain peserta Mosba, yang juga ikut tes golongan darah ini. Termasuk panitia dan beberapa guru.

Namun kegiatan pendaftaran Mosba tidak dapat dilanjutkan karena selain waktu yang tidak memungkinkan juga para siswa, calon peserta Mosba, terlihat sangat lelah. Dan kegiatan ini dilanjutkan pada keesokan harinya.

Setelah kegiatan pendaftaran selesai pada Jum’at (07/09) pagi, kegiatan dilanjutkan pada technical meeting. Panitia menjelaskan seragam dan aksessoris apa saja yang harus dipakai peserta Mosba, dan pembagian kelompok menjadi 11 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 10-11 anggota.

Seperti halnya pada kegiatan lain di Annuqayah. Kegiatan pra-Mosba ini juga mengalami jam karet.

29 Juli 2012

Puisi Esai Diperkenalkan di Annuqayah

Masluhatun, XII IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Di Indonesia, telah muncul genre baru dalam dunia sastra yaitu, puisi esai. Puisi esai merupakan gabungan dari dua karya tulis berbeda, yakni puisi dan esai. Berhubung puisi esai merupakan aliran baru dalam dunia sastra, maka diadakanlah Workshop Penulisan Puisi Esai di tiga tempat yaitu Bandung, Yogyakarta, dan Madura. Acara ini diadakan oleh Jurnal Sajak yang bekerja sama dengan Bengkel Puisi Annuqayah.

Awalnya workshop penulisan puisi esai di Annuqayah akan dilaksanakan setelah workshop di Yogyakarta. Karena acara yang dijadwalkan bertepatan dengan bulan Ramadan, pihak Annuqayah meminta agar workshop diadakan sebelum bulan Ramadan lantaran saat Ramadan Annuqayah akan sepi. Dan akhirnya workshop di Madura diadakan pada Sabtu (14/7) kemarin bertempat di kampus Instika Putra.

Beberapa siswa dan guru dari SMA 3 Annuqayah berkesempatan mengikuti acara ini.

Sebelum acara dimulai, K. M. Faizi, M.Hum., memberi sedikit pembukaan dan minta maaf karena acara terlambat dimulai berhubung penyaji pada acara tersebut sampai di Annuqayah pada hari Sabtu (14/7) pukul 01.10 WIB dini hari.

Dalam penyajian workshop ini, Jamal D. Rahman menjelaskan bahwa puisi esai saat ini merupakan percobaan dalam khazanah puisi Indonesia. Dan saat ini puisi esai masih belum menemukan penulis “brilian” seperti Chairil Anwar dan WS Rendra.

Yang menjadi pertanyaan salah seorang peserta workshop, mahasiswi Instika, adalah tentang perbedaan narasi dengan puisi esai. Jamal D. Rahman menjawab, “Puisi esai sebenarnya adalah puisi yang bercerita. Bedanya, puisi esai ditambah dengan catatan kaki.” Di sinilah catatan kaki berfungsi sebagai jembatan antara fiksi dan fakta.

Materi dari Jamal D. Rahman berakhir pukul 11.45 WIB. Penyajian dilanjutkan kembali pada pukul 14.00 WIB. Sebagian besar waktu digunakan Jamal D. Rahman untuk sesi tanya jawab.

Dalam Jurnal Sajak nomor 3 tahun II 2012, Denny JA memaparkan bahwa ada lima platform puisi esai. Pertama, puisi esai mengeksplorasi sisi batin individu yang sedang berada dalam sebuah konflik sosial. Kedua, puisi esai menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Ketiga, puisi esai adalah fiksi. Keempat, puisi esai tidak hanya lahir dari imajinasi penyair tapi hasil riset minimal realitas sosial. Dan kelima, puisi esai berbabak dan panjang.

Namun kelima platform di atas bukan hal yang wajib ada. Tapi hanya sebagai tuntunan yang mudah dikenali jika seseorang membuat puisi esai.

Untuk mendukung lahirnya puisi esai ini maka Jurnal Sajak mengadakan lomba menulis puisi esai yang digagas oleh Denny JA.

Sayangnya pada acara workshop kemarin keterlambatan dimulainya acara membuat beberapa sesi tidak terlaksana sebagaimana mestinya.

“Puisi yang bagus adalah puisi yang tidak mudah dilupakan,” kata Agus R. Sarjono, fasilitator pada Sabtu sore kemarin.


04 Juli 2012

Haflah Akhir Dirasah dalam Kesedihan



Masluhatun, XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah
Guluk-Guluk—Haflah Akhir Dirasah (HAD) Direktorat Madaris III Annuqayah untuk yang kesekian kalinya kembali diadakan. Acara ini bertempat di halaman SMA 3 Annuqayah dan dilaksanakan pada hari Sabtu (30/06) kemarin.

Acara yang diadakan pada setiap akhir tahun pelajaran ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dilaksanakan setelah penyelenggaraan berbagai macam lomba yang tahun ini berlangsung selama enpat hari dari tanggal 25-28 Juni 2012. Ada 15 jenis lomba yang digelar, antara lain: lomba yel-yel (umum), lomba nasyid (MTs-SMA), lomba menggambar (MI), lomba mengganbar peta (MTs-SMA), lomba membaca cerita ( MI), lomba menghafal Juz ’Amma (umum), dan sebagainya.

Lomba-lomba tersebut merupakan ajang untuk mengasah kemampuan, keterampilan, dan bakat yang dimiliki siswa.

Pada saat lomba pidato 4 bahasa, panitia mengundang seorang da’i cilik dari TK Annuqayah, Ajai, untuk menambah semangat peserta lomba dalam mengikuti lomba ini.

Sebelum acara HAD dimulai, salah satu siswi MTs dan SMA yang sudah khatam hafalan Juz ‘Ammanya mengikuti munaqasah (diuji) di hadapan para hadirin. Baru setelah itu, semua siswi kelas akhir baik MI, MTs, dan SMA bersama kepala sekolah dari masing-masing satuan unit pendidikan memasuki tempat acara akan berlangsung dengan melewati barisan Paskibraka yang dipimpin oleh Zakiyah, siswi kelas X, dan dengan diiringi lantunan shalawat oleh Paramarta (Paduan Suara Madaris III). Paramarta juga membawakan lagu Indonesia Raya, Hymne Madaris 3 Annuqayah, Mars Madaris 3 Annuqayah, Hymne Annuqayah, dan Mars Annuqayah pada acara ini.

Acara HAD baru dimulai pada pukul 09.15 WIB yang dipandu oleh Khatimah sebagai pembawa acara. Pada susunan acara yang kelima, diberikan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) kepada siswi kelas akhir oleh masing-masing kepala sekolah satuan unit pendidikan, yaitu K. M. Marzuqi mewakili kepala MI 3 Annuqayah, Sakran, A. Md. kepala MTs 3 Annuqayah, dan K. M. Mushthafa, S.Fil., M.A. kepala SMA 3 Annuqayah.

Sambutan atas nama perwakilan satuan unit pendidikan di lingkungan Madaris III Annuqayah disampaikan oleh Sakran, A. Md. Sedangkan pengarahan pesan disampaikan oleh Direktur Madaris III Annuqayah, K. M. Faizi, M.Hum.


Setelah semua rangkaian acara ditutup oleh K.H. Nurul Huda, acara selanjutnya yang paling ditunggu-tunggu siswi adalah pengumuman ranking kelas, pemenang lomba, dan penyerahan rapor. Selain pengumuman tersebut, juga diumumkan siswi berprestasi dalam rumpun agama, IPA, dan IPS untuk tingkat SMA 3 Annuqayah.

Kenang-kenangan juga diberikan kepada siswi teladan yaitu, Fina Qurrata A’yunina (MI), Istianah (MTs), dan Anisah (SMA). Ketiga siswi tersebut telah diumumkan pada malam sebelumnya dalam acara malam puncak Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah (HIMA) Putri di halaman Institut Tinggi Ilmu Keislaman (Instik) Annuqayah putra.

Namun acara tahunan kali ini dirundung oleh kesedihan karena bersamaan dengan wafatnya salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah (PPA) daerah Sabajarin yaitu K.H. Moh. Tsabit Khazin, sehari sebelum acara HAD. Beliau wafat pada hari Jum’at pagi (29/06). K. Faizi dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa sejak bulan Juni 2011 sampai bulan Juni 2012, tercatat 7 kematian di Annuqayah baik dari guru dan dari pengasuh PPA.

Setelah Direktur Madaris 3 Annuqayah menyampaikan pengarahan pesan, beliau memimpin siswi dan undangan untuk membaca surat al-Fatihah yang dikhususkan kepada almarhum K.H. Moh. Tsabit Khazin. Begitu pula yang dilakukan K.H. Nurul Huda sebelum menutup acara HAD dengan doa.

21 Juli 2011

Hari Ketiga Mosba 2011

Masluhatun, XI IPS SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari ketiga Mosba, Rabu 20/07, acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi, diawali dengan razia dan mengecek kelengkapan asesoris, alat tulis dan kerapian peserta. Semua peserta berkumpul di depan aula Madaris 3 Annuqayah, baru setelah itu peserta diperbolehkan masuk ke ruangan.

Walaupun pada jadwal telah tercantum bahwa acara dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB dan Mosba telah memasuki hari ketiga, masih saja ada peserta yang datang terlambat dan tidak memakai asesoris lengkap, sehingga mereka mendapat sanksi atau teguran dari panitia.

Pagi itu beberapa kelompok menampilkan yel-yelnya. Dan ternyata masih ada yang tidak hafal dengan yel-yel dari kelompoknya.

Setelah semua peserta masuk ke dalam aula, kegiatan pertama pagi itu dimulai, yaitu review materi yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Selain kelompok odong-odong, setiap peserta dari kelompok lain membuat bagan sejarah Annuqayah, merangkum materi analisa diri, merajut mimpi meraih prestasi.

Kelompok odong-odong tidak membuat review sehingga mereka diminta menjadi fasilitator pada permainan cerdas cermat yang diminta oleh panitia. Sedangkan sembilan kelompok yang lain dibagi menjadi tiga kelompok.

Materi pertama pada hari itu adalah Metode Belajar Efektif, disampaikan oleh Mus’idah Amien, S.Pd.I.

Materi selanjutnya mengenalkan berbagai keorganisasian yang ada di Madaris 3 Annuqayah yang disampaikan oleh perwakilan dari setiap unit kegiatan yang ada, seperti Expressive Computer (EC), Madrasah Resource Center (MRC), Green House, Mading Raksasa (MaRak), Perpustakaan, Astronomi Madaris Club (AMC), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), OSIS MTs dan SMA, Pemulung Sampah Gaul (PSG), dan Sanggar Tikar.

Peserta diberi waktu 1 jam untuk shalat, makan dan istirahat. Tepat pukul 12.30 WIB peserta harus sudah berkumpul bagi yang datang terlambat mendapat sanksi dari panitia. Tentunya setiap sanksi yang diberikan oleh panitia bukanlah sanksi yang dapat melukai fisik. Hanya dengan ucapan untuk menguji mental, itu pun tidak terlalu kasar dan sanksinya seperti bershalawat, berpidato, bernyanyi dan sebagainya untuk menghibur peserta yang lain.

Materi ketiga hari itu berjudul Disiplin is The Key Of Success oleh Subaidi Mukhtar, S.Pd., dimulai pukul 13.00 WIB. Menurut beliau, untuk mencapai sukses ada 4 aspek umum, yaitu kerja keras, rencana, teliti, dan proses keberuntungan. “Kenapa negeri ini tidak sukses-sukses? Karena mereka (seperti anggota dewan) tidak mencontohkan kesuksesan,” kata beliau.

Sedangkan menurut Mario Teguh ada 3 aspek untuk mencapai sukses, yakni disiplin, obyektif, dan obsesif.

Acara terus berlangsung sampai yang terakhir, lanjutan Sanggar Tikar. Sore itu setiap kelompok berkumpul di depan laboratorium IPA untuk menampilkan sebuah cerita yang mereka buat. Ada yang berteater, drama, komedi, dan dongeng. Masing-masing kelompok diberi waktu 7 menit.

Satu hari lagi, hari berakhir di Madaris 3 pada acara MOSBA dan setiap siswa diharuskan membuat resum materi metode belajar efektif dan disiplin is the key of success. Juga 10 masukan untuk keorganisasian yang ada di Madaris 3 Annuqayah.

20 Juli 2011

Hari Kedua Mosba 2011

Ruka’iya, Kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari Selasa tanggal 19 Juli merupakan hari kedua diselenggerakannya Mosba Aliansi MTs 3 dan SMA 3 Annuqayah tahun 2011. Jadwal kegiatan pada pagi itu ialah upacara pembukaan Mosba.

Sebelum upacara dimulai, para peserta disibukkan dengan asesoris yang harus dipakai. Di antaranya ada beberapa peserta yang membetulkan topi kerucut dengan kombinasi balon yang diletakkan di atas topinya dan di tengah topi ada nama peserta serta nomor urut kelompoknya. Selain itu juga ada yang membetulkan kalungnya yang terbuat dari permen dan di tengahnya ada telur sebagai hiasan.

Waktu telah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Seluruh peserta dikumpulkan terlebih dahulu sebelum upacara pembukaan yang dilaksanakan di halaman SMA 3. Pada saat itu peserta diatur terlebih dahulu oleh panitia untuk menertibkan suasana dengan berkumpul sesama kelompoknya.

Setelah itu semua peserta menuju ke lapangan untuk melaksanakan upacara pembukaan Mosba. Susunan upacaranya tidak beda jauh dengan susunan upacara bendera seperti yang dilaksanakan oleh siswa setiap hari Senin.

Perbedaannya hanya terletak pada susunan alurnya yang lebih dipersingkat. Alur dalam upacara pembukaan yang telah disusun oleh panitia. Seperti halnya dalam upacara itu, ada sambutan, prakata panitia dan pembina upacara yakni disampaikan oleh Kepala SMA 3 Annuqayah.

Ketika sambutan beliau lebih mengarah kepada tujuan dilaksanakannya Mosba . Hal ini disampaikan agar peserta memahami betul makna sesungguhnya dilaksanakannya Mosba. Selain itu juga agar peserta tidak main-main dan bersungguh-sungguh dengan jadwal kegiatan yang telah ditentukan oleh panitia.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyematan asesoris peserta Mosba yang diambil dari perwakilan siswa MTs dan SMA 3 oleh masing-masing kepala sekolah. Selanjutnya pembacaan doa yang dipimpin oleh kepala sekolah dari MTs 3 Annuqayah. Upacara selesai tepat pukul 08.00 WIB.

Pada pukul 08.00 WIB kegiatan selanjutnya materi tentang sejarah Annuqayah. Kali ini penyajinya adalah K. M Faizi, S.Ag., M. Hum. Beliau menjelaskan panjang lebar tentang asal muasal sejarah Annuqayah dari pertama kali annuqayah didirikan. Namun ceritanya hanya dipersingkat saja, dikarenakan waktunya tidak memungkinkan jika diurai semuanya.

Dalam pemaparannya, beliau menceritakan tentang silsilah keluarga Annuqayah. Pendiri Annuqayah ialah Kiai Syarqawi. Sejak tahun 1933, Annuqayah mengenal sistem pendidikan dengan model kelas yang hingga saat ini tetap berlangsung.

Materi selanjutnya tentang analisa diri yang dipaparkan oleh Ny. Isty Rozana, S. Psi. Materi ini ditujukan agar siswa bisa menemukan jati diri mereka. Penyaji di antaranya menjelaskan macam-macam bentuk kepribadian. Dengan begitu peserta diharapkan dapat mengetahui dan mengenali, termasuk manakah kepribadiannya ? Di samping itu juga ada penjelasan mengenai potensi diri, bakat dan minat serta refleksi diri, yang telah dipaparkan sedetail mungkin.

Dalam pelaksanaan Mosba setiap harinya selalu ada waktu luang untuk istirahat,makan dan shalat. Setelah itu peserta kembali lagi mengikuti kegiatan Mosba. Pada pukul 13.00-14.00 WIB, materi dilanjutkan dengan tema “Merajut Mimpi Meraih Prestasi “ bersama K. M. Musthafa, S.Fil., M.A.

Pemaparan beliau sangat singkat sekali tapi jelas disimak dalam merajut mimpi, meraih prestasi. Beliau menyampaikan bahwa seseorang yang mempunyai mimpi itu sangat bagus karena mimpi-mimpi itu nantinya akan mendorong kita sekaligus juga akan bisa memberikan arahan.

Acara selanjutnya “Sanggar Tikar” yang dijadikan salah satu materi pada jadwal kegiatan Mosba. Hal ini ditujukan untuk mengetahui bakat dan potensi peserta. Dengan seperti itu, siapa tahu ada peserta yang minat bergabung bersama Sanggar Tikar.

Sanggar Tikar merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler SMA 3 yang termasuk program OSIS dan ditangani oleh OSIS divisi kesenian. Acara ini dilaksanakan di halaman Lab, agar peserta tidak bosan karena harus mengikuti jadwal kegiatan yang bertempat di dalam Aula.

Acara ini dipimpin oleh Indah Susanti Ketua Sanggar Tikar sekaligus panitia Mosba. Akan tetapi Indah tidak sendirian karena dibantu juga oleh panitia lainnya. Materinya hanya ada permainan saja dan pertunjukan. Sebelumnya menjelaskan terlebih dahulu tentang Sanggar Tikar.

Acara ini berjalan dengan lancar dan lebih baik dari hari sebelumnya dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.

19 Juli 2011

Hari Pertama Mosba 2011

Ruka’iya, murid kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari Senin tanggal 18/07 kemarin, MTs 3 dan SMA 3 Annuqayah menyelenggarakan Masa Orientasi Siswa Baru (Mosba). Acara ini berlangsung hingga hari Kamis tanggal 21 Juli. Jumlah peserta yang mengikuti Mosba tahun ini 124 orang.

Pada tahun ini OSIS MTs dan SMA 3 Annuqayah bekerja sama dengan melibatkan beberapa guru baik di MTs dan SMA 3. Pada tahun-tahun sebelumnya pelaksana kegiatan Mosba sepenuhnya melibatkan OSIS saja.

Di hari pertama Mosba, pada jam 07.00-09.00 WIB kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta Mosba adalah mendaftarkan diri sebagai peserta ke panitia. Pendaftaran berlangsung di depan Aula Madaris 3 Annuqayah dan peserta yang telah mendaftar mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu tes kesehatan dan golongan darah.

Tes kesehatan dilaksanakan di ruang UKS Madaris 3. Ruangan yang sederhana dan lumayan kecil membuat tidak cukup jika semua peserta langsung menempati ruangan itu sehingga panitia telah menformat tes kesehatan ini dengan mengatur peserta untuk membentuk barisan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tes kesehatan dibantu oleh seorang perawat yang bernama Khotimah. Ketika itu ada juga panitia yang ikut membantu. Dalam kegiatan itu ada tes tensi darah dan berat badan.

Akan tetapi pada saat tes golongan darah yang dilaksanakan di Laboratorium SMA 3 Annuqayah, panitia mengalami sedikit kendala, yakni Bekti Utami, S.T salah satu guru di Madaris 3 yang koordinator Lab dan sekaligus pemandu tes golongan darah, tidak kunjung datang. Hal ini disebabkan waktu pelaksanaan tes kesehatan dan golongan darah diubah, yang semestinya dilaksanakan pada jam 10.00-12.30 diubah ke jam 09.00 setelah pendaftaran selesai.

Pada hari sebelumnya panitia telah menghubungi guru pemegang materi Kimia dan Biologi itu, tetapi beliau tidak dapat dihubungi. Hal itu membuat panitia khawatir olehnya dengan kondisi seperti itu. Dan untuk sementara peserta Mosba diistirahatkan terlebih dahulu sambil menunggu peserta lainnya yang sedang melakukan tes kesehatan.

Tidak lama kemudian, beliau hadir. Hal ini membuat panitia merasa senang dan semangat kembali. Sedangkan tes kesehatan masih tetap berlangsung. Ketika menunggu kehadiran beliau, panitia menyiapkan peralatan yang digunakan untuk tes golongan darah.

Saat tes golongan darah dimulai beliau hanya menjadi menjadi pengawas sambil mengontrol kerja panitia yang ikut membantu. Beliau memberi kepercayaan seperti itu, dikarenakan panitia adalah kelas XII IPA yang telah mendapat bimbingan langsung dari beliau dan telah pernah mempraktikkan pengetesan golongan darah.

Alokasi waktu kegiatan tes kesehatan dan golongan darah yang berdurasi 2 jam setengah untuk ternyata tidak mencukupi. Padahal acara selanjutnya technical meeting. Karena itu tes golongan darah disudahi terlebih dahulu walaupun tidak selesai dan langsung dilanjutkan technical meeting yang bertempat di Aula Madaris 3 Annuqayah.

Peserta yang belum melakukan tes golongan darah akan dilanjutkan ketika ada waktu luang pada saat mereka sudah aktif masuk kelas nanti.

Pada saat technical meeting berlangsung, para peserta Mosba hanya diberitahu mengenai tata tertib yang harus dipatuhi. Selanjutnya setelah peserta memahami betul tata tertib yang diberlakukan, dilanjutkan pengenalan asesoris yang harus dipersiapkan dan digunakan keesokan harinya. Dan pada saat itu juga panitia menentukan kelompok yang kemudian dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok rata-rata terdiri dari 12 orang.

Setelah acara technical meeting selesai, peserta diperkenankan untuk shalat, makan, dan istirahat. Sedangkan panitia tidak langsung istirahat, karena masih ada rapat sebentar untuk persiapan acara siang harinya.

Pada siang harinya, pukul 12.30-16.00, kegiatan yang dilaksanakan adalah LKBB (Latihan Kelompok Baris-Berbaris) yang dipandu oleh Pramuka Racana Siti Khadijah Instika Guluk-Guluk. Dalam kegiatan itu mereka memberi pengetahuan seputar baris berbaris dan juga memberikan contoh yang kemudian diikuti oleh semua peserta Mosba.

Beberapa peserta kemudian dipilih untuk dijadikan petugas upacara pada pembukaan Mosba esok harinya.

Setelah dianggap cukup, kemudian pembimbing melibatkan panitia untuk membantu menguji kembali pemahaman peserta tentang baris berbaris.

Dan alhamdulillah acara Mosba di hari pertama ini berjalan dengan sebagaimana mestinya. Walaupun sedikit mengalami beberapa hambatan namun dapat diatasi dengan baik.

15 Juli 2011

Penyerahan Rapor di Madaris 3 Annuqayah


Masluhatun, XI IPS SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Lima hari menjelang penyerahan rapor siswa di Madaris 3 Annuqayah, Selasa pagi (28/06) panitia Haflah Akhir Dirasah Madaris 3 Annuqayah mengadakan acara pembukaan yang dibuka oleh Naufan Hammam, S.Pd.I. Setelah itu, dimulailah kegiatan lomba. Banyak siswa yang datang tapi ada juga yang tidak hadir.

Selama 4 hari telah banyak lomba yang dilaksanakan, di antaranya adalah lomba Sang Juara, menghafal juz amma, memasak, lari rukun iman, pidato 4 bahasa, baca cerita, komik 4 babak, lacak peta, miss muslim, menyusun kata menjadi kalimat, menggambar, mewarnai, shalawat diba'i, tartil, dan sudoku. Semuanya dilombakan sesuai dengan tingkatannya. Lomba berakhir pada Jum'at sore dengan lomba sudoku.

Di saat lomba sedang berlangsung, ada sekelompok siswa yang selalu berkumpul pada pagi dan sore hari. Mereka adalah pasukan pembawa bendera yang akan mengiringi kedatangan siswa kelas akhir pada hari penyerahan rapor yang berlatih sejak selesainya ujian semester genap di SMA 3 Annuqayah.

H-1 panitia telah sibuk di halaman MTs 3 Annuqayah dengan tatanan panggung, letak kursi-kursi dan terop yang akan menjadi tempat berlangsungnya acara. Sedangkan siswa yang datang walaupun hanya sedikit ikut membantu membersihkan halaman.

Hari Ahad (03/07), semua siswa Madaris 3 Annuqayah yang hadir berkumpul di tempat yang telah disediakan. Demikian juga para guru dan undangan wali siswa kelas akhir MI, MTs, dan SMA.

Acara penyerahan rapor dimulai sekitar pukul 09.10 WIB dengan MC Mus'idah Amin, S.Pd.I. Sama seperti dua tahun sebelumnya, para siswa kelas akhir memasuki tempat acara diiringi oleh pasukan pembawa bendera dan Paduan Suara Madaris 3 beserta kepala sekolah dari satuan pendidikan masing-masing. Ijazah diberikan langsung oleh kepala sekolah kepada siswa-siswanya yang telah lulus. Tetapi karena kepala sekolah tingkat MI belum hadir saat acara akan dimulai maka diwakili oleh K. Ach. Khalish Muhammad. Acara berakhir sekitar pukul 11.00 WIB yang ditutup oleh K. H. Waqid Yusuf.

Setelah itu dilanjutkan dengan pengumuman ranking kelas. Inilah acara yang di tunggu-tunggu siswa. Pengumuman dimulai dari tingkat MI, MTs, dan terakhir SMA. Kepala SMA 3 Annuqayah juga memberikan kenang-kenangan khusus kepada siswa-siswa tauladan yaitu Fina Qurratu A’yunina (kelas IV MI), Istiana Alifia (kelas IX MTs), dan Ummu Naqiyatin (kelas X SMA) yang sebenarnya sudah diumumkan pada malam puncak sebelumnya di Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah pusat.

Setelah pengumuman ranking kelas selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman juara lomba sesuai dengan tingkatannya. Yang terakhir adalah pembagian rapor siswa oleh wali kelas masing-masing.

Dengan selesainya pembagian rapor ini berarti berakhir pula masa sekolah di kelas sebelumnya dan para siswa akan memasuki kelas baru di tahun ajaran baru pula.

12 Maret 2010

MI 3 Annuqayah Rayakan Maulid, Penonton Membludak


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Jumat 12 Maret 2010, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini adalah kali kedua MI 3 Annuqayah merakayakan maulid dengan penceramah yang sama: Kiai Luqman, pengasuh MI Nurul Islam Sumber Pinang.

Dalam sambutannya, kepala MI 3 Annuqayah, H.M.Mahfud Manaf, A.Ma, menyampaikan dengan tegas bahwa pelaksanaan Maulid MI 3 Annuqayah sengaja tidak digabung dengan MTs dan SMA dikarenakan beberapa alasan mendasar.

“Jika perayaan maulid MI diisi materi ceramah semisal MTs dan SMA justru menjadi tidak efektif untuk anak-anak. Karena dunia mereka beda, tingkat pencerapannya beda juga,” katanya. “Untuk acara ini, saya pesan secara khusus agar materinya lebih ditekankan kepada motivasi belajar dan akhlak luhur bagi anak-anak,” katanya.

Kepala sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan sambutan dan hidangan. “ Saya mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan. Acara ini sepenuhnya diprakarsai oleh anak-anak, termasuk kepanitiannya. Sekolah hanya menfasilitasi dan memberi dukungan semampunya,” katanya. “Jadi, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan,” lanjut Mahfud Manaf merendah.

Acara yang dimulai pukul 08.15 WIB tersebut berlangsung sangat meriah. Pada sesi ‘Cerita Bersama”, Kiai Luqman bercerita tentang keluhuran akhlak Nabi, kemudian memotivasi anak-anak agar meneladani Nabi. Beberapa kali ia tampak mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Anak-anak pun semangat.

“Ayo siapa bisa menyanyikan lagu yang tadi Kakak nyanyikan sambil menggerakkan tubuh? Ada hadiahnya lho…” katanya, disambut riuh dan acungan jari anak-anak. Zilvia maju pertama kali kemudian disusul Nely, siswi satu MI. Keduanya langsung dihujani sorak-sorai anak-anak.

Pada sesi penampilan, anak–anak mementaskan tari samman, shalawat, drama, dan musikalisasi puisi. Tampak di luar gedung aula puluhan siswi MTs dan SMA antusias menonton acara. “Peringatan maulid kali ini sangat istimewa. Saya sangat senang,” kata Ibad dan Arika, siswi kelas enam. Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama dipimpin oleh Ny. Maryam Mahfudz.

Selesai acara, fasilitator MI 3 Annuqayah, Mega ESY, Siti Mailah, dan Fatimatuzzahrah, melakukan rapat evaluasi dengan panitia yang kesemuanya terdiri dari anak-anak kelas satu sampai kelas enam.

07 Maret 2010

OSIS SMA dan MTs 3 Annuqayah Bersatu Rayakan Maulid Nabi Muhammad

Mus’idah Amien, Waka Kesiswaan SMA 3 Annuqayah

OSIS SMA dan MTs 3 Annuqayah Sabtu (06/03) kemarin merealisasikan salah satu programnya yaitu memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Pada rapat perdana, seluruh panitia sepakat acara ini akan dilaksanakan di halaman Madaris 3 Annuqayah. Namun karena kondisi cuaca kurang bersahabat panitia memilih jalan pintas yaitu dilaksanakan di Aula Utama Madris 3 Annuqayah saja.

Sebelum acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan, panitia menggelar lomba sholawat antarkelas dalam waktu tiga hari berturut-turut. Adapun tujuan diselenggarakannya lomba sholawat tersebut adalah dalam rangka menggali potensi siswa yang selama ini terpendam.

Dengan lomba ini, OSIS SMA 3 dan MTs 3 Annuqayah bisa melihat dan mewadahi siswa-siswa yang berpotensi. Hal tersebut dirasa penting agar bakat yang siswa miliki bisa dikembangkan. “Tentunya dengan mendatangkan pembimbing yang sudah profesional,” imbuh Reni, ketua OSIS SMA 3 Annuqayah.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB itu dihadiri oleh sekitar tiga ratus lima puluh siswa SMA 3 dan MTs 3 serta dewan guru Madaris 3 Annuqayah. Acara ini diparipurnai oleh nasyid yang dilantunkan oleh adik-adik TK Annuqayah kemudian dilanjutkan dengan acara hikmah maulid yang disampaikn oleh K.H. Abul Khair.

Tausiyah yang di sampaikan oleh K.H. Abul Khair tersebut tak hanya berisi tentang keteladanan nabi, tetapi tentang mode santri yang kian meniru artis pun disinggung. “Sepatutnya, sebagai santri kita meniru akhlak Nabi yang baik-baik. Bukan malah mengkhianati kecintaanya kepada kita. Nabi merasa resah atas penderitaan umatnya kelak, tapi kita malah semakin mendekat pada penderitaan. Bukankah begitu?” papar beliau.

“Acara ini berjalan cukup lancar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini bisa terjadi karena berkat semangat 45 siswa yang ingin bersama-sama melantunkan sholawat dengan tujuan mengenang hari lahirnya Rasulullah SAW. Dengan cara itulah kita dapat meneladani akhlaq Rasulullah serta mempererat tali silaturrahim antar siswa dan guru,” ungkap Anisah selaku ketua panitia acara peringatan Maulid ini.

05 Maret 2010

AMC Gelar Taman Sains

Ummul Karimah, XII IPA SMA 3 Annuqayah

AMC, sapaan akrab Astronom Madaris Club menggelar acara Teropong Bulan dan Taman Sains Kamis malam (03/03) kemarin. Sebenarnya acara ini merupakan acara pelantikan pengurus AMC periode 2010-2011. Namun untuk lebih memeriahkan acara tersebut, panitia merancang acara spesial untuk seluruh warga Madaris 3 Annuayah. “Anak-anak maksa minta taman sains. Saya biarkan mereka berkreasi,” kata Syaiful Bahri, salah satu guru pembimbing AMC.

Acara ini memang telah menarik perhatian siswa dan para guru Madaris 3 Annuayah saat pamfletnya dipampang di MARAK (Mading Raksasa Madaris 3 Annuqayah) dua hari sebelumnya. Sebenarnya panitia mengakui bahwa mereka merasa was-was akan cuaca yang sering mendung dan persiapan yang hanya seminggu. Hal ini diungkapkan oleh Munir, sapaan akrab Siti Muniratul Himmah, ketua panitia acara tersebut. “Persiapan kami hanya seminggu. Kami juga takut hujan dan bulan tak muncul,” ungkapnya dengan nada resah.

Pada akhirnya, acara yang digelar di halaman Madaris 3 Annuqayah itu berlangsung cukup lancar dan canggih.

Usai pelantikan, seluruh siswa dan para guru yang hadir bertepuk tangan saat pertunjukan pertama, yaitu sumber bunyi, dibawakan oleh siswa kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah. Mereka tampil maksimal dengan beberapa kentungan tradisional yang dibuat oleh mereka sendiri. Lagu-lagu yang dibawakan bernuansa shalawat sehingga pera guru tersenyum-senyum menyaksikannya. Hal ini berlangsung hingga acara presentasi mengenai teori penciptaan bumi dan galaksi bimasakti oleh anggota AMC menggantikan suara-suara kentongan itu.

Seluruh mata para peserta yang hadir menjadi tercengang saat 3 roket air produk AMC diluncurkan. Tepuk tangan yang kedua mengiringi lajunya roket yang menyemburkan air itu. Sesaat suara-suara menjadi hening. “Syukurlah, ternyata anak-anak bisa,” tambah Pak Syaiful.

Selanjutnya, anggota AMC tampak apik dalam memeragakan alat-alat sains yang mereka rancang. Dari motor listrik, permainan cermin datar, gaya Laurent, permainan hukum Archimedes, lampu ajaib, dan permainan menebak tanggal lahir. Hal ini membuat Milyani, salah satu siswa, mengakui bahwa ternyata siswa SMA 3 Annuqayah banyak yang berbakat dalam bidang elektro dan informatika. “Semoga saya bisa menjadi generasi yang lebih canggih,” ungkapnya berharap.

Selain itu siswa juga diajak berjalan-jalan mengelilingi dunia secara virtual dengan menggunakan program Starry Night Backyard. “Ke manapun siswa mau berjalan-jalan, kami siap mengantarkan,” ujar Bekti Utami, yang juga merupakan salah satu guru pembimbing AMC.

Sementara itu, sebelum sesi teropong bulan dimulai, M. Mushthafa, salah satu guru SMA 3 Annuqayah yang kini melanjutkan studi di Norwegia, juga hadir di lapangan Madaris 3 untuk sharing seputar sains dengan menggunakan layanan video call SKYPE. Beberapa guru dan anggota AMC sempat berdialog.

Acara ini berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

01 Maret 2010

Libur Maulid, MI 3 Annuqayah Adakan Super Camp


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah tidak ingin melewatkan moment libur Maulid Nabi sia-sia. Jauh hari setelah mendapat kabar tentang libur Maulid, tim fasilitator MI 3, Fatimatuzzahroh, Siti Mailah, Mega Eka Suciyanti, segera mengadakan rapat koordinasi untuk merancang kegiatan. Akhirnya disepakati untuk mengisi waktu libur, Madrasah Ibtidaiyah 3 Annuqayah akan melaksanakan kegiatan Super Camp 2010.

Setelah rencana tersebut disampaikan kepada pihak sekolah, seperti biasa, kepala MI 3 Annuqayah, H.M.Mahfud Manaf, menyampaikan dukungannya. Bahkan saking semangat, di tengah kesibukannya beliau berjanji akan mengupayakan untuk hadir pada pembukaan dan penutupan acara.

“Saya senang dengan rencana ini. Ini rencana bagus. Segera dianggar semua kebutuhannya. Sekolah akan menanggung biaya selama kegiatan berlangsung. Dan saya usahakan hadir pada pembukaan dan penutupan Super Camp nanti,” katanya, antusias.

Super Camp adalah kegiatan yang muatan materinya mengarah pada pengembangan mental, motivasi, dan belajar yang kesemuanya dikemas dalam bentuk ‘bermain’. Karena desain kegiatannya yang ‘game’, maka proses belajar menjadi tidak melelahkan.

“Mbak, kata teman-teman, gimana kalau Super Camp ditambah jadi lima hari. Terus, peserta nginap di sini,” ungkap Ibad, salah satu peserta Super Camp MI 3 2010. Pada awalnya, kegiatan ini dikhususkan untuk kelas empat, lima, dan kelas enam saja.

“Target utamanya adalah kelas enam. Tapi setelah kami diskusikan lagi dengan tim fasilitator, akhirnya diputuskan untuk melibatkan kelas empat dan lima juga,” kata Iffah Albatul, mantan ketua Perpustakaan Madaris 3 dan Pembina Edelweiss English Club Madaris 3 Annuqayah yang juga terlibat sebagai pemateri pada kegiatan tersebut.

Kegiatan Super Camp MI 3 Annuqayah 2010 dilaksanakan pada tanggal 25-27 Februari, diikuti oleh 20 anak terdiri dari kelas empat, lima, dan enam bertempat di Aula Stareva Sabajarin. Beberapa peserta tidak ikut karena mereka memilih berlibur di rumah. “Kami bisa memaklumi kondisi ini. Mereka mungkin ingin merayakan Maulid di rumah masing-masing. Dan pihak sekolah memang tidak mewajibkan, sekalipun memang sangat menganjurkan,” kata Siti Mailah.

Adapun materi Super Camp antara lain: cerdas cermat, diskusi, mendongeng, acak kata, menggambar, tebak lagu dan drama. “Bedanya, di sini semua kami desain game. Meski jadwalnya agak padat, mereka tetap semangat,” kata Mega Eka Syuciyanti, salah satu fasilitator MI 3 Annuqayah

Kegiatan yang dimulai hari Kamis tersebut ditutup hari Sabtu sore. Pada acara penutupan, Arika dan Icha membacakan puisi ‘Perpisahan’. Suasana menjadi begitu haru dan menyentuh. Semua menangis, tak terkecuali fasilitator. Sebelum pulang, fasilitator mengajak anak-anak untuk berbagi kesan dan pesan. Menjelang senja anak anak pulang dengan senyum penuh kebahagiaan.

Namun setelah acara penutupan selesai, tim fasilitator mengajak anak-anak bergame tebak kata. Anak-anak kembali bersorak sorai senang. anak anak pulang dengan penuh ceria dan senyum harapan mengembang.

Maju terus MI 3 Annuqayah.

11 Februari 2010

Tim PSG Madaris 3 Annuqayah “Hadapi” Mahasiswa Bluto

Ummul Karimah, XII IPA SMA 3 Annuqayah

Tim Pemulung Sampah Gaul atau PSG Madaris 3 Annuqayah menghadiri undangan AMPB (Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bluto), Ahad (07/02) Kemarin. Acara tersebut dilaksanakan oleh pemuda Bluto dalam rangka penyadaran akan isu pemanasan global dengan difokuskan pada bahaya sampah plastik. “Kami rasa PSG Madaris 3 yang pas untuk mengisi acara ini,” tutur Fauzi, salah satu pengurus AMPB.

Sementara itu, Indah Susanti selaku ketua PSG periode 2010-2011 sempat mengaku was-was untuk menggerakkan anggota dalam presentasi, sebab yang dihadapi bukanlah lagi siswa, melainkan mahasiswa. Namun atas dasar percaya diri dan yakin, 8 orang tim PSG bersama 1 pembimbing meluncur menuju kawasan Aeng Baja Raja, Bluto.

“Syukurlah. Meski anggota baru ternyata mereka bisa presentasi dengan baik di hadapan mahasiwa,” ungkapnya.

Acara yang dihadiri oleh 33 pemuda Bluto dan bertempat di balai desa itu berjalan cukup lancar dan menarik, sebab usai 8 anggota tim PSG presentasi bergiliran, peserta berebut untuk bertanya dan berkomentar. “Jadi acara tidak vakum,” ungkap Mus’idah, pembimbing PSG yang ikut serta dalam acara tersebut.

Dalam perjalan acara, juga sempat dihiasi dengan suasana tegang. Ini terjadi dikarenakan pihak PSG dalam presentasinya mengatakan agar mahasiswa Bluto tidak hanya sekedar menatap nasib bumi, tetapi seharusnya melakukan aksi untuk menyelamatkan alam. Selain itu juga agar ‘mahanya’ tak kalah pada siswa.

“Bumi ini bukan warisan, melainkan titipan untuk cucu tersayang,” kata Yuli dalam presentasinya. Hal ini membuat ketua panitia acara tersebut menanggapi kalimat tersebut. “Jujur, kalimat yang disampaikan oleh adik tadi seolah menampar kami. Kami berjanji untuk benar-benar menyelamatkan alam,” katanya dengan muka merah dan nada serius.

Suasana kembali reda dan santai saat sampai pada sesi praktik pembuatan tas. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing didampingi oleh tim PSG. Sesi ini peserta diajari bagaimana menyusun dan menggunting plastik agar tas tampak rapi dan indah. Selain itu mereka juga diajari sekilas tentang cara menjahit dengan baik, walaupun salah satu anggota sudah ada yang bisa menjahit.

Akhirnya pada pukul 13.25 WIB tim PSG berpamitan pulang. Tentunya setelah ketiga kelompok yang menggunakan 2 mesin itu merampungkan tugas mereka. “Saya tidak menyangka acara sampai sejauh ini,” pungkas Indah setelah menyerahkan kenang-kenangan tas untuk AMPB.

07 Januari 2010

Pengurus OSIS SMA 3 Annuqayah Gelar Acara Nonton Bareng Film “King”


Ummul Karimah, XII IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Untuk kedua kalinya OSIS SMA 3 Annuqayah menggelar acara nonton bareng, Sabtu (31/12) kemarin. Jika pada (26/03) lalu film yang disajikan adalah film Laskar Pelangi, maka pada kesempatan kali ini OSIS menyajikan film istimewa berjudul King.

Film yang bercerita tentang keinginan keras seorang ayah untuk menjadikan anaknya yang bernama Guntur menjadi seorang pemain bulu tangkis hebat itu diputar di halaman SMA 3 Annuqayah dan dihadiri oleh 300 siswa, 2 guru putra, 5 guru putri Madaris 3 Annuqayah, beberapa Kepala Sekolah di lingkungan Annuqayah, 16 undangan OSIS, dan 5 orang masyarakat sekitar. Bahkan 20 alumni MTs 3 dan SMA 3 Annuqayah juga turut hadir untuk menonton film yang disutradarai oleh Ari Sihasale tersebut.

Sebenarnya acara tersebut akan dilaksanakan pasca ujian akhir smester gasal. Namun karena semangat pengurus OSIS SMA 3 Annuqayah yang begitu menggebu akhirnya acara tersebut digelar dengan persiapan waktu selama 3 hari. Mus’idah, pembina OSIS SMA 3 Annuqayah dalam sambutannya mengatakan bahwa anak-anak OSISnya pada periode kali ini memang mempunyai semangat yang keras. “Bukan SMA 3 Annuqayah kalau tidak mengadakan acara dengan persiapan yang terburu-buru,” tuturnya sambil tersenyum dan menunjukkan 2 jempol tangannya pada panitia yang mengambil posisi di samping panggung. “Selain itu kami ingin selalu menjadi yang pertama,” tambahnya.

Sebelum pemutaran film yang dimulai tepat pukul 21.00 WIB itu, tampak siswa yang tergabung dalam anggota Sanggar Tikar SMA 3 Annuqayah mengobrak-abrik panggung lewat aksi teaternya yang bertema Indonesiaku. Vita, sapaan akrab dari Nur Amaliah Safitri, salah satu guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA 3 Annuqayah yang menjadi pelatih dalam komunitas sanggar tersebut tampak geleng-geleng kepala. “Saya cukup salut dengan akting mereka, sebab hanya sehari mereka berlatih namun tak tampak kekakuan,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan Ernawati yang juga pembina sanggar tersebut. Awalnya ia mengaku getir sebab ia takut anak-anaknya tidak tampil maksimal. “Mana mungkin latihan hanya selama 1 hari? Tapi syukurlah ternyata mereka tampil dengan baik,” ungkapnya.

Acara yang dilaksanakan oleh OSIS SMA 3 ini benar-benar meriah. Hal ini tak hanya terbukti dengan penampilan teater anak Sanggar Tikar, namun juga oleh puisi duet berjudul Ayah karya M. Faizi yang dibacakan oleh Siti Nujaimatur Ruqayyah (17), dan Ummul Karimah (17). Ini diakui oleh Ulfatul Lu’luah, siswa kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah yang mengatakan terhanyut lewat air mata yang mengalir saat lirik untuk ayah itu dibacakan. “Tanpa terasa air mata saya menetes satu-satu. Saya jadi teringat semangat bapak untuk mencetak saya menjadi sukses yang tak ditampakkan pada saya. Bapak… Saya rindu,” katanya.

27 Desember 2009

Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah Reboisasi di Bukit Lancaran


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Untuk pertama kali, Komunitas Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah melakukan reboisasi (reforestation) di Bukit Lancaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis 24 Desember 2009, bertempat di sebelah timur Kampus STIK Annuqayah.

Acara yang diikuti oleh 43 siswi, 2 orang guru, dan 2 orang fasilitator ini dimulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi pengantar bertema ‘Mengapa Kita Melakukan Penghijauan’, dipandu oleh Mega Eka Suciyanti, fasilitator Sanggar Pelangi MI 3 Annuqayah. Meski hanya berlangsung sekitar 15 menit, diskusi berjalan cukup aktif.

Beberapa diantara mereka langsung mengemukakan pendapat dan alasannya. Acara seremonial ditutup dengan pembacaan ‘Doa Ekologi’, doa untuk keselamatan alam, dipimpin oleh Ibu Roziqoh, salah satu guru MI 3 Annuqayah yang turut hadir bersama Ibu Homaidah, S.Pd.I.

Selanjutnya, Roziqoh menentukan lokasi tempat penanaman bibit. “Bibit-bibit ini kita tanam di lahan-lahan yang kosong,” katanya, memberi pengantar. Dalam hitungan menit, 25 bibit sudah tertanam. Proses penanaman cukup singkat karena anak-anak sudah menyiapkan peralatan (arit dan pisau besar) untuk menggali lubang.

Jumlah bibit paling banyak dari jenis bibit asam. Sisanya, bibit mangga dan salak. Siti Mailah, salah satu Fasilitator Sanggar Pelangi yang juga hadir pada acara tersebut menjelaskan, “Pada proses pembibitan di awal kami memang tidak menentukan jenis bibitnya. Biarkan anak-anak sendiri yang memilih dan membenih. Ternyata mereka banyak memilih biji asam. Selain bijinya mudah didapat, tanaman ini juga cukup efektif untuk menjaga keseimbangan alam,” katanya, menjelaskan.

Beberapa saat kemudian, gerimis turun. Hal ini tentu menguntungkan, utamanya untuk bibit yang baru saja mereka tanam. Sebelum pulang, anak-anak berteduh di serambi kampus STIK Annuqayah. Sembari menikmati snack yang mereka bawa dari rumah masing-masing, mereka menyanyi dan bercerita. Menjelang pukul 17.00 WIB anak-anak pulang ke rumah masing-masing.

12 Desember 2009

OSIS SMA 3 Annuqayah Adakan Seminar Sanitasi Lingkungan

Siti Nujaimatur Ruqayyah (XII IPA SMA 3 Annuqayah)

OSIS SMA 3 Annuqayah memang tidak pernah jemu mengadakan seminar bertema tentang lingkungan. Apalagi saat ini merupakan detik-detik musim pancaroba. Kamis kemarin, 10 Desember 2009, mereka melaksanakan seminar sanitasi lingkungan yang merupakan salah satu program divisi kebersihan dan kesehatan.

Seminar yang diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari ini sengaja menghadirkan nara sumber dari UPTD Puskesmas Guluk-Guluk yang diwakili Bapak Syafruddin Syaf, A.Md. Kes. Kurang lebih ada 50 peserta yang hadir dalam acara tersebut. Selain siswa, acara ini juga dihadiri oleh masyarakat sekitar lingkungan Madaris III Annuqayah, di antaranya alumni SMA 3 Annuqayah sendiri.

Awalnya Mus’idah, S.Pd.I, pembina OSIS, mengaku cemas kalau-kalau acara akan tak terlaksana, karena hingga sampai pukul 09.00 WIB nara sumber tidak kunjung tiba. “Namun akhirnya saya bisa bernafas lega, dari kejauhan saya melihat ambulans. Itu pasti dari UPTD Puskesmas,” katanya. Meskipun Bapak Syafruddin hanya sebagai perwakilan dari Kepala UPTD Puskesmas yang saat itu berhalangan, tapi seluruh panitia tetap bersyukur karena acara masih dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh Paduan Suara Madaris III Annuqayah (PARAMARTA), yang selain membawakan Himne dan Mars Madaris juga menyanyikan lagu lingkungan.

Bapak Nasir pun, Waka Kurikulum SMA 3 Annuqayah dalam sambutannya memberikan nilai plus pada OSIS yang telah berinisiatif mengadakan acara tersebut.

Pembahasan tema fokus terhadap lingkungan sekolah dan pesantren, namun tidak begitu luas, sebab nara sumber lebih suka pada dialog. Namun beliau sempat mengupas mengenai penyakit-penyakit yang biasa diderita oleh santri, seperti bisul dan diare, mulai dari gejalanya hingga cara mengatasinya. “Namun sayang, Bapak nara sumber malah memberikan jalan akhir dengan memakai obat yang berbahan kimia. Padahal saya tidak suka obat-obatan,” kata Ummul Karimah, siswa yang saat itu bertugas sebagai perekam proses.

Materi segera ditutup dan waktu untuk dialog lebih panjang. Saat dialog dimulai seluruh siswa dan masyarakat yang hadir pro aktif serta berebut bertanya. Moderator sudah membuka dua termin penanya. Termin pertama dengan tiga penanya dan termin kedua dengan enam penanya. 10 orang penanya tersebut bertanya dengan pertanyaan yang beraneka ragam. Bahkan dari masing-masing penanya tak hanya satu pertanyaan, namun berisi tiga atau lebih.

Tapi sayangnya masih saja banyak peserta yang tidak kebagian untuk bertanya, karena nara sumber punya kesibukan dan harus segera berangkat ke kantor. Peserta diminta untuk mengontak langsung menggunakan nomor telepon yang beliau berikan.

24 Oktober 2009

Pelantikan Pengurus OSIS SMA 3 Annuqayah Dimeriahkan dengan Seminar


Ummul Karimah & Siti Nujaimatur Ruqayyah, Siswi XII IPA SMA 3 Annuqayah

Pengurus OSIS SMA 3 Annuqayah periode 2009-2010 resmi dilantik Rabu (21/10) kemarin. Acara ini dimeriahkan dengan acara dialog bertema: Teroris dalam perspektif Hukum dan Agama. Mus’idah, pembina OSIS SMA 3 Annuqayah, menuturkan bahwa pengurus OSIS meminta agar acara pelantikan tidak hanya sekadar melantik saja, tetapi ada semacam acara diolog yang bisa membuat siswa semakin tertarik untuk menghadiri acara ini. “Apalagi acara yang diangkat tentang terorisme, masih sangat hangat. Siswa dapat memperluas wawasan dan memberi penilaian secara tepat terhadap terorisme,” katanya.

Sebenarnya dialog tersebut akan dilaksanakan setelah acara pelantikan selesai. Berhubung Kiai Zainur Rahman, nara sumber dialog ini hadir lebih awal, maka dialog pun segera dimulai. Seharusnya acara tersebut juga dihadiri oleh nara sumber lainnya, yaitu Kapolsek Guluk-Guluk untuk mengupas tentang terorisme dalam perspektif hukum—sedangkan Kiai Zainur Rahman dari sudut pandang fiqih dan etika.

Namun sehari sebelum acara berlangsung pihak kepolisian mengonfirmasi panitia bahwa mereka tidak bisa hadir dikarenakan tidak diperbolehkan untuk mengisi seminar tentang terorisme. Pihak kepolisian tersebut mengaku bahwa untuk mengisi seminar ini harus meminta izin kepada Kapolwil, dan Kapolwil pun tak berani karena yang berhak mengisi hanya Densus 88. Akhirnya acara tersebut hanya dihadiri oleh Kiai Zainur Rahman saja.

Kiai Zainur, pengasuh muda PP Al-Muqri Prenduan ini, mengaku lebih berani dari Kapolwil. “Buktinya saya berani mengisi acara seminar ini dibanding Kapolwil,” tuturnya. Pernyataan ini membuat seluruh siswa SMA 3 Annuqayah dan para undangan tak dapat menahan tawa, hingga Habibah, salah satu peserta angkat komentar. “Kocak banget,” ujarnya sambil tertawa.

Mus’idah menilai ketidakhadiran Kapolsek Guluk-Guluk dengan alasan tersebut tidak masuk akal dan membuatnya kecewa. “Dari awal mereka sudah mengatakan bisa dengan mantap, tapi secara mendadak perubahan terjadi. Kalau cuma mengisi tentang perspektif hukum, seharusnya mereka bisa. Setidaknya secara mendasar saja dari pada tidak sama sekali,” ungkapnya.

Syukurlah, kehadiran Kiai Zainur dapat mengobati rasa kecewa panitia dan peserta. Hal ini juga dirasakan oleh Yuliatin, ketua panitia. Ia mengatakan bahwa acara ini cukup berjalan lancar dan pemaparan dari nara sumber sangat luas serta menarik. “Apalagi beliau memberikan izin kepada kami untuk memfotokopi buku hasil bahtsul masail NU tentang terorisme. Itu bukan sekadar menjadi obat tapi lebih,” katanya dengan nada tegas.

Selanjutnya setelah kegiatan ini berakhir, Dina Hava Novita Bramy selaku pembawa acara mengumumkan bahwa acara pelantikan akan dimulai. Seluruh pengurus OSIS baru yang memakai pakaian serba putih itu kembali diliput rasa tegang. Karena setelah mereka dilantik, mereka akan berhadapan dengan tanggung jawab yang besar.

Namun Ummul Karimah sebagai ketua OSIS lama sedikit memberikan obat penenang bagi mereka. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa meskipun namanya tidak tertera dalam struktur ia akan tetap membantu mereka. “Begitu pula dengan pihak sekolah, karena jika hanya pihak sekolah yang bekerja tanpa bantuan dari pihak OSIS maka sekolah akan kering. Demikian juga jika hanya OSIS yang semangat tanpa ada dukungan dari pihak sekolah maka sekolah akan banjir dari air mata,” tambahnya.

Moh. Nasiruddin, S.E., Waka Kurikulum SMA 3 Annuqayah, ternyata juga semakin memperkuat sambutan Ummul Karimah. Beliau menegaskan bahwa beliau akan siap membantu pihak OSIS baik moril ataupun materil. Selain itu beliau juga menambahkan dengan nasihat-nasihat yang kemudian dilanjutkan dengan memimpin pelantikan dan pembacaan ikrar. Saat pelantikan dan pembacaan ikrar ini berlangsung seluruh peserta diam dengan khidmat. Kebetulan acara ini dihadiri oleh undangan dari MA 1 Annuqayah Putri dan SMK Annuqayah Putri.

Kemudian tak lupa Mus’idah juga mengingatkan agar bukan hanya pengurus OSIS saja yang semangat tapi seluruh sisiwa juga harus ikut berpartisipasi. Qurratul Aini, ketua OSIS periode 2009-2010, dalam sambutannya juga mengharap demikian.

20 Oktober 2009

Puting Beliung di SMA 3 Annuqayah, Pohon Roboh


Ummul Karimah, Siswi Kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah

Setelah 2 pekan sebelumnya (11/10) jurusan IPA SMA 3 Annuqayah pada khususnya berduka akibat Green House roboh, kini mereka ditimpa musibah kembali. Kencangnya angin pada musim kemarau saat ini mengakibatkan pepohonan serta bangunan roboh. Salah satunya pohon yang terletak di depan laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah yang roboh pada hari Senin (19/10) kemarin.

Kedatangan angin puting beliung yang dalam skala terendah tersebut mengakibatkan sebagian genting berjatuhan akibat terjangan pohon berukuran 8 meter yang roboh tersebut. Kejadian yang terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung tersebut membuat seluruh siswa terkejut dan berdiri di balik jendela untuk menyaksikan sumber suara yang berdentum begitu nyaring itu.

Memang pohon tersebut sudah kering. Namun, pohon tersebut tampak masih cukup kuat untuk bertahan hidup hingga musim penghujan datang. “Ternyata roboh, sampai rantingnya membuat atap beranda lab jadi bolong. Gentingnya pun berjatuhan,” ujar Musrifah, ketua kelas XII IPA yang saat itu menyaksikan secara langsung kejadian tersebut.

“Kejadian ini sepertinya sama dengan puting beliung yang terjadi di Jawa Tengah, yang juga menimpa gedung-gedung dan pepohonan di sekolah. Saya baca beritanya di Kompas hari ini,” kata Mus’idah Amin, Waka Kesiswaan SMA 3 Annuqayah, yang juga cemas akan kejadian ini. Ia juga mengajak anak-anak untuk bisa selalu berdoa agar kejadian ini tak terjadi kembali. “Yang saya takutkan kalau kejadian seperti ini terulang dan sampai memakan korban,” tambahnya.

Bekti Utami, guru penanggung jawab Laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah, mengatakan bahwa genting-genting lab tersebut akan segera diperbaiki. “Untuk mengantisipasi datangnya musim hujan, harus segera diperbaiki, karena air hujan bisa saja masuk ke dalam kelas,” pungkasnya.

28 Juni 2009

MI 3 Annuqayah Menggelar Lepas Pisah


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah, Guru SMA 3 Annuqayah

Pada hari sabtu, 27 Juni 2009, MI 3 Annuqayah menggelar lepas pisah. Acara ini dilaksanakan di Aula Madaris III dan dihadiri oleh para guru MI, undangan perwakilan masing-masing lembaga satuan pendidikan di lingkungan Madaris III Annuqayah, serta seluruh siswi MI 3 Annuqayah.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah MI 3 Annuqayah, Bapak H. Mahfud Manaf, A.Ma, menyayangkan beberapa siswi yang kurang aktif terutama dalam kegiatan ekstra di MI 3 Annuqayah. “Tahun ini MI 3 Annuqayah memiliki banyak kegiatan ekstra, seperti Sanggar Pelangi, Kursus Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, dan lain-lain. Tapi kenapa koq masih ada yang tidak ikut ya…” katanya, dengan nada bertanya. “Padahal, semua kegiatan ini dilaksanakan secara gratis, tanpa uang pendaftaran, khusus untuk anak-anakku MI 3 Annuqayah. Tapi saya memaklumi. Mungkin mereka terbentur dengan kegiatan pondok. Tahun depan MI 3 Annuqayah akan mengatur jadwal, sehingga siswi-siswi MI 3 Annuqayah, khususnya yang kelas VI, bisa mengikuti kegiatan ekstra dengan maksimal,” lanjutnya.
Zahratun Ni’am, atau yang biasa dipanggil Zaza, sekaligus yang dipercaya untuk menjadi ketua panitia lepas pisah saat ini, merasa sangat menikmati dengan acara Lepas Pisah MI tahun ini. “Acara lepas pisah tahun ini asyik. Kami dan teman-teman didampingi mbak-mbak panitia bekerja sendiri untuk menyiapkan acara ini. Mulai dari pengetikan surat, konsumsi, persiapan ruangan, sampai menghubungi narasumber,” katanya.
Acara lepas pisah ditutup dengan rangkaian penampilan siswi-siswi MI 3 Annuqayah.

23 April 2009

Hari Bumi, Tim Proyek SCC Pajang 3 Poster

Ummul Karimah, siswi XI IPA SMA 3 Annuqayah, Koordinator Sosialiasi dan Promosi Tim Gula Merah School Climate Challenge Competition British Council

GULUK-GULUK—Salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh seluruh tim proyek SCC di SMA 3 Annuqayah adalah berupa penempelan poster-poster kampanye dan poster ucapan selamat untuk Hari Bumi di Mading Raksasa Rabu (22/4) kemarin. Poster-poster tersebut tidak dipajang secara bersamaan, karena kata Anisah, salah satu anggota tim Pupuk Jerami, mengatakan bahwa poster miliknya dan milik tim Sampah Plastik sudah ditempel lebih awal yaitu (21/4), satu hari sebelum Hari Bumi. "Kalau punya tim Konservasi Gula Merah Pohon Siwalan ditempelnya pas Hari Bumi," imbuh Anisah.
Meski tidak dipajang secara bersamaan, namun masing-masing dari tim mengaku bahwa mereka tetap kompak dan saling membangun semangat. Mereka mengerjakan poster itu bersama-sama di ruang kerja tim yang sederhana.
"Bagaimanapun kita tetap satu jiwa, meski kita berada di lain proyek. Kami berangkat dari isu yang berbeda, tapi semuanya adalah untuk menumbuhkan semangat cinta lingkungan. Jadi, ya harus kerja sama," ujar Siti Mailah, yang juga satu tim dengan Anisah. Setiap salah satu tim mempunyai tugas yang agak berat, maka kedua tim yang lain akan ikut membantu. Hal ini terjadi, misalnya, saat pelatihan penguatan kapasitas yang dilaksanakan dan diikuti oleh semua tim.
Yang pasti, kata Mus'idah Amien, Waka Kesiswaan sekaligus pembina OSIS SMA 3 Annuqayah, setiap kegiatan yang dilakukan mereka selalu membuatnya tersenyum dan lebih memahami arti persahabatan dan kekompakan. "Kerja sama itu penting. Jangan sampai kita tidak kompak, apalagi di organisasi atau tim," pungkas Mus'idah setelah 3 poster tersebut usai dipajang.

Kejadian Lucu Saat UN di SMA 3 Annuqayah

Khazinah, siswi XII IPS SMA 3 Annuqayah

Sejak pertama kali dimulainya UN (Ujian Nasional ) di SMA 3 Annuqayah, alhamdulilah tak ada halangan sedikit pun. Semuanya berjalan mulus-mulus saja. Semua ruangan tampak hening saat UN berlangsung. Tak ada bisikan suara sedikit pun. Yng ada hanya gesekan potlot 2B beradu dengan kertas Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN).
Namun keheningan tersebut pada Rabu pagi kemarin (22/4) sempat terpecah. Ruangan yang berada di ujung timur, yakni ruangan XXIV, yang aslinya adalah kelas XI IPS, sejak dulu memang sudah banyak mendapat masalah, entah itu kepulan asap dan bau kotoran sapi. Namun hal itu tidak lagi sejak ditutupnya ventilasi udara di dinding utara kelas XI IPS yang memang berdempetan dengan kandang sapi milik tetangga.
Rabu pagi kemarin saat itu seperti biasa suasana hening. Semua siswa lagi asyik mengarsir lembar jawaban. Tiba-tiba dari sebelah utara ruangan XXIV itu bunyi sapi yang begitu nyaring terdengar seketika. Kontan saat itu juga anak-anak di ruangan itu tertawa.
Apalagi pengawas ujian yang kebetulan menjaga berkata “Arapaah roah can sapeh (Apa sih kata sapi itu),” ujarnya dengan logat madura yang kental. Lagi-lagi anak anak di ruangan itu tertawa. “Sudah sudah jangan berisik. Kerjakan biar cepat selesai,” kata pengawas yang lain meredakan tawa anak-anak. Dan suasana pun kembali tenang. Namun bunyi sapi lagi-lagi terdengar. Tapi anak-anak tak lagi menggubris bunyi sapi itu. Semua kembali menekuri lembar soal dan mengarsir LJUN.