15 Februari 2012

Hari Terakhir Lomba Gebyar Maulid


Masluhatun, XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Selasa (14/02) adalah hari terakhir dari semua rangkaian gebyar lomba maulid Nabi Muhammad saw SMA 3 Annuqayah. Pada hari Selasa kemarin ada lomba yang paling menarik minat siswi: Miss SMA.

Ada 4 lomba yang dilombakan pada hari itu yaitu ragam pesona (kelanjutan hari sebelumnya), ekspresi gaya pelajar (mading), Miss SMA, dan komedi. Tiga lomba dilaksanakan pada pagi hari yaitu ragam pesona, mading, dan Miss SMA. Sedangkan komedi dilaksanakan pada sore hari.

Pada lomba mading, tema yang ditentukan oleh panitia adalah alam sehingga isi mading semua peserta bertemakan lingkungan. Kreativitas peserta benar-benar dimainkan. Juga cara penjelasan peserta saat mempresentasikan mading kelasnya di depan juri.

Lomba Miss SMA sangat ditunggu-tunggu. Tapi lomba tertunda sebentar karena 2 dari 3 juri yang ditentukan panitia tidak bisa hadir sehingga panitia harus mencari juri lain saat itu juga. Setelah Nyai Hj. Lailatul Faizah dan Mus’idah Amin bersedia menjadi juri mendampingi Rina Husada, S.Pd., lomba Miss SMA segera dimulai.

Ada 14 peserta miss SMA, masing-masing dari kelas XA, XB, XI IPA, XI IPS 1 dan XI IPS 2. Sedangkan untuk kelas XII IPA dan IPS memang tidak diikutkan karena sebentar lagi akan segera lulus dari SMA 3 Annuqayah. Sedangkan peserta yang dinobatkan sebagai Miss SMA akan memiliki program-program yang harus dijalankan selama satu tahun ke depan.

Lomba penutup dari semua lomba adalah lomba komedi. Semua penonton dan juri dibuat tertawa bahkan sampai terpingkal-pingkal karena ulah peserta di atas panggung. Walaupun begitu, hikmah atau pelajaran yang terdapat dalam komedi yang ditampilkan tidak luput dari penilaian juri.

14 Februari 2012

Lomba yang Membuat Gugup

Masluhatun, XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari ketiga gebyar lomba memperingati maulid Nabi Muhammad saw. SMA 3 Annuqayah yang berlangsung di depan laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah cukup membuat peserta lomba gugup. Pasalnya pada lomba munaqasyah mulhatul i’rob dan tahfizh juz ‘amma, peserta berlomba secara perorangan. Selain itu ada juga lomba ragam pesona dan lomba memasak.

Jika pada lomba munaqasyah mulhatul i’rob sebagian peserta dapat menjawab dengan cukup baik, lain halnya yang terjadi saat lomba tahfizh juz ‘amma. Hampir semua peserta menjawab dengan gugup, sehingga bagi kebanyakan peserta hafalan yang sudah dihafalkan tampaknya kadang hilang seketika.

Bersamaan dengan lomba tahfizh juz ‘amma juga berlangsung lomba memasak yang ditempatkan di depan Marak (Mading Raksasa) Madaris 3 Annuqayah. Dari kedua lomba ini, lomba memasak yang lebih banyak menarik perhatian penonton.

Lomba pada hari Senin kemarin (13/02) ini berakhir sekitar jam 13.30 WIB.

13 Februari 2012

Lomba-Lomba yang Mengasah Otak dan Menghibur

Masluhatun, XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari kedua gebyar memperingati maulid Nabi Muhammad saw. SMA 3 Annuqayah berlangsung pada hari Ahad (12/02) dengan tempat yang sama seperti sebelumnya (di depan laboratorium IPA). Lomba-lomba yang dilombakan adalah pidato bahasa Arab, rangking 1, dan rias tampa cermin.

Juri pada lomba pidato bahasa Arab adalah Izzul Muttaqin dan Amirul Khotib. Sayangnya Amirul Khotib tidak bisa hadir karena beliau masih ada di rumahnya sedangkan lomba akan segera dimulai setelah tertunda beberapa saat. Sedangkan kedua lomba lainnya jurinya adalah panitia sendiri.

Untuk mengisi waktu sebelum lomba pidato bahasa Arab dimulai, beberapa kelas menampilkan yel-yel untuk mendukung dan memberi semangat kelasnya.

Bila pada lomba yang pertama bersifat formal. Maka kedua lomba lainnya bersifat lebih menghibur, tapi keduanya mengandalkan kemampuan otak dan ketelatenan dalam merias.

Lomba pada hari kedua ini bersamaan dengan acara selamatan ruang laboratorium komputer yang baru selesai dibangun yang dihadiri oleh kepala SMA 3 Annuqayah, guru SMA, dan para pekerja bangunan. Acara selamatan ini dilaksanakan di dalam ruang lab baru yang sudah selesai dibangun.

Lomba selesai sekitar jam 13.00 WIB. Tapi untuk lomba rias tampa cermin penentuan juara 1, 2 dan 3 ditunda pada keesokan harinya, karena waktu yang tidak mendukung untuk dilanjutkannya lomba ini.

12 Februari 2012

SMA 3 Annuqayah Merayakan Kelahiran Nabi Muhammad saw.

Masluhatun, XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Sejak Sabtu kemarin (11/02), “Gebyar Lomba Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.” resmi dibuka oleh kepala SMA 3 Annuqayah. Pembukaan dilakukan dengan pemotongan tali balon yang terbang mengangkasa. Acara pembukaan berlangsung di depan laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah.

Rencananya ada 8 buah balon yang akan diterbangkan. Tujuh di antaranya akan mewakili setiap kelas di SMA 3 Annuqayah yang berjumlah 7 kelas. Dan satu lagi akan mewakili nama SMA 3 Annuqayah. Namun, sebelum acara pembukaan dimulai, tiga balon yang sudah disiapkan panitia meletus sehingga balon yang diterbangkan hanya berjumlah 5.

Lomba akan dilaksanakan selama 4 hari yang dilaksanakan pada jam sekolah. Sedangkan puncak acara peringatan maulid Nabi Muhammad saw. akan dilaksanakan pada hari Rabu (15/02), setelah semua lomba selesai dilaksanakan.

Lomba yang digelar dalam kegiatan ini adalah: shalawat diba’i, gambus tauhidiyah, pidato bahasa Arab, rangking 1, rias tampa cermin, memasak, ragam pesona, tahfizh juz ‘amma, munaqasyah mulhatul i’rob, mading, Miss SMA, dan komedi.

Adanya gebyar lomba memperingati maulid Nabi Muhammad saw. ini bertujuan agar siswi dapat menunjukkan bakat atau kemampuan yang dimiliki.

Salah satu lomba yang ditunggu-tunggu adalah Miss SMA. Tidak seperti lomba fashion show/miss muslim pada umumnya yang diadakan di Madaris 3 Annuqayah sebelumnya, kali ini peserta yang dinobatkan menjadi Miss SMA harus mengetahui hal-hal yang perlu diketahui tentang sekolah. Hal ini dilakukan agar jika SMA 3 Annuqayah mendapat kunjungan maka miss SMA juga akan ditunjuk sebagai salah satu pendamping  yang nantinya akan menjelaskan hal-hal tentang sekolah.

Dalam pelaksanaan lomba di hari pertama, yakni saat lomba shalawat diba’i, tiba-tiba turun hujan sehingga kebanyakan siswi memilih untuk berlindung di dalam kelas atau di bawah terop yang disediakan panitia. Sedangkan juri berteduh di sebelah timur kantor OSIS MTs 3 Annuqayah. Namun, walaupun dengan kondisi seperti itu, lomba tetap dilanjutkan sampai selesai.

Setelah lomba shalawat diba’i selesai, dilanjutkan dengan lomba gambus tauhidiyah. Sayangnya, siswi-siswi yang mengikuti lomba ini ternyata masih ada yang tidak benar-benar hafal 50 sifat dalam ilmu tauhid itu: 20 sifat Allah yang wajib, 20 sifat Allah yang muhal, 1 sifat yang jaiz bagi Allah, 4 sifat yang wajib bagi rasul, 4 sifat yang muhal bagi rasul, dan 1 sifat yang jaiz bagi rasul.

21 Januari 2012

Penyerahan Rapor Siswa SMA 3 Annuqayah

Masluhatun, siswi kelas XI IPS 1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Pada hari Ahad (15/01) yang lalu, SMA 3 Annuqayah mengadakan acara Temu Wali Murid dan Penyerahan Rapor Semester Ganjil. Acara dilaksanakan di Aula Madaris 3 Annuqayah. Sedangkan penyerahan rapor mengunakan ruang aula, ruang kelas MTs 3 Annuqayah, dan Perpustakaan Madaris 3 Annuqayah.

Sejak pukul 07.50 WIB, wali murid mulai berdatangan. Tapi ada juga yang datang di tengah acara atau saat acara hampir selesai. Sebelum memasuki ruang aula (bagi wali murid laki-laki) atau menempati tempat duduk di bawah terop (bagi wali murid perempuan) yang sudah disiapkan panitia, para undangan harus melewati pameran kegiatan siswa yang ditempatkan di depan aula. Pameran tersebut menampilkan hasil karya anggota PSG (Pemulung Sampah Gaul), Klub Astronomi, dan juga foto-foto dari kegiatan yang dilakukan siswa dan sekolah selama satu semester. Demikian pula ada berita-berita kegiatan yang ditulis oleh siswa.

Direktur Madaris 3 Annuqayah, K. M. Faizi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemajuan sekolah bukan hanya dilihat dari siswa yang semakin bertambah, gedung yang mentereng, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan fisik. Yang penting dari proses pendidikan anak didik adalah peningkatan mutu akhlak.

Kepala SMA 3 Annuqayah, K. M. Mushthafa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya acara ini adalah untuk bersilaturahim dan juga sekaligus penyerahan rapor.

Setelah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H. Nurul Huda, acara beralih pada sosialisasi program sekolah yang disampaikan oleh kepala sekolah. Hal-hal yang di bahas meliputi fasilitas yang dimiliki sekolah saat ini, arus keuangan sekolah (pemasukan dan pengeluaran), pembangunan, kegiatan-kegiatan sekolah, dan pembahasan tata tertib sekolah. Sebelumnya setiap undangan telah diberi lembaran yang berisi tata tertib sekolah.

Sosialisasi yang dijelaskan kepala sekolah selama 1 jam ini mendapat tanggapan yang baik dari wali murid. Ada yang memberi pertanyaan, kritik, saran dan masukan. Salah satu masukan yang mendapat tepuk tangan meriah adalah saat salah satu wali murid menawarkan saran agar setiap wali murid memberi sumbangan berupa 1 sak semen ke sekolah.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada penyerahan rapor semester ganjil kali ini ranking kelas di semua jenjang diumumkan dan diberi hadiah.

Dari seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi, penyerahan raporlah yang paling ditunggu-tunggu. Wali kelas menyerahkan rapor kepada wali murid di ruangan yang sudah ditentukan, sedangkan siswa menunggu di luar ruangan. Penyerahan rapor selesai sekitar jam 12.00 WIB.

Tidak ada kendala apapun yang menghambat kelangsungan acara ini sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.

12 Januari 2012

Observasi Kelas XI SMA 3 Annuqayah ke Wali Lima



Masluhatun, siswi kelas XI IPS-1 SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Guru mata pelajaran Sejarah kelas XI SMA 3 Annuqayah, Mabrurah, S.Ag., membawa murid-muridnya bersama beberapa guru pendamping observasi ke wali lima di Tuban, Gresik, Lamongan, dan Surabaya. Kegiatan ini sudah disepakati dengan para siswa beberapa minggu sebelum ujian semester ganjil dilaksanakan dan sudah mendapat persetujuan dari kepala SMA 3 Annuqayah.

Dari 62 orang siswa kelas XI (IPA dan IPS), ada 45 siswa yang mendaftarkan diri dalam kegiatan ini beserta 4 guru laki-laki dan 6 guru perempuan sebagai pendamping.

Observasi ini dilaksanakan setelah pelaksanaan ujian semester ganjil di SMA 3 Annuqayah selesai dan saat pelajaran masih belum aktif atau dalam masa remedi (perbaikan nilai).

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu untuk berziarah dan untuk menambah pengetahuan siswa tentang kelima sunan di Jawa Timur dengan datang langsung dan bertanya langsung kepada juru kunci di setiap makam sunan tersebut.



Ada lima kelompok yang masing-masing terdiri dari sembilan anggota. Masing-masing diberi tugas tertentu. Setiap kelompok didampingi oleh dua guru pendamping. Kelompok 1 khusus bertugas merangkum kegiatan observasi di Sunan Ampel dengan guru pendamping Syaiful Bahri, S.Ag. dan Mabrurah, S.Ag.; Kelompok 2 di Sunan Giri dengan guru pendamping Mahmudi, S.Sos. dan Bekti Utami, S.T.; kelompok 3 di Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dengan guru pendamping K.H. Ach Hazim, S.Sos., S.Pd. dan Hafiyatul Fajariyah, S.S.; kelompok 4 di Sunan Drajat dengan guru pendamping Rina Husada, S.Pd dan Sumbulatun, S.Pd.I.; dan kelompok 5 di Sunan Bonang dengan guru pendamping K. Marzuki dan Mus’idah Amin, S.Pd.I.

Rombongan observasi berangkat pada Selasa malam (27/12) setelah shalat isya’ tepatnya jam 19.45 WIB. Pada malam keberangkatan ini rombongan singgah di dua tempat, yaitu di makam K.H. Kholil, Bangkalan dan makam K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), untuk membaca doa dan tahlil.

Sedangkan observasi wali lima baru dimulai pada Rabu pagi (28/12), dimulai dari Sunan Bonang (Tuban), Sunan Drajat (Lamongan), Sunan Gresik (Gresik), Sunan Giri (Gresik), dan Sunan Ampel (Surabaya).

Peserta observasi juga mengunjungi museum yang bersebelahan dengan kompleks pemakaman Sunan Drajat. Museum tersebut mengoleksi beberapa benda bersejarah, seperti umpat batu/bencet, batu bulat, batu lumping, mata uang Cina, guci, batu berelief, keramik asing, padupa, kain batik motif drajat, jadhug, alat music, kitab Ambjah, naskah lontar, bayang gambang, dan bedhug yang dibuat oleh Pangeran Wonotirto keturunan Sunan Drajat ke-3 kira-kira abad XVII.

Selain berziarah dan belajar, baik siswa ataupun guru pendamping membeli buah tangan di tempat-tempat perbelanjaan yang bersebelahan dengan kompleks pemakaman sunan-sunan tersebut. Ada juga yang memandang kegiatan ini sebagai refreshing setelah sebelas hari mengikuti ujian semester.



Kunjungan terakhir adalah di Sunan Ampel, Surabaya. Setelah observasi di Masjid Agung Ampel selesai, rombongan banyak yang meminum dan mengambil air di gentong-gentong besar di tempat itu sebagaimana para peziarah lainnya. Air ini berasal dari sebuah sumur yang digali oleh Sunan Ampel dan santrinya. Air sumur ini dipercaya memiliki kelebihan seperti air zamzam di Mekah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa air sumur ini bersumber dari air zamzam di Mekah.

Setelah semua peserta lengkap di dalam mobil masing-masing, rombongan observasi dan ziarah SMA 3 Annuqayah pulang ke Guluk-Guluk, meninggalkan Surabaya dan menyeberang di atas Selat Madura dengan melewati jembatan terpanjang se-Asia Tenggara, Suramadu. Rombongan tiba di SMA 3 Annuqayah pada jam 23.05 WIB dengan selamat.