15 Mei 2011

Aktivitas Siswa Kelas Akhir SMA 3 Annuqayah Setelah UN

Masluhatun, XA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Jum’at, 29 April 2011, Ujian Nasional (UN) secara serentak di seluruh Indonesia berakhir. UN tingkat MTs dan sederajat berakhir pada hari Kamis, 28 April, dan bagi tingkat SMA sederajat berakhir hari kamis, 21 April.

Sebelum UN, siswa kelas akhir di MTs 3 Annuqayah dan SMA 3 Annuqayah melakukan istighasah bersama yang dipimpin oleh K.H. Waqid Yusuf di laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah. Banyak siswa yang berurai air mata saat melantunkan doa bersama.

Ujian nasional telah menjadi momok menakutkan bagi siswa kelas akhir. Karena itu menentukan lulus tidaknya siswa.

UN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Bila tahun-tahun sebelumnya kelulusan siswa mengambil 100% dari nilai UN, pada tahun ini nilai kelulusan siswa 60% diambil dari nilai UN dan 40% dari nilai ujian sekolah.

“Dalam mengikuti UN saya merasa tegang, tapi saya berusaha menjalani dengan tenang. Karena saya yakin dengan belajar dan doa saya akan sukses menjalaninya,” kata Istiana Alifia, salah satu peserta UN di MTs 3 Annuqayah.

Setelah ujian nasional berakhir para siswa kelas akhir dapat beristirahat untuk menenangkan pikiran sambil menunggu pelulusan. Pelulusan inilah yang mendebarkan bagi siswa kelas akhir. Karena hal ini akan menentukan masa depan mereka. Tetap melanjutkan sekolah atau tidak.

Khusus di SMA 3 Annuqayah, setelah UN siswa kelas akhir masih masuk, khusus untuk pelajaran agama, seperti hadits, tauhid, dan yang lainnya. Untuk mempermudah, kelas XII IPA dan kelas XII IPS disatukan dan menggunakan ruang laboratorium IPA.

Selain materi lokal keagamaan, siswa kelas akhir SMA 3 Annuqayah juga diberi materi keterampilan tata boga, latihan tahlil dan shalawat, diskusi film dokumenter, dan lain-lain. Tanggal 21 Mei siswa kelas akhir ini akan mengikuti ujian lokal.

14 Mei 2011

OSIS SMA 3 Annuqayah Peringati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional dengan Seminar


Rukaiyah, XI IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Untuk memperingati hari Kartini dan hari Pendidikan Nasional, hari Selasa tanggal 3 Mei yang lalu OSIS SMA 3 Annuqayah mengadakan seminar bertema sistem pendidikan nasional dan pembangunan perempuan. Acara ini bertempat di Aula Madaris 3 Annuqayah.

Acara ini berlangsung pada jam 07.30 WIB hingga 12.00 WIB. Pada acara ini OSIS SMA 3 Annuqayah menghadirkan beberapa penyaji, yakni Rozinah (Aktivis Solidaritas Buruh Migran Indonesia (SBMI) Region Madura), Dr. Mukhlis (dosen STAIN Pamekasan), dan Pandji Taufiq, Ketua NU Sumenep.

Acara seminar ini dihadiri oleh semua murid dan guru SMA 3 Annuqayah. Selain itu, OSIS SMA 3 Annuqayah juga mengundang siswa dari sekolah-sekolah lain, yakni dari SMA al-Muqri Prenduan, MA Annajah I Karduluk, MA Sumber Payung, MA Nurul Huda, dan juga siswa MTs 3 Annuqayah dan MA 1 Annuqayah Putri.

Dalam seminar ini muncul gagasan bahwa banyak guru atau pendidik termasuk juga pengelola lembaga pendidikan yang lebih mengutamakan aspek kognitif daripada afektif dan psikomotorik. Padahal jika semua tingkat pendidikan yang ada di Indonesia dalam mendidik dan menilai siswa mencakup ketiga aspek tersebut secara utuh, maka akan menghasilkan siswa maupun lembaga yang unggul.


Menurut Dr. Mukhlis, berilmu berada dalam kedudukan yang keempat setelah beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Karena itu, ilmu sangatlah penting, termasuk juga bagi perempuan.

Mengenai pemberdayaan perempuan, Rozinah menjelaskan bahwa perempuan itu disebut berdaya ketika sejajar dengan laki-laki. Namun pada fitrahnya perempuan tidak sama dengan laki-laki. Perempuan dan laki-laki saling membutuhkan. Tapi perempuan punya peran penting dalam membentuk dunia yang lebih baik.

Sedangkan Pandji Taufiq membahas tentang sistem pendidikan nasional yang berbasis pesantren.

Setelah ketiga pembicara memaparkan pikirannya, ada sesi dialog dengan peserta. Acara ini berlangsung dengan lancar sesuai dengan harapan panitia.

13 Mei 2011

Anak adalah Amanah Tuhan


Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Setelah bulan Maret lalu melaksanakan temu wali dengan mendatangkan dr. Dominicus Husada, pakar kesehatan anak dari Sumenep, pada hari Selasa tanggal 3 Mei 2011, MI 3 Annuqayah kembali menggelar acara temu wali dengan menghadirkan K. Luqman El Hakiem, S.Ag, pakar pendidikan anak sekaligus pembina Lembaga Nurul Islam dari Bata’al Barat, Ganding.

“Pada pagi hari ini sengaja kami menghadirkan Kiai Luqman El Hakiem untuk berbagi pengalaman berharga kepada kita semua tentang seputar dunia anak, bagaimana cara kita selaku para orang tua memberikan pendidikan terbaik terhadap mereka,” kata Ny. Sunhiyah Misya, kepala MI 3 Annuqayah, dalam sambutannya. Selain itu, kepala sekolah juga menegaskan, acara temu wali pada kesempatan kali ini merupakan bentuk komitmen MI untuk terus menjalin silaturrahmi dengan wali murid.

Pada sesi presentasi, nasa sumber mengupas tuntas dunia anak. “Pertama kita harus melihat bahwa anak adalah amanah dari Tuhan. Dari cara pandang begini, kita selaku orang tua, dengan semangat tanggung jawab akan memberikan pendidikan terbaik kepadanya,” kata Kiai Luqman dalam pembukaan presentasinya. Selain itu, Kiai Luqman juga memaparkan pentingnya peran tua dalam menumbuhkembangkan potensi dasar dan multi kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Oleh karenanya, peran orang tua dalam hal ini sangat strategis dan menentukan perkembangan anak pada masa-masa selanjutnya.


Seusai presentasi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dimoderatori langsung oleh kepala sekolah MI 3 Annuqayah. Pada sesi tersebut, para wali tampak begitu antusias menyampaikan pertanyaan, khususnya masalah seputar cara mendidik dan menemani anak belajar.

Acara yang diwarnai dengan dialog dinamis itu berlangsung kurang lebih 2 jam. Acara diakhiri pada pukul 11.00 WIB dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ny. Hj. Thoyyibah Mahfoudz, salah satu Dewan Komisaris Madaris III Annuqayah, sekaligus guru sepuh MI 3 Annuqayah.

30 April 2011

PSG Peringati Hari Bumi dengan Aksi Memulung Sampah Plastik di TPA Annuqayah


Rukaiyah, XI IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari Jumat 22 April yang lalu seluruh anggota Pemulung Sampah Gaul (PSG) SMA 3 Annuqayah memperingati hari ulang tahun PSG sekaligus memperingati Hari Bumi dengan memulung sampah plastik di TPA Annuqayah di Bukit Lancaran. Kegiatan ini didampingi oleh pembina OSIS dan Kepala Sekolah SMA 3 Annuqayah serta oleh alumnus PSG.

Ini adalah peringatan hari ultah PSG yang ketiga kalinya, dan keempat kalinya peringatan Hari Bumi yang dilakukan oleh PSG sejak terbentuk pada tahun 2008.

Perayaan ulang tahun PSG dan Hari Bumi tahun ini berbentuk pengumpulan sampah plastik di TPA Annuqayah. Sampah yang telah terkumpul kemudian dipilah.

Sebelum menuju TPA Annuqayah, tim PSG yang berjumlah 36 orang anggota ini berkumpul di halaman SMA 3 Annuqayah. “Ketika sudah sampai ke tempat tujuan, yaitu TPA Annuqayah yang penuh dengan sampah yang berserakan, kami berhadapan dengan sampah-sampah dan bau yang tak sedap. Tapi semua itu tak dapat menghalangi kami,” tutur Indah Susanti, koordinator PSG.


“Para anggota PSG tetap bersemangat dan tak mengenal malu dan jijik untuk memungut satu per satu sampah plastik yang masih layak digunakan,” sambung Novi, salah satu anggota PSG.

Untuk menghilangkan kejenuhan, ketika memulung sampah, para anggota PSG bernyanyi bersama dan di situ mereka bercanda tawa sehingga membuat anggota tambah antusias dan bersemangat.

“Walaupun rasa lelah, letih dan senang juga kami rasakan, insya Allah kami akan selalu berjuang untuk bumi kita dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berguna, seperti tas yang telah dibuat oleh tim PSG. Agar sampah-sampah yang ada tidak menumpuk begitu saja, namun dapat dijadikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan,” tutur Mus’idah, pembina OSIS SMA 3 Annuqayah.

25 April 2011

Diskusi Film, Amunisi Semangat untuk Guru Annuqayah


M. Mushthafa, guru SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Ahad siang (24/4) kemarin, dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, SMA 3 Annuqayah mengadakan acara diskusi film dokumenter berjudul Science and Islam. Acara yang bertempat di aula Madaris 3 Annuqayah ini dihadiri oleh guru-guru di lingkungan Madaris 3 Annuqayah, sekolah/madrasah dan lembaga di lingkungan Annuqayah, dan juga beberapa sekolah mitra. Peserta guru yang hadir berjumlah hampir 50 orang,putra dan putri.

Acara ini diadakan untuk menyuntikkan semangat kepada guru-guru agar terus tekun berkhidmat di lembaga pendidikan dan mengembangkan minat keilmuan mereka masing-masing. Film dokumenter yang diputar, Science and Islam, sebenarnya adalah tiga seri dokumenter yang dipresentasikan oleh Jim al-Khalili, profesor fisika University of Surrey, Inggris, yang memaparkan kontribusi besar Islam pada perkembangan ilmu dan teknologi yang sering tak dituturkan secara tuntas dalam sejarah perkembangan peradaban dunia. Dalam film produksi BBC Channel Four tahun 2009 ini, Jim yang kelahiran Irak memberikan gambaran yang sangat jelas tentang semangat Islam yang merevolusi metode dan pendekatan atas ilmu dan pengetahuan. Menariknya, Jim banyak memberi ilustrasi dan membuka langsung karya-karya ulama Islam abad pertengahan untuk menggambarkan kehebatan dan semangat keilmuan mereka.

Karena keterbatasan waktu, film yang diputar hanya seri kedua dari tiga seri dokumenter ini. Sebagai pembanding dan pembuka, diputar juga film bertema sejenis berjudul Cosmic Voyage. Film produksi IMAX dan masuk nominasi Oscar film dokumenter tahun 1997 ini memberi gambaran singkat tentang perkembangan sains dalam perspektif Barat.

Dalam sesi diskusi, guru-guru berbagi kesan, komentar, dan masukan dengan penuh semangat. “Guru pemegang materi SKI, matematika, fisika, kimia, geografi, wajib menonton film ini, karena film ini memberi gambaran sangat penting tentang kelahiran ilmu-ilmu yang saat ini dipelajari di sekolah,” komentar K.H. Ahmad Hazim, guru sejarah SMA 3 Annuqayah.

K. M. Faizi, direktur Madaris 3 Annuqayah, menyampaikan bahwa film ini mendorong semangat para guru untuk terus belajar, di antaranya dengan membuat karya terjemahan. “Dalam film ini, digambarkan betapa Gerakan Penerjemahan yang dipelopori oleh Khalifah al-Ma’mun telah memberi dampak yang luar biasa bagi pengembangan ilmu,” tambahnya.

Banyak guru yang hadir menyatakan bahwa film ini harus ditonton oleh semua guru di Annuqayah, karena sangat mencerahkan. Seorang guru MA 1 Annuqayah Putra memberi usul konkret agar ada semacam forum diskusi di antara guru untuk menambah wawasan, seperti halnya forum diskusi kemarin yang digelar hingga hampir pukul 15.00 WIB. A. Muis, guru SMK Annuqayah, mengatakan bahwa film ini harus mendorong sekolah agar berinovasi dalam pembelajaran, termasuk dengan membuat eksprimen yang dialami langsung oleh murid dan guru.

Untuk diketahui, film dokumenter Science and Islam ini diterjemahkan oleh Fatima Jauhari, salah seorang alumni Annuqayah yang kini bermukim di Jember. Film ini adalah bagian dari proyek penerjemahan film-film bermutu untuk pendidikan yang sedang dilaksanakan oleh keluarga besar Madaris 3 Annuqayah. Beberapa film yang sudah diterjemahkan dan bertema lingkungan sudah pernah diputar terbatas di SMA 3 Annuqayah beberapa bulan yang lalu, yakni film Food Inc. (2008) dan The Cove (2009).

10 April 2011

Belajar dengan Praktik itu Menyenangkan

Rukaiyah, XI IPA SMA 3 Annuqayah

Guluk-Guluk—Hari Rabu 6 April yang lalu, siswa kelas XI IPA SMA 3 Annuqayah melakukan praktikum tentang tegangan permukaan air. Percobaan ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman siswa mengenai tegangan permukaan suatu zat cair.

“Selain itu percobaan ini juga bertujuan agar pembelajaran tidak membosankan. Jika hanya lewat teori saja, anak-anak bisa bosan. Jadi harus praktik langsung,” papar Syaiful Bahri, guru fisika SMA 3 Annuqayah.

Sebelum kegiatan praktikum dimulai, para siswa harus menyiapkan bahan-bahan terlebih dahulu. Untuk mendapatkan bahan-bahannya tidak terlalu sulit. Bahan yang diperlukan di antaranya: gayung/bekas gelas air mineral, air, silet.

Langkah kerja yang pertama adalah memasukkan air ke dalam gayung/bekas gelas air mineral. Setelah terisi, biarkan sampai air di wadah benar-benar dalam keadaan tenang. Setiap benda yang terletak pada suatu bidang Akan melakukan tekanan pada bidang tersebut, termasuk juga zat cair, dan itu disebut tekanan hidrostatik.

Selanjutnya, apabila air sudah dalam keadaan datar dan tenang, maka langkah selanjutnya tinggal mencelupkan silet yang telah disiapkan. Namun cara meletakkannya tidak sembarang menempatkan begitu saja, kemudian selesai. Tetapi ada tekniknya, yakni cara memegang bahan yang akan diuji harus dalam keadaan lurus, karena besarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh keadaan permukaan zat cair. Misalnya suhu, semakin tinggi suhu zat cair semakin kecil tegangan permukaannya.

Setelah langkah kerja selesai dikerjakan, dan suatu benda yang berada dalam bejana yang terisi zat cair diam dan benda itu tercakup sebagian maka benda itu akan terapung.

“Dengan adanya praktikum ini, anak-anak dapat memahami teori dan bisa mempraktikkannya. Selain itu, anak-anak dapat turun langsung mencobanya. Akhirnya siswa merasa puas dan senang dalam belajar,” tutur salah satu siswi kelas XI IPA yang juga mangikuti percobaan itu. Suasana pada saat itu, tampak tenang tapi para siswa tetap aktif dan berantusias sekali melakukan percobaan.