12 Desember 2009

OSIS SMA 3 Annuqayah Adakan Seminar Sanitasi Lingkungan

Siti Nujaimatur Ruqayyah (XII IPA SMA 3 Annuqayah)

OSIS SMA 3 Annuqayah memang tidak pernah jemu mengadakan seminar bertema tentang lingkungan. Apalagi saat ini merupakan detik-detik musim pancaroba. Kamis kemarin, 10 Desember 2009, mereka melaksanakan seminar sanitasi lingkungan yang merupakan salah satu program divisi kebersihan dan kesehatan.

Seminar yang diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari ini sengaja menghadirkan nara sumber dari UPTD Puskesmas Guluk-Guluk yang diwakili Bapak Syafruddin Syaf, A.Md. Kes. Kurang lebih ada 50 peserta yang hadir dalam acara tersebut. Selain siswa, acara ini juga dihadiri oleh masyarakat sekitar lingkungan Madaris III Annuqayah, di antaranya alumni SMA 3 Annuqayah sendiri.

Awalnya Mus’idah, S.Pd.I, pembina OSIS, mengaku cemas kalau-kalau acara akan tak terlaksana, karena hingga sampai pukul 09.00 WIB nara sumber tidak kunjung tiba. “Namun akhirnya saya bisa bernafas lega, dari kejauhan saya melihat ambulans. Itu pasti dari UPTD Puskesmas,” katanya. Meskipun Bapak Syafruddin hanya sebagai perwakilan dari Kepala UPTD Puskesmas yang saat itu berhalangan, tapi seluruh panitia tetap bersyukur karena acara masih dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh Paduan Suara Madaris III Annuqayah (PARAMARTA), yang selain membawakan Himne dan Mars Madaris juga menyanyikan lagu lingkungan.

Bapak Nasir pun, Waka Kurikulum SMA 3 Annuqayah dalam sambutannya memberikan nilai plus pada OSIS yang telah berinisiatif mengadakan acara tersebut.

Pembahasan tema fokus terhadap lingkungan sekolah dan pesantren, namun tidak begitu luas, sebab nara sumber lebih suka pada dialog. Namun beliau sempat mengupas mengenai penyakit-penyakit yang biasa diderita oleh santri, seperti bisul dan diare, mulai dari gejalanya hingga cara mengatasinya. “Namun sayang, Bapak nara sumber malah memberikan jalan akhir dengan memakai obat yang berbahan kimia. Padahal saya tidak suka obat-obatan,” kata Ummul Karimah, siswa yang saat itu bertugas sebagai perekam proses.

Materi segera ditutup dan waktu untuk dialog lebih panjang. Saat dialog dimulai seluruh siswa dan masyarakat yang hadir pro aktif serta berebut bertanya. Moderator sudah membuka dua termin penanya. Termin pertama dengan tiga penanya dan termin kedua dengan enam penanya. 10 orang penanya tersebut bertanya dengan pertanyaan yang beraneka ragam. Bahkan dari masing-masing penanya tak hanya satu pertanyaan, namun berisi tiga atau lebih.

Tapi sayangnya masih saja banyak peserta yang tidak kebagian untuk bertanya, karena nara sumber punya kesibukan dan harus segera berangkat ke kantor. Peserta diminta untuk mengontak langsung menggunakan nomor telepon yang beliau berikan.

10 Desember 2009

PSG Gelar Acara Bertajuk “Meraih Mimpi Bersama Bapak Sirojul Muntaha”

Ummul Karimah (XII IPA SMA 3 Annuqayah)

GULUK-GULUK—Pemulung Sampah Gaul (PSG) Madaris 3 Annuqayah adakan acara santai bertajuk “Meraih Mimpi Bersama Bapak Sirajul Muntaha”, Senin (07/12) kemarin.

Acara tersebut sebenarnya acara rapat evaluasi kerja dan tasyakkuran. Namun karena Mus’idah Amin mengundang Sirojul Muntaha, sesepuh IPPNU, maka jadilah acara tersebut memiliki 3 agenda. Mus’idah juga mengatakan bahwa acara tersebut tak lain untuk memupuk semangat para peserta. “Dengan ini anak-anak diharapkan bisa sebih memantapkan diri menjadi pahlawan lingkungan,” katanya.

Acara yang dimulai pada pukul 12.00 WIB dan bertempat di Laboratorium IPA Madaris 3 Annuqayah itu, berjalan lancar, meskipun Sirojul Muntaha selaku pembicara hadir terlambat. Ia datang pas saat acara dialog akan dimulai. Hal ini sempat membuat risau para anggota PSG yang berjumlah 72 dan 3 guru pembimbing yang hadir, yaitu Mus’idah, Syaiful Bahri dan Bekti Utami. Namun begitu, rasa risau tersebut tertepis oleh semangat Sirojul Muntaha yang berkobar dan tertular kepada seluruh anggota saat dialog dimulai.

Begitu panjang dialog siang itu, hingga acara berlangsung cukup lama namun santai. Ini dirasakan oleh Istifadatul Qamariyah salah satu anggota Tim Pupuk Organik yang mengatakan bahwa ia menyukai acara tersebut. “Kami bisa mengeluhkan kesulitan tim kami. Mungkin beliau bisa membantu membuka jalan keluar bagi kami. Juga Tim Sampah Plastik yang kini seluruh mesin jahitnya sekarat,” katanya dengan nada khas Katawang Lao’nya.

Adapun hasil dari rapat panjang tersebut cukup banyak dan menarik. Di antaranya Syaiful Bahri yang mengusulkan agar pengukuran volume samapah segera ditindak lanjuti. Dengan mantap ia mengatakan bahwa ia sanggup mendampingi dan membuatkan alat pengukuran sampah yang dibutuhkan untuk Madaris 3 khususnya dan Annuqayah pada umumnya. “Kalau masalah alat gampang. Saya akan buatkan dan kita cukup sepakati saja kapan waktu pengukurannya. Pagi sebelum siswa datang, atau siang setelah siswa pulang,” imbuhnya panjang lebar, yang langsung disambut dengan tepuk tangan.

24 Oktober 2009

Pelantikan Pengurus OSIS SMA 3 Annuqayah Dimeriahkan dengan Seminar


Ummul Karimah & Siti Nujaimatur Ruqayyah, Siswi XII IPA SMA 3 Annuqayah

Pengurus OSIS SMA 3 Annuqayah periode 2009-2010 resmi dilantik Rabu (21/10) kemarin. Acara ini dimeriahkan dengan acara dialog bertema: Teroris dalam perspektif Hukum dan Agama. Mus’idah, pembina OSIS SMA 3 Annuqayah, menuturkan bahwa pengurus OSIS meminta agar acara pelantikan tidak hanya sekadar melantik saja, tetapi ada semacam acara diolog yang bisa membuat siswa semakin tertarik untuk menghadiri acara ini. “Apalagi acara yang diangkat tentang terorisme, masih sangat hangat. Siswa dapat memperluas wawasan dan memberi penilaian secara tepat terhadap terorisme,” katanya.

Sebenarnya dialog tersebut akan dilaksanakan setelah acara pelantikan selesai. Berhubung Kiai Zainur Rahman, nara sumber dialog ini hadir lebih awal, maka dialog pun segera dimulai. Seharusnya acara tersebut juga dihadiri oleh nara sumber lainnya, yaitu Kapolsek Guluk-Guluk untuk mengupas tentang terorisme dalam perspektif hukum—sedangkan Kiai Zainur Rahman dari sudut pandang fiqih dan etika.

Namun sehari sebelum acara berlangsung pihak kepolisian mengonfirmasi panitia bahwa mereka tidak bisa hadir dikarenakan tidak diperbolehkan untuk mengisi seminar tentang terorisme. Pihak kepolisian tersebut mengaku bahwa untuk mengisi seminar ini harus meminta izin kepada Kapolwil, dan Kapolwil pun tak berani karena yang berhak mengisi hanya Densus 88. Akhirnya acara tersebut hanya dihadiri oleh Kiai Zainur Rahman saja.

Kiai Zainur, pengasuh muda PP Al-Muqri Prenduan ini, mengaku lebih berani dari Kapolwil. “Buktinya saya berani mengisi acara seminar ini dibanding Kapolwil,” tuturnya. Pernyataan ini membuat seluruh siswa SMA 3 Annuqayah dan para undangan tak dapat menahan tawa, hingga Habibah, salah satu peserta angkat komentar. “Kocak banget,” ujarnya sambil tertawa.

Mus’idah menilai ketidakhadiran Kapolsek Guluk-Guluk dengan alasan tersebut tidak masuk akal dan membuatnya kecewa. “Dari awal mereka sudah mengatakan bisa dengan mantap, tapi secara mendadak perubahan terjadi. Kalau cuma mengisi tentang perspektif hukum, seharusnya mereka bisa. Setidaknya secara mendasar saja dari pada tidak sama sekali,” ungkapnya.

Syukurlah, kehadiran Kiai Zainur dapat mengobati rasa kecewa panitia dan peserta. Hal ini juga dirasakan oleh Yuliatin, ketua panitia. Ia mengatakan bahwa acara ini cukup berjalan lancar dan pemaparan dari nara sumber sangat luas serta menarik. “Apalagi beliau memberikan izin kepada kami untuk memfotokopi buku hasil bahtsul masail NU tentang terorisme. Itu bukan sekadar menjadi obat tapi lebih,” katanya dengan nada tegas.

Selanjutnya setelah kegiatan ini berakhir, Dina Hava Novita Bramy selaku pembawa acara mengumumkan bahwa acara pelantikan akan dimulai. Seluruh pengurus OSIS baru yang memakai pakaian serba putih itu kembali diliput rasa tegang. Karena setelah mereka dilantik, mereka akan berhadapan dengan tanggung jawab yang besar.

Namun Ummul Karimah sebagai ketua OSIS lama sedikit memberikan obat penenang bagi mereka. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa meskipun namanya tidak tertera dalam struktur ia akan tetap membantu mereka. “Begitu pula dengan pihak sekolah, karena jika hanya pihak sekolah yang bekerja tanpa bantuan dari pihak OSIS maka sekolah akan kering. Demikian juga jika hanya OSIS yang semangat tanpa ada dukungan dari pihak sekolah maka sekolah akan banjir dari air mata,” tambahnya.

Moh. Nasiruddin, S.E., Waka Kurikulum SMA 3 Annuqayah, ternyata juga semakin memperkuat sambutan Ummul Karimah. Beliau menegaskan bahwa beliau akan siap membantu pihak OSIS baik moril ataupun materil. Selain itu beliau juga menambahkan dengan nasihat-nasihat yang kemudian dilanjutkan dengan memimpin pelantikan dan pembacaan ikrar. Saat pelantikan dan pembacaan ikrar ini berlangsung seluruh peserta diam dengan khidmat. Kebetulan acara ini dihadiri oleh undangan dari MA 1 Annuqayah Putri dan SMK Annuqayah Putri.

Kemudian tak lupa Mus’idah juga mengingatkan agar bukan hanya pengurus OSIS saja yang semangat tapi seluruh sisiwa juga harus ikut berpartisipasi. Qurratul Aini, ketua OSIS periode 2009-2010, dalam sambutannya juga mengharap demikian.

20 Oktober 2009

Puting Beliung di SMA 3 Annuqayah, Pohon Roboh


Ummul Karimah, Siswi Kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah

Setelah 2 pekan sebelumnya (11/10) jurusan IPA SMA 3 Annuqayah pada khususnya berduka akibat Green House roboh, kini mereka ditimpa musibah kembali. Kencangnya angin pada musim kemarau saat ini mengakibatkan pepohonan serta bangunan roboh. Salah satunya pohon yang terletak di depan laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah yang roboh pada hari Senin (19/10) kemarin.

Kedatangan angin puting beliung yang dalam skala terendah tersebut mengakibatkan sebagian genting berjatuhan akibat terjangan pohon berukuran 8 meter yang roboh tersebut. Kejadian yang terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung tersebut membuat seluruh siswa terkejut dan berdiri di balik jendela untuk menyaksikan sumber suara yang berdentum begitu nyaring itu.

Memang pohon tersebut sudah kering. Namun, pohon tersebut tampak masih cukup kuat untuk bertahan hidup hingga musim penghujan datang. “Ternyata roboh, sampai rantingnya membuat atap beranda lab jadi bolong. Gentingnya pun berjatuhan,” ujar Musrifah, ketua kelas XII IPA yang saat itu menyaksikan secara langsung kejadian tersebut.

“Kejadian ini sepertinya sama dengan puting beliung yang terjadi di Jawa Tengah, yang juga menimpa gedung-gedung dan pepohonan di sekolah. Saya baca beritanya di Kompas hari ini,” kata Mus’idah Amin, Waka Kesiswaan SMA 3 Annuqayah, yang juga cemas akan kejadian ini. Ia juga mengajak anak-anak untuk bisa selalu berdoa agar kejadian ini tak terjadi kembali. “Yang saya takutkan kalau kejadian seperti ini terulang dan sampai memakan korban,” tambahnya.

Bekti Utami, guru penanggung jawab Laboratorium IPA SMA 3 Annuqayah, mengatakan bahwa genting-genting lab tersebut akan segera diperbaiki. “Untuk mengantisipasi datangnya musim hujan, harus segera diperbaiki, karena air hujan bisa saja masuk ke dalam kelas,” pungkasnya.

19 Oktober 2009

Anggota Baru Menyerbu, PSG Adakan Penguatan Kapasitas

Ummul Karimah, Siswi Kelas XII IPA SMA 3 Annuqayah

Pengurus PSG (Pemulung Sampah Gaul) Madaris 3 Annuqayah mengadakan acara penguatan kapasitas bertema “Mencetak generasi muda berwawasan lingkungan”, Ahad (18/10) kemarin. Hal itu dilakukan karena siswa Madaris 3 tahun ini yang bergabung dalam keanggotaan PSG begitu banyak dan harus diberi semacam pemanasan.

Siti Nujaimatur Ruqayyah, ketua panitia acara tersebut, mengatakan bahwa pelatihan semacam ini memang mesti dilakukan agar kader-kader baru dapat menambah wawasan dan kepeduliannya pada lingkungan. “Anggota yang baru ini akan digodok agar mereka tak hanya bisa berwacana tapi juga bisa berbuat sesuatu yang nyata,” imbuhnya.

Acara tersebut berjalan lancar dan cukup meriah, meski sangat sederhana. Kemeriahan tersebut juga didukung oleh anggota Paduan Suara Madaris 3 Annuqayah (Paramarta) yang tampil untuk menyanyikan mars lingkungan sebelum acara dimulai.

Selama acara berlangsung, anggota PSG yang berjumlah 80 orang itu begitu antusias dalam menyimak pemaparan yang disampaikan oleh nara sumber, Kiai Muhammad Zamiel El-Muttaqien yang merupakan ketua BPM (Biro Pengabdian Masyarakat) PP Annuqayah itu. Mengomentari hal ini, Mus’idah Amin—Waka Kesiswaan SMA 3 Annuqayah—angkat bicara. “Pemaparan yang disajikan oleh K. Miming (panggilan akrab Kiai Zamiel—red.) ringan dan menusuk. Cocok untuk ukuran siswa,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, K. Miming juga sempat menyinggung tentang bagaimana cara membangun kesadaran lingkungan dari tahap yang paling mudah. “Mun e tobi’ sake’, jha’ nobi’en (Kalau dicubit sakit, jangan suka mencubit—red.). Jika ini dikaitkan dengan alam, demikian pula kalau dibakar panas, jangan suka membakar. Ini memang tahap awal, namun jika ini bisa dilakukan mungkin kita bisa memulai perubahan itu dari diri kita sendiri,” paparnya.

Setelah acara usai dan undangan dari sekolah lain pulang, anggota PSG masih bertahan di dalam aula Madaris 3 Annuqayah. Mereka berkumpul sesuai dengan divisi masing-masing, yakni tim sampah plastik, tim pangan lokal, dan tim pupuk organik. Mereka bersemangat untuk menyusun program kerja meski panas matahari begitu menyengat. Beberapa guru pendamping kegiatan cinta lingkungan juga hadir dalam kegiatan penyusunan program ini, seperti Mahmudi, S.Sos., yang beberapa bulan sebelumnya berhasil mengantarkan Tim Pupuk Organik masuk 15 Besar School Climate Challenge Competition British Council Jakarta.

“Mari menjadi pendekar alam!” pungkas Mus’idah setelah acara penyusunan program itu selesai.

17 Oktober 2009

Anak-Anak Sanggar Pelangi Membibit

Muhammad-Affan, Waka Kesiswaan MI 3 Annuqayah

Jum'at kemarin, 16 Oktober 2009, siswi-siswi Madrasah Ibtidaiyah III Annuqayah (MI3) yang tergabung dalam Sanggar Pelangi (SP) melakukan kegiatan pembibitan. Kegiatan pembibitan dimulai pukul 15.30-17.00 WIB bertempat sebelah barat Laboratorium IPA Madaris III Annuqayah, di lahan Kebun Jati Madaris III. Sebelum membibit, salah satu fasilitator MI 3 memberikan sedikit pengantar tentang kegiatan tersebut. “Kita makhluk organik, makhluk yang berasal dari alam dan selalu butuh kepada alam. Allah mengutus kita ke dunia juga untuk melestarikan alam. Oleh Karena itu kita harus membalas jasa baik budi alam dengan cara merawatnya dan melakukan penanaman pohon di lahan-lahan kosong,” kata salah satu fasilitator MI 3 membuka pengantar.

Pada kegiatan tersebut, masing-masing anak membawa plastik air kemasan bekas. Setiap anak juga diminta membawa biji atau bibit pohon minimal satu bibit atau satu biji. Hadir juga pada kegiatan tersebut beberapa siswi kelas 3 MI 3 Annuqayah. Meski tidak terlibat dalam kegiatan membibit, mereka tampak antusias mengikuti selama aktivitas berlangsung.

Selain kegiatan Sanggar Pelangi, terhitung sejak tanggal 11 Oktober lalu, MI 3 juga melaksanakan kegiatan Pramuka. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Mumdarin, S,Pdi, Kakak Pembina Pramuka Gudep Annuqayah. Kegiatan Pramuka dijadwalkan berlangsung seminggu sekali setiap ahad sore pukul 15.00-17.00 WIB. Meski tanpa seragam lengkap, anak-anak tetap semangat. Selain siswi kelas 6, siswi-siswi kelas 4 dan 5 MI 3 Annuqayah juga mengikuti kegiatan Pramuka tersebut.
"Saya ingin ikut, tapi di pondok ada kegiatan kalau sore," ungkap salah satu siswi MI 3 kelas 3 yang hadir menyaksikan kegiatan perdana Pramuka MI 3 Annuqayah.

Di samping Sanggar Pelangi dan Pramuka, tahun ini MI 3 Annuqayah juga melaksanakan kursus Matematika. Kursus Matematika dilaksanakan setiap hari Sabtu sore. Dalam hal ini, kepala Sekolah MI 3 Annuqayah, H.M. Mahfud Manaf, secara langsung mewajibkan kepada seluruh siswi MI 3 kelas 6 untuk mengikuti kursus Matematika.

"Pada tengah semester nanti, kalian semua juga wajib mengikuti bimsus sains dan Bahasa Indonesia yang akan dibimbing langsung oleh mbak-mbak fasilitator," ucapnya tegas. "Ini khusus kelas 6. Bagi yang lain disarankan juga untuk ikut," lanjutnya.